alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Cegah PMK, Sapi di Sidoarjo Akhirnya Mulai Divaksin

SIDOARJO – Peternak sapi tak perlu lagi waswas terkait penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Karena, pemerintah telah mulai mendistribusikan vaksin untuk penyakit hewan ternak itu, Selasa (14/6).

Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak juga telah dilakukan Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Selasa (14/6).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah juga turut hadir di lokasi. Vaksinasi dilakukan kepada hewan ternak milik Kelompok Ternak Pertapan Jaya, Desa Pertapan Maduretno, Taman.

Nasrullah mengungkapkan, pemerintah di tahap pertama tengah mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis. Pada 12 Juni lalu telah tiba di tanah air sebanyak 10 ribu dosis.

Vaksin yang sudah tersedia itu bakal didistribusikan ke beberapa daerah. Yakni Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lalu 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari.

Sidoarjo menjadi salah satu yang dipilih sebagai tempat vaksinasi massal karena beberapa kecamatan masuk dalam kategori zona merah. Data terbaru Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, ada 1.622 kasus wabah PMK di Kota Delta. Itu terdiri dari 899 ternak sakit, 37 ternak mati, 92 ternak potong paksa, 3 ternak dijual dan 591 ternak sembuh.

Nasrullah menguraikan, vaksinasi masal secara nasional itu sebagai langkah nyata pemerintah dalam pengendalian wabah PMK. Pada tahap pertama, vaksin akan diprioritaskan untuk ternak sehat dan berada di zona merah dan kuning. “Jumlah vaksin saat ini masih terbatas,” sambungnya.

Ia menambahkan, hewan yang sudah sembuh dari PMK sudah memiliki kekebalan tubuh lebih. Sehingga masih belum mendapat prioritas vaksin. “Dengan vaksinasi ini kami harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit PMK,” tuturnya. (son/vga)

SIDOARJO – Peternak sapi tak perlu lagi waswas terkait penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Karena, pemerintah telah mulai mendistribusikan vaksin untuk penyakit hewan ternak itu, Selasa (14/6).

Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak juga telah dilakukan Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Selasa (14/6).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah juga turut hadir di lokasi. Vaksinasi dilakukan kepada hewan ternak milik Kelompok Ternak Pertapan Jaya, Desa Pertapan Maduretno, Taman.

Nasrullah mengungkapkan, pemerintah di tahap pertama tengah mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis. Pada 12 Juni lalu telah tiba di tanah air sebanyak 10 ribu dosis.

Vaksin yang sudah tersedia itu bakal didistribusikan ke beberapa daerah. Yakni Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lalu 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari.

Sidoarjo menjadi salah satu yang dipilih sebagai tempat vaksinasi massal karena beberapa kecamatan masuk dalam kategori zona merah. Data terbaru Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, ada 1.622 kasus wabah PMK di Kota Delta. Itu terdiri dari 899 ternak sakit, 37 ternak mati, 92 ternak potong paksa, 3 ternak dijual dan 591 ternak sembuh.

Nasrullah menguraikan, vaksinasi masal secara nasional itu sebagai langkah nyata pemerintah dalam pengendalian wabah PMK. Pada tahap pertama, vaksin akan diprioritaskan untuk ternak sehat dan berada di zona merah dan kuning. “Jumlah vaksin saat ini masih terbatas,” sambungnya.

Ia menambahkan, hewan yang sudah sembuh dari PMK sudah memiliki kekebalan tubuh lebih. Sehingga masih belum mendapat prioritas vaksin. “Dengan vaksinasi ini kami harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit PMK,” tuturnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/