alexametrics
27 C
Sidoarjo
Sunday, 29 May 2022

Operasional BRT Belum Jelas, Halte Terbengkalai

SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo sempat memiliki transportasi publik andalan. Namanya Bus Rapid Transit (BRT). Tapi, nasib kendaraan yang juga dikenal sebagai Bus Trans Sidoarjo (BTS) kini belum jelas.

Selama pandemi Covid-19, bus yang diresmikan sejak 2015 itu sudah tidak beroperasi. Penumpangnya anjlok, karena memang aturan mobilitas masyarakat dengan kendaraan umum saat itu cukup ketat.

Saat ini kasus Covid-19 mulai terkendali. Kegiatan masyarakat mulai berangsur pulih. Tapi, kelanjutan operasional bus berwarna biru itu belum pasti. “Kami masih akan agendakan pembahasannya bagaimana ke depannya,” kata Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Rochjadi, Selasa (12/10).

Bus itu sebenarnya ada sekitar 30 armada. Melayani masyarakat dengan rute Terminal Porong-Porong-Tanggulangin-Candi–Sunandar PS-Diponegoro-Pahlawan-Tol Sidoarjo-Tol Waru-Terminal Purabaya.

Masyarakat yang ingin naik bus itu bisa menunggu di sejumlah halte yang telah disiapkan. Karena bus tidak beroperasi, kini halte itu juga mangkrak.

Di lain pihak, Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih sebenarnya juga sempat mendorong agar BRT bisa kembali beroperasi. Pertimbangannya juga karena untuk memanfaatkan aset halte yang sudah dibangun. “Tentu sambil dibenahi sarana transportasinya,” terang politikus Nasdem itu.

Transportasi publik menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan masyarakat. Dengan transportasi publik yang nyaman akan digemari warga. Sehingga akan membantu mengurai kemacetan. Volume kendaraan di jalan raya berkurang Karena masyarakat banyak yang memakai transportasi publik. (son/nis)

SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo sempat memiliki transportasi publik andalan. Namanya Bus Rapid Transit (BRT). Tapi, nasib kendaraan yang juga dikenal sebagai Bus Trans Sidoarjo (BTS) kini belum jelas.

Selama pandemi Covid-19, bus yang diresmikan sejak 2015 itu sudah tidak beroperasi. Penumpangnya anjlok, karena memang aturan mobilitas masyarakat dengan kendaraan umum saat itu cukup ketat.

Saat ini kasus Covid-19 mulai terkendali. Kegiatan masyarakat mulai berangsur pulih. Tapi, kelanjutan operasional bus berwarna biru itu belum pasti. “Kami masih akan agendakan pembahasannya bagaimana ke depannya,” kata Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Rochjadi, Selasa (12/10).

Bus itu sebenarnya ada sekitar 30 armada. Melayani masyarakat dengan rute Terminal Porong-Porong-Tanggulangin-Candi–Sunandar PS-Diponegoro-Pahlawan-Tol Sidoarjo-Tol Waru-Terminal Purabaya.

Masyarakat yang ingin naik bus itu bisa menunggu di sejumlah halte yang telah disiapkan. Karena bus tidak beroperasi, kini halte itu juga mangkrak.

Di lain pihak, Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih sebenarnya juga sempat mendorong agar BRT bisa kembali beroperasi. Pertimbangannya juga karena untuk memanfaatkan aset halte yang sudah dibangun. “Tentu sambil dibenahi sarana transportasinya,” terang politikus Nasdem itu.

Transportasi publik menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan masyarakat. Dengan transportasi publik yang nyaman akan digemari warga. Sehingga akan membantu mengurai kemacetan. Volume kendaraan di jalan raya berkurang Karena masyarakat banyak yang memakai transportasi publik. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/