alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Masuk 50 Persen, Ruang Kelas Boleh Pakai AC dan Kipas Angin

SIDOARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo mengumpulkan kepala SMP negeri dan swasta membahas persiapan pembelajaran tatap, kemarin (12/8). Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, juga dilibatkan untuk memberikan saran.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad menyarankan, guru dan siswa dalam waktu tertentu di sela-sela pembelajaran, melakukan caring atau berjemur di bawah sinar matahari. Dilakukan selama 15 menit, maksimal 30 menit. Antara pukul 08.00 hingga 10.00.

Masuk gerbang sekolah yang terpenting, setelah cek suhu tubuh aman, harus cuci tangan. Kemudian masuk kelas. Masker wajib digunakan guru dan siswa. Ruang kelas boleh tetap memakai AC dan kipas angin. “Tapi seluruh pintu dan jendela harus terbuka agar cahaya matahari bisa masuk,” ujarnya.

Abdillah menyarankan sekolah harus mendirikan satgas yang terdiri atas unsur kesehatan dan keamanan. Salah satu untuk unsur kesehatan minimal sekolah harus memiliki nomor kontak puskesmas terdekat. Fungsinya agar segera cepat tanggap menghubungi puskesmas.

Kepala bidang SMP Dikbud Sidoarjo Rudi Pujiantoro mengatakan, sekolah sudah diperbolehkan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk membeli APD sederhana dan perlengkapan kesehatan lain mencegah Covid-19.

Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi menjelaskan, zona kuning bisa memulai pembelajaran tatap muka. Yang diutamakan membuka sekolah di daerah yang aman. Tidak ada lagi kasus konfirmasi positif. “Sehingga tidak bisa dipukul rata,” tegasnya.

Aturan ketat tetap harus diterapkan. Diawali dengan melakukan simulasi. Bisa atau tidak 50 persen saja yang masuk. Di setiap kelas juga harus siap alat cuci tangan dan pengecekan suhu. “Kalau agak sakit, diminta pulang saja, tugasnya nanti dulu, utamakan keselamatan kesehatan,” terang mantan Kadishub itu.

Sewaktu-waktu Sidoarjo sudah zona kuning atau hijau, sekolah sudah siap. Gambarannya, jika nanti masuk, maksimal belajar tiga jam. Masuk dan keluar sekolah bergantian. Kantin tutup dan tidak ada waktu istirahat. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo mengumpulkan kepala SMP negeri dan swasta membahas persiapan pembelajaran tatap, kemarin (12/8). Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, juga dilibatkan untuk memberikan saran.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad menyarankan, guru dan siswa dalam waktu tertentu di sela-sela pembelajaran, melakukan caring atau berjemur di bawah sinar matahari. Dilakukan selama 15 menit, maksimal 30 menit. Antara pukul 08.00 hingga 10.00.

Masuk gerbang sekolah yang terpenting, setelah cek suhu tubuh aman, harus cuci tangan. Kemudian masuk kelas. Masker wajib digunakan guru dan siswa. Ruang kelas boleh tetap memakai AC dan kipas angin. “Tapi seluruh pintu dan jendela harus terbuka agar cahaya matahari bisa masuk,” ujarnya.

Abdillah menyarankan sekolah harus mendirikan satgas yang terdiri atas unsur kesehatan dan keamanan. Salah satu untuk unsur kesehatan minimal sekolah harus memiliki nomor kontak puskesmas terdekat. Fungsinya agar segera cepat tanggap menghubungi puskesmas.

Kepala bidang SMP Dikbud Sidoarjo Rudi Pujiantoro mengatakan, sekolah sudah diperbolehkan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk membeli APD sederhana dan perlengkapan kesehatan lain mencegah Covid-19.

Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi menjelaskan, zona kuning bisa memulai pembelajaran tatap muka. Yang diutamakan membuka sekolah di daerah yang aman. Tidak ada lagi kasus konfirmasi positif. “Sehingga tidak bisa dipukul rata,” tegasnya.

Aturan ketat tetap harus diterapkan. Diawali dengan melakukan simulasi. Bisa atau tidak 50 persen saja yang masuk. Di setiap kelas juga harus siap alat cuci tangan dan pengecekan suhu. “Kalau agak sakit, diminta pulang saja, tugasnya nanti dulu, utamakan keselamatan kesehatan,” terang mantan Kadishub itu.

Sewaktu-waktu Sidoarjo sudah zona kuning atau hijau, sekolah sudah siap. Gambarannya, jika nanti masuk, maksimal belajar tiga jam. Masuk dan keluar sekolah bergantian. Kantin tutup dan tidak ada waktu istirahat. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/