alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Didatangi Tim Pakar BNPB, Pemkab Alami Kendala Tracing dan Testing

SIDOARJO – Tiga tim pakar satuan tugas penanganan Covid-19 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), datang ke Sidoarjo, Jumat (13/8). Mereka memberikan sejumlah masukan dalam menangani pandemi.

Hingga saat ini, Sidoarjo masih berada di level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dan berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menjabarkan, penanganan Covid-19 di Kota Delta sudah melibatkan kolaborasi antarstakeholder. Baik antara forkopimda dan swasta.

“Pemberian bantuan sosial kita mendapat apresiasi dan dimungkinkan menjadi role model daerah lain. Penyaluran bansos pusat sudah 66,7 persen. Bansos kabupaten 55 persen,” katanya.

Muhdlor mengungkapkan, kasus aktif Covid-19 sebanyak 4.062, ketersediaan tempat tidur atau angka bed occupancy rate (BOR) di RSUD dan rumah sakit rujukan sebanyak 42 persen. Kemudian angka kesembuhan 88,21 persen, serta angka kematian 3,79 persen. Sedangkan operasi yustisi yang sebelumnya dilakukan seminggu sekali, kini seminggu bisa tiga kali.

“Memang ada beberapa kendala terkait tracing dan testing. Selain tenaga pengentri data, petugas testing tidak merata. Kami akan tambah relawan sebagai tracer. Aplikasi Si Lacak sendiri juga mengalami hambatan, sempat down,” akunya.

Bupati memaparkan, dari penambahan 578 kasus konfirmasi, tracing yang dilakukan 29, 73 persen dan testing yang dilakukan 0,43 persen. Dia juga meminta tambahan dosis vaksin dalam jumlah besar bagi Sidoarjo. Hingga kini cakupan vaksinasi masih 32 persen untuk dosis 1, dan dosis dua 15 persen.

Salah satu pakar satgas Covid-19 BNPB I Nyoman Gede Agus mengatakan, untuk mempercepat tambahan vaksin, pemkab bisa bekerjasama dengan perusahaan melalui vaksin gotong royong. “Ini bisa menaikkan target vaksinasi,” terangnya.

Kemudian, setiap upaya penanganan Covid-19 di Sidoarjo harus diiringi data.

“Maka apapun yang dilakukan bisa selalu di update. Untuk Si Lacak sudah ada perbaikan, kita permudah untuk entri data yang lebih valid,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Tiga tim pakar satuan tugas penanganan Covid-19 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), datang ke Sidoarjo, Jumat (13/8). Mereka memberikan sejumlah masukan dalam menangani pandemi.

Hingga saat ini, Sidoarjo masih berada di level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dan berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menjabarkan, penanganan Covid-19 di Kota Delta sudah melibatkan kolaborasi antarstakeholder. Baik antara forkopimda dan swasta.

“Pemberian bantuan sosial kita mendapat apresiasi dan dimungkinkan menjadi role model daerah lain. Penyaluran bansos pusat sudah 66,7 persen. Bansos kabupaten 55 persen,” katanya.

Muhdlor mengungkapkan, kasus aktif Covid-19 sebanyak 4.062, ketersediaan tempat tidur atau angka bed occupancy rate (BOR) di RSUD dan rumah sakit rujukan sebanyak 42 persen. Kemudian angka kesembuhan 88,21 persen, serta angka kematian 3,79 persen. Sedangkan operasi yustisi yang sebelumnya dilakukan seminggu sekali, kini seminggu bisa tiga kali.

“Memang ada beberapa kendala terkait tracing dan testing. Selain tenaga pengentri data, petugas testing tidak merata. Kami akan tambah relawan sebagai tracer. Aplikasi Si Lacak sendiri juga mengalami hambatan, sempat down,” akunya.

Bupati memaparkan, dari penambahan 578 kasus konfirmasi, tracing yang dilakukan 29, 73 persen dan testing yang dilakukan 0,43 persen. Dia juga meminta tambahan dosis vaksin dalam jumlah besar bagi Sidoarjo. Hingga kini cakupan vaksinasi masih 32 persen untuk dosis 1, dan dosis dua 15 persen.

Salah satu pakar satgas Covid-19 BNPB I Nyoman Gede Agus mengatakan, untuk mempercepat tambahan vaksin, pemkab bisa bekerjasama dengan perusahaan melalui vaksin gotong royong. “Ini bisa menaikkan target vaksinasi,” terangnya.

Kemudian, setiap upaya penanganan Covid-19 di Sidoarjo harus diiringi data.

“Maka apapun yang dilakukan bisa selalu di update. Untuk Si Lacak sudah ada perbaikan, kita permudah untuk entri data yang lebih valid,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/