alexametrics
28 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Dijenguk Khofifah, AP Ingin Sekolah

SIDOARJO – AP, 10, anak dari pekerja rumah tangga yang mengalami kekerasan kini dirawat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT Perlindungan dan Pelayan Sosial Balita (PPSAB) di Jalan Monginsidi Sidoarjo. Anak gadis itu nampak tenang dan tanggap ketika Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajaknya berbincang.

“Sudah bisa baca belum?” tanya Khofifah sembari memberikan bantuan buku dan keperluan keseharian pada AP, Minggu (9/5).

Mantan Menteri Sosial itu menceritakan AP merupakan anak seorang asisten rumah tangga di Surabaya yang mengalami kekerasan dari sang majikan. Sang ibu kini tengah mendapat perawatan di Surabaya. Sementara itu AP akan mendapat pengasuhan dan pendampingan dari psikolog selama tinggal di UPT PPSAB Sidoarjo.

“Proses pengasuhan sampai nanti ibunya sudah dinyatakan sehat. Saya khawatir ketika diduga ada penyiksaan kekerasan terhadap sang Ibu, jangan-jangan ada trauma dia alami dan dia lihat. Jikalau betul ada penyiksaan dan itu di depan mata si anak, semua butuh proses konseling supaya tidak ada trauma yang kita tidak inginkan,” jelasnya.

Saat berbincang kata Khofifah, AP menyampaikan keinginannya kembali bersekolah. Sebab selama ikut sang ibu bekerja AP tidak lagi bersekolah. Terakhir ia mengenyam pendidikan kelas 3 SD. “Dia membacanya juga sudah pintar. Menariknya, ia ingin sekolah. Semoga sudah bisa mengikuti proses belajar di tahun ajaran baru nanti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan kemarin selain bertemu AP, Gubernur meninjau ruang tidur 55 anak asuhan UPT PPSAB. Tidak lupa Khofifah berpesan para orangtua sedini mungkin mengawal putra-putrinya jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga ada kehamilan yang tidak diinginkan dan ada kelahiran yang tidak diinginkan

“Akhirnya ada anak yang kemudian di rumah sakit tidak diambil ini ditemukan di dalam posisi seperti inilah negara punya tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak saya mohon kepada para orangtua terus mengawal putra-putrinya agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kelahiran yang tidak diinginkan inilah pentingnya negara menyiapkan rumah asuh,” tandasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – AP, 10, anak dari pekerja rumah tangga yang mengalami kekerasan kini dirawat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT Perlindungan dan Pelayan Sosial Balita (PPSAB) di Jalan Monginsidi Sidoarjo. Anak gadis itu nampak tenang dan tanggap ketika Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajaknya berbincang.

“Sudah bisa baca belum?” tanya Khofifah sembari memberikan bantuan buku dan keperluan keseharian pada AP, Minggu (9/5).

Mantan Menteri Sosial itu menceritakan AP merupakan anak seorang asisten rumah tangga di Surabaya yang mengalami kekerasan dari sang majikan. Sang ibu kini tengah mendapat perawatan di Surabaya. Sementara itu AP akan mendapat pengasuhan dan pendampingan dari psikolog selama tinggal di UPT PPSAB Sidoarjo.

“Proses pengasuhan sampai nanti ibunya sudah dinyatakan sehat. Saya khawatir ketika diduga ada penyiksaan kekerasan terhadap sang Ibu, jangan-jangan ada trauma dia alami dan dia lihat. Jikalau betul ada penyiksaan dan itu di depan mata si anak, semua butuh proses konseling supaya tidak ada trauma yang kita tidak inginkan,” jelasnya.

Saat berbincang kata Khofifah, AP menyampaikan keinginannya kembali bersekolah. Sebab selama ikut sang ibu bekerja AP tidak lagi bersekolah. Terakhir ia mengenyam pendidikan kelas 3 SD. “Dia membacanya juga sudah pintar. Menariknya, ia ingin sekolah. Semoga sudah bisa mengikuti proses belajar di tahun ajaran baru nanti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan kemarin selain bertemu AP, Gubernur meninjau ruang tidur 55 anak asuhan UPT PPSAB. Tidak lupa Khofifah berpesan para orangtua sedini mungkin mengawal putra-putrinya jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga ada kehamilan yang tidak diinginkan dan ada kelahiran yang tidak diinginkan

“Akhirnya ada anak yang kemudian di rumah sakit tidak diambil ini ditemukan di dalam posisi seperti inilah negara punya tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak saya mohon kepada para orangtua terus mengawal putra-putrinya agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kelahiran yang tidak diinginkan inilah pentingnya negara menyiapkan rumah asuh,” tandasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/