alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Silpa Dindikbud Capai Rp 102 Miliar

SIDOARJO – Tahun ajaran baru pendidikan di Kabupaten Sidoarjo dimulai, kemarin (13/7). Komisi D DPRD Sidoarjo ikut menyoroti pelaksanaan pendidikan di Kota Delta yang selama ini sudah berjalan.

Politikus Demokrat Zahlul Yussar bersama fraksinya menaruh pandangan pada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Sidoarjo yang mencapai Rp 102 miliar. “Mengapa masih terjadi silpa yang cukup besar, padahal anggaran tersebut masuk dalam belanja sesuatu yang terukur dan jelas,” ujar pria yang juga Wakil Komisi D DPRD Sidoarjo itu.

Selain itu, Zahlul juga mengingatkan terkait anggaran sistem belajar daring yang katanya membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 6 miliar. Tapi, masih belum memberikan rincian rencana kebutuhan dana tersebut. “Kami minta dinas untuk menyusun rencana kebutuhan dan action plan-nya. Sehingga semua dapat dijalankan secara transparan,” imbuh pria yang pandai berkuda itu.

Sementara, Ketua Komisi D Dhamroni Chudlori meminta Dindikbud untuk memberikan teguran kepada sekolah yang masih melakukan pungutan.Seperti memerintahkan siswa-siswinya wajib membeli seragam yang disediakan sekolah. “Padahal aturannya boleh membeli seragam di luar, asalkan seragamnya sama,” jelasnya.

Mengenai sistem pembelajaran daring, Dhamroni menjelaskan bahwa pihaknya akan mencermati dan akan turun ke lapangan. Termasuk juga nanti bisa diberikan bantuan bagi siswa yang tidak mampu. “Iya, nanti kami minta untuk siswa yang kurang mampu agar diberi tunjangan,” cetusnya. (son/vga/opi)

SIDOARJO – Tahun ajaran baru pendidikan di Kabupaten Sidoarjo dimulai, kemarin (13/7). Komisi D DPRD Sidoarjo ikut menyoroti pelaksanaan pendidikan di Kota Delta yang selama ini sudah berjalan.

Politikus Demokrat Zahlul Yussar bersama fraksinya menaruh pandangan pada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Sidoarjo yang mencapai Rp 102 miliar. “Mengapa masih terjadi silpa yang cukup besar, padahal anggaran tersebut masuk dalam belanja sesuatu yang terukur dan jelas,” ujar pria yang juga Wakil Komisi D DPRD Sidoarjo itu.

Selain itu, Zahlul juga mengingatkan terkait anggaran sistem belajar daring yang katanya membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 6 miliar. Tapi, masih belum memberikan rincian rencana kebutuhan dana tersebut. “Kami minta dinas untuk menyusun rencana kebutuhan dan action plan-nya. Sehingga semua dapat dijalankan secara transparan,” imbuh pria yang pandai berkuda itu.

Sementara, Ketua Komisi D Dhamroni Chudlori meminta Dindikbud untuk memberikan teguran kepada sekolah yang masih melakukan pungutan.Seperti memerintahkan siswa-siswinya wajib membeli seragam yang disediakan sekolah. “Padahal aturannya boleh membeli seragam di luar, asalkan seragamnya sama,” jelasnya.

Mengenai sistem pembelajaran daring, Dhamroni menjelaskan bahwa pihaknya akan mencermati dan akan turun ke lapangan. Termasuk juga nanti bisa diberikan bantuan bagi siswa yang tidak mampu. “Iya, nanti kami minta untuk siswa yang kurang mampu agar diberi tunjangan,” cetusnya. (son/vga/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/