alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Komisi D DPRD Sidoarjo Desak Pembangunan RS Darurat

SIDOARJO – Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak agar Pemkab Sidoarjo segera membangun rumah sakit (RS) Darurat. Hal itu untuk menampung sejumlah pasien yang sekarang sulit mendapatkan perawatan di RS karena penuh.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, kemarin (12/7). “Apapun bentuknya memang harus segera ada. Karena sejumlah RS rujukan sudah tidak bisa menampung pasien,” katanya.

Desakan pembangunan RS darurat itu juga mempertimbangkan keluhan warga yang saat ini kesulitan untuk mendapatkan perawatan di RS. Baik pasien Covid-19 atapun pasien dengan penyakit lainnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, dari segi anggaran sebenarnya untuk kebutuhan pembangunan RS darurat masih bisa diusahkan. Termasuk sarana dan prasarananya. “Kendala paling besar ada di tenaga kesehatannya,” imbuhnya.
Diharapkan pemkab dapat merespon terkait keberadaan RS darurat. Sehingga masyarakat yang sakit karena Covid-19 dapat tertangani dengan baik.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Sidoarjo M Ainur Rohman menyatakan, dalam waktu dekat masih belum ada rencana untuk pembangunan RS darurat. “Sementara masih belum ada untuk mendirikan RS darurat,” katanya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sidoarjo, M Athoillah mengungkapkan, jika kondisi ruang perawatan ataupun bed isolasi yang ada di RS rujukan di Sidoarjo memang sudah kritis. “Sudah penuh. Fenomena ini tidak hanya di Sidoarjo saja. Tapi di semua kota juga,” sebutnya.

Jika dihitung, jumlah RS rujukan di Sidoarjo totalnya 19. Dan jumlah bed yang tersedia untuk menampung pasien Covid-19 totalnya ada 1025 bed. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak agar Pemkab Sidoarjo segera membangun rumah sakit (RS) Darurat. Hal itu untuk menampung sejumlah pasien yang sekarang sulit mendapatkan perawatan di RS karena penuh.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, kemarin (12/7). “Apapun bentuknya memang harus segera ada. Karena sejumlah RS rujukan sudah tidak bisa menampung pasien,” katanya.

Desakan pembangunan RS darurat itu juga mempertimbangkan keluhan warga yang saat ini kesulitan untuk mendapatkan perawatan di RS. Baik pasien Covid-19 atapun pasien dengan penyakit lainnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, dari segi anggaran sebenarnya untuk kebutuhan pembangunan RS darurat masih bisa diusahkan. Termasuk sarana dan prasarananya. “Kendala paling besar ada di tenaga kesehatannya,” imbuhnya.
Diharapkan pemkab dapat merespon terkait keberadaan RS darurat. Sehingga masyarakat yang sakit karena Covid-19 dapat tertangani dengan baik.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Sidoarjo M Ainur Rohman menyatakan, dalam waktu dekat masih belum ada rencana untuk pembangunan RS darurat. “Sementara masih belum ada untuk mendirikan RS darurat,” katanya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sidoarjo, M Athoillah mengungkapkan, jika kondisi ruang perawatan ataupun bed isolasi yang ada di RS rujukan di Sidoarjo memang sudah kritis. “Sudah penuh. Fenomena ini tidak hanya di Sidoarjo saja. Tapi di semua kota juga,” sebutnya.

Jika dihitung, jumlah RS rujukan di Sidoarjo totalnya 19. Dan jumlah bed yang tersedia untuk menampung pasien Covid-19 totalnya ada 1025 bed. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/