alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Jaga Taman Dari Vandalisme

SIDOARJO – Taman di pinggir atau di bundaran jalan raya menjadi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki kabupaten. Taman-taman itu perlu dirawat semua pihak, agar tetap indah dan tidak rusak karena aksi vandalism.

Salah satu caranya dengan memasang pagar mengeliling. Seperti taman patung udang bandeng di simpang empat Gading Fajar. Nampak pagar besi mengeliling salah satu taman ikonik di Sidoarjo itu.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Suyarno juga sependapat jika taman di Sidoarjo dirawat dengan cara serupa. Yakni dengan memasang pagar mengeliling. “Tentu seperti itu, agar aman juga,” terangnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, sayangnya untuk rencana semacam itu belum bisa di realisasikan tahun ini. Karena tentu ada keterbatasan anggaran. “Belum ada anggaran tahun ini. Anggaran masih fokus pada penanganan fisik terkait banjir dan jalan rusak,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Nurhendriyati Ningsih memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, taman semacam itu tidak perlu dipagar. “Taman itu fungsinya untuk keindahan dan paru-paru kota. Kalau dipagar kan tidak kelihatan,” katanya.

Namun, politikus Nasdem itu juga memberi catatan. Syaratnya adalah masyarakat juga memiliki kesadaran dan memahami fungsi taman tersebut. Sehingga, masyarakat juga ada rasa peduli untuk menjaga dan merawat. Tidak justru merusak taman-taman yang ada di Sidoarjo.

Saat ini, Sidoarjo juga telah banyak memiliki beberapa taman ikonik yang tersebar di beberapa titik. Mulai dari Taman Abhirama Pagerwojo, lalu Monumen Jayandaru yang ada di alun-alun Sidoarjo. Kemudian Taman Dwarekerta Porong hingga Taman Budaya di Tanggulangin. (son/opi)

 

SIDOARJO – Taman di pinggir atau di bundaran jalan raya menjadi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki kabupaten. Taman-taman itu perlu dirawat semua pihak, agar tetap indah dan tidak rusak karena aksi vandalism.

Salah satu caranya dengan memasang pagar mengeliling. Seperti taman patung udang bandeng di simpang empat Gading Fajar. Nampak pagar besi mengeliling salah satu taman ikonik di Sidoarjo itu.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Suyarno juga sependapat jika taman di Sidoarjo dirawat dengan cara serupa. Yakni dengan memasang pagar mengeliling. “Tentu seperti itu, agar aman juga,” terangnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, sayangnya untuk rencana semacam itu belum bisa di realisasikan tahun ini. Karena tentu ada keterbatasan anggaran. “Belum ada anggaran tahun ini. Anggaran masih fokus pada penanganan fisik terkait banjir dan jalan rusak,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Nurhendriyati Ningsih memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, taman semacam itu tidak perlu dipagar. “Taman itu fungsinya untuk keindahan dan paru-paru kota. Kalau dipagar kan tidak kelihatan,” katanya.

Namun, politikus Nasdem itu juga memberi catatan. Syaratnya adalah masyarakat juga memiliki kesadaran dan memahami fungsi taman tersebut. Sehingga, masyarakat juga ada rasa peduli untuk menjaga dan merawat. Tidak justru merusak taman-taman yang ada di Sidoarjo.

Saat ini, Sidoarjo juga telah banyak memiliki beberapa taman ikonik yang tersebar di beberapa titik. Mulai dari Taman Abhirama Pagerwojo, lalu Monumen Jayandaru yang ada di alun-alun Sidoarjo. Kemudian Taman Dwarekerta Porong hingga Taman Budaya di Tanggulangin. (son/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/