alexametrics
24 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Tekan Peningkatan, Tunjuk Ahli Epidemiologi Brawijaya

SIDOARJO – Sinkronasi masa transisi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dilakukan, kemarin (13/7). Ini untuk menentukan langkah taktis dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Surabaya Raya.

Dalam pertemuan di Surabaya itu, diputuskan akan ada perubahan dalam Perbup 44 tahun 2020. Yakni berkenaan dengan jam malam. Dalam Perbup tertuang pukul 23.00 hingga 04.00. Persepsi Surabaya Raya disamakan menjadi pukul 22.00. Termasuk di dalamnya sanksi denda Rp 150 ribu bagi yang tidak bermasker.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sidoarjo M. Ainur Rahman mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, peraturan aktivitas di era new normal, akan diakomodir melalui Perda Provinsi Jawa Timur. Sehingga aturan ini berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur. “Disahkan 27 Juli mendatang,” katanya.

Mantan Kapala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini mengatakan jika untuk mengkaji dampak Covid-19, Pemkab Sidoarjo menggandeng ahli epidemiologi dari Universitas Brawijaya Malang. Efektif kajian mulai pekan depan.

Hal itu dilakukan untuk menganalisis tentang distribusi, pola, dan penentu kondisi kesehatan dan penyakit pada populasi tertentu. Melihat alasan trennya naik serta langkah yang harus diambil apa. “Begitu juga dampak ke sosial ekonominya seperti apa,” imbuhnya. (rpp/vga/opi)

SIDOARJO – Sinkronasi masa transisi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dilakukan, kemarin (13/7). Ini untuk menentukan langkah taktis dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Surabaya Raya.

Dalam pertemuan di Surabaya itu, diputuskan akan ada perubahan dalam Perbup 44 tahun 2020. Yakni berkenaan dengan jam malam. Dalam Perbup tertuang pukul 23.00 hingga 04.00. Persepsi Surabaya Raya disamakan menjadi pukul 22.00. Termasuk di dalamnya sanksi denda Rp 150 ribu bagi yang tidak bermasker.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sidoarjo M. Ainur Rahman mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, peraturan aktivitas di era new normal, akan diakomodir melalui Perda Provinsi Jawa Timur. Sehingga aturan ini berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur. “Disahkan 27 Juli mendatang,” katanya.

Mantan Kapala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini mengatakan jika untuk mengkaji dampak Covid-19, Pemkab Sidoarjo menggandeng ahli epidemiologi dari Universitas Brawijaya Malang. Efektif kajian mulai pekan depan.

Hal itu dilakukan untuk menganalisis tentang distribusi, pola, dan penentu kondisi kesehatan dan penyakit pada populasi tertentu. Melihat alasan trennya naik serta langkah yang harus diambil apa. “Begitu juga dampak ke sosial ekonominya seperti apa,” imbuhnya. (rpp/vga/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/