alexametrics
26 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Beras BSB Sudah Disortir sebelum Diangkut Dari Gudang

SIDOARJO – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) berupaya meningkatkan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan pengecekan berkala sebelum beras diangkut ke dalam truk dari gudang.

Aktivitas itu nampak dalam dalam proses penyaluran progam bantuan sosial (BSB) kemarin (14/10). Tepatnya di gudang Bulog yang ada di Kecamatan Buduran.

Petugas memeriksa kualitas sejumlah beras sebelum diangkut ke dalam truk. Hal itu untuk meminimalisir beras tidak layak konsumsi terdistribusikan ke masyarakat. “Saran dari Komisi D kami laksanakan sebaik mungkin,” kata Pimpinan Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara di Buduran, Heriswan.

Wakil Pimpinan Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara di Buduran Imam Mahdi menambahkan, bulog sendiri memang mendapat kesempatan dari pemerintah untuk menyalutkan salah satu progam bansos penanggulangan Covid-19. Yakni dalam progam BSB.

Satu KPM (Keluarga Penerima Manfaat) mendapat jatah 15 kilogram. Dan pihak Bulog juga sudah mengemas kemas dalam satu karung. “Sebelum diangkut kami sortir, dan kalau ada yang menerima kurang layak bisa ditukarkan,” katanya.

Di Sidoarjo sendiri, lanjut Imam, Bulog mendapat kewajiban untuk mendistribusikan ke 39.074 KPM. Artinya, sekali distribusi, Bulog menyalurkan beras sebesar 586.110 kg. “Programnya untuk 3 bulan (Agustus, September, Oktober). Dan beras yang disalurkan adalah kualitas medium,” imbuhnya.

Di lain kesempatan, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi menguraikan jika memang banyak jenis beras bansos yang diterima masyarakat. Kalau Bulog berkewajiban menyalurkan beras BSB. Sementara itu juga ada program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang mana, masyarakat menerima beras dari agen penyalur.

Beberapa hari lalu, Komisi D DPRD juga sempat sidak soal beras bansos. Salah satunya di daerah Kecamatan Prambon ditemukan jika berat beras yang diterima tidak sesuai takaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi menerangkan jika berat beras yang diterima masyrakat itu juga sudah sesuai kesepakatan. “Ada kesepakatan KPM dan agen. KPM minta beras yang kualitas premium, jadi nilainya berbeda,” terangnya. (son/opi)

SIDOARJO – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) berupaya meningkatkan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan pengecekan berkala sebelum beras diangkut ke dalam truk dari gudang.

Aktivitas itu nampak dalam dalam proses penyaluran progam bantuan sosial (BSB) kemarin (14/10). Tepatnya di gudang Bulog yang ada di Kecamatan Buduran.

Petugas memeriksa kualitas sejumlah beras sebelum diangkut ke dalam truk. Hal itu untuk meminimalisir beras tidak layak konsumsi terdistribusikan ke masyarakat. “Saran dari Komisi D kami laksanakan sebaik mungkin,” kata Pimpinan Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara di Buduran, Heriswan.

Wakil Pimpinan Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara di Buduran Imam Mahdi menambahkan, bulog sendiri memang mendapat kesempatan dari pemerintah untuk menyalutkan salah satu progam bansos penanggulangan Covid-19. Yakni dalam progam BSB.

Satu KPM (Keluarga Penerima Manfaat) mendapat jatah 15 kilogram. Dan pihak Bulog juga sudah mengemas kemas dalam satu karung. “Sebelum diangkut kami sortir, dan kalau ada yang menerima kurang layak bisa ditukarkan,” katanya.

Di Sidoarjo sendiri, lanjut Imam, Bulog mendapat kewajiban untuk mendistribusikan ke 39.074 KPM. Artinya, sekali distribusi, Bulog menyalurkan beras sebesar 586.110 kg. “Programnya untuk 3 bulan (Agustus, September, Oktober). Dan beras yang disalurkan adalah kualitas medium,” imbuhnya.

Di lain kesempatan, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi menguraikan jika memang banyak jenis beras bansos yang diterima masyarakat. Kalau Bulog berkewajiban menyalurkan beras BSB. Sementara itu juga ada program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang mana, masyarakat menerima beras dari agen penyalur.

Beberapa hari lalu, Komisi D DPRD juga sempat sidak soal beras bansos. Salah satunya di daerah Kecamatan Prambon ditemukan jika berat beras yang diterima tidak sesuai takaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi menerangkan jika berat beras yang diterima masyrakat itu juga sudah sesuai kesepakatan. “Ada kesepakatan KPM dan agen. KPM minta beras yang kualitas premium, jadi nilainya berbeda,” terangnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/