alexametrics
28 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Kemensos Turun Tangan Bantu Balita Tanpa Lubang Anus di Tanggulangin

SIDOARJO – Kabar mengenai kondisi Muhammad Haidar Dhanu Abrisam penderita atresia ani atau tidak memiliki lubang anus, terdengar Menteri Sosial Tri Rismaharini. Senin (14/2) mantan Wali Kota Surabaya tersebut didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor turun meninjau langsung kondisi bayi yang masih berusia dua tahun itu.

Risma mendengar kabar tersebut dari program media scanning di Kemensos, yang setiap hari memantau pemberitaan terutama terkait kemanusiaan. Dari sana ia mengetahui adanya balita di Sidoarjo yang memiliki kelainan atresia ani dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami setiap hari melakukan media scanning untuk memantau berita. Salah satunya menemukan masalah di anak Haidar dan turun membantu,” ujar Risma usai mengunjungi kediaman Haidar di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menyampaikan pihaknya akan memantau terus perkembangan Haidar hingga sembuh. Karena penyembuhannya membutuhkan proses sekitar empat bulan.

“Proses yang harus dilalui fase pertama kemarin sudah dilakukan operasi, tapi memang untuk anus buatan ini butuh waktu dan dalam waktu 4-5 bulan ke depan akan dilakukan operasi lagi,” ujarnya.

Muhdlor menegaskan Pemkab Sidoarjo akan membantu biaya operasional orang tua selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Setelah proses medis selesai maka faktor-faktor lain yang harus diperhatikan termasuk salah satunya adalah biaya operasional. Misalnya biaya operasional saat menunggu di rumah sakit, ini yang membutuhkan uluran kita semua,” katanya.

Haidar sudah menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Operasi yang dijalani merupakan operasi pertama dari rencana dua kali operasi yang sudah diagendakan.

Anak pasangan Hafid Nurussoba, 41, dan Nurul Hidayati, 40, itu dijadwalkan menjalani operasi kedua pada bulan Mei-Juni di RS dr. Soetomo Surabaya.

“Operasi pertama sudah selesai pada 28 Januari 2022, ini disuruh menungggu 4-5 bulan lagi untuk operasi lanjutan. Perkiraan bulan Mei atau Juni,” kata Nurul Hidayati.

Menurut penjelasan dari pihak RS. dr. Soetomo yang diterima Nurul, operasi yang kedua untuk pembuatan anus buatan. Operasi itu merupakan operasi terakhir.

Dia berharap setelah dilakukan operasi yang kedua, anaknya bisa buang air besar secara normal. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang sudah membantu memfasilitasi pengobatan Haidar sampai akhirnya mendapatkan penanganan operasi di RS. dr. Soetomo.

“Pemkab Sidoarjo selain memberikan bantuan berupa uang dan sembako juga ikut mengawal anak kami Haidar sampai proses operasi. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari Pemkab Sidoarjo,” ucap Nurul. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Kabar mengenai kondisi Muhammad Haidar Dhanu Abrisam penderita atresia ani atau tidak memiliki lubang anus, terdengar Menteri Sosial Tri Rismaharini. Senin (14/2) mantan Wali Kota Surabaya tersebut didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor turun meninjau langsung kondisi bayi yang masih berusia dua tahun itu.

Risma mendengar kabar tersebut dari program media scanning di Kemensos, yang setiap hari memantau pemberitaan terutama terkait kemanusiaan. Dari sana ia mengetahui adanya balita di Sidoarjo yang memiliki kelainan atresia ani dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami setiap hari melakukan media scanning untuk memantau berita. Salah satunya menemukan masalah di anak Haidar dan turun membantu,” ujar Risma usai mengunjungi kediaman Haidar di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menyampaikan pihaknya akan memantau terus perkembangan Haidar hingga sembuh. Karena penyembuhannya membutuhkan proses sekitar empat bulan.

“Proses yang harus dilalui fase pertama kemarin sudah dilakukan operasi, tapi memang untuk anus buatan ini butuh waktu dan dalam waktu 4-5 bulan ke depan akan dilakukan operasi lagi,” ujarnya.

Muhdlor menegaskan Pemkab Sidoarjo akan membantu biaya operasional orang tua selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Setelah proses medis selesai maka faktor-faktor lain yang harus diperhatikan termasuk salah satunya adalah biaya operasional. Misalnya biaya operasional saat menunggu di rumah sakit, ini yang membutuhkan uluran kita semua,” katanya.

Haidar sudah menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Operasi yang dijalani merupakan operasi pertama dari rencana dua kali operasi yang sudah diagendakan.

Anak pasangan Hafid Nurussoba, 41, dan Nurul Hidayati, 40, itu dijadwalkan menjalani operasi kedua pada bulan Mei-Juni di RS dr. Soetomo Surabaya.

“Operasi pertama sudah selesai pada 28 Januari 2022, ini disuruh menungggu 4-5 bulan lagi untuk operasi lanjutan. Perkiraan bulan Mei atau Juni,” kata Nurul Hidayati.

Menurut penjelasan dari pihak RS. dr. Soetomo yang diterima Nurul, operasi yang kedua untuk pembuatan anus buatan. Operasi itu merupakan operasi terakhir.

Dia berharap setelah dilakukan operasi yang kedua, anaknya bisa buang air besar secara normal. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang sudah membantu memfasilitasi pengobatan Haidar sampai akhirnya mendapatkan penanganan operasi di RS. dr. Soetomo.

“Pemkab Sidoarjo selain memberikan bantuan berupa uang dan sembako juga ikut mengawal anak kami Haidar sampai proses operasi. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari Pemkab Sidoarjo,” ucap Nurul. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/