alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Air Laut Pasang, Pemkab Sidoarjo Siagakan Pompa Air Antisipasi Banjir

SIDOARJO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memprakirakan air laut pasang hingga 23 Juni mendatang. Sejumlah wilayah pun berpotensi terjadi banjir rob. Termasuk Sidoarjo.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi. Sebab jika air laut pasang dan masuk ke daratan hingga sejauh 18 km, maka air akan menggenangi permukiman warga.

Pihaknya juga sudah menyiagakan rumah pompa dan pompa air portable di beberapa titik yang berpotensi tergenang air. Seperti di Kecamatan Tanggulangin. Selain itu juga akan membuat kolam retensi untuk penanganan jangka panjangnya.

Ditambah lagi musim hujan yang ternyata belum selesai. Senin (13/6) pagi hujan masih mengguyur beberapa lokasi. Seperti di Kecamatan Waru. ”Tepatnya di Tropodo dan Pondok Tjandra,” katanya.

Genangan air pun sempat terlihat di beberapa ruas jalan. ”Kami langsung operasikan pompa air untuk menyedot genangan,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat ikut berperan serta megantisipasi genangan. Caranya dengan tidak membuang sampah ke sungai. Sebab 75 persen sampah yang dibuang ke sungai adalah sampah yang sulit terurai. Sampah-sampah ini akhirnya turun ke dasar sungai dan menyebabkan sedimentasi.

Aliran sungai pun terhambat dan sungai tidak mampu menampung lebih banyak air hujan. Hal tersebut yang menyebabkan genangan baik di jalan raya maupun di permukiman warga. (nis/vga)

SIDOARJO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memprakirakan air laut pasang hingga 23 Juni mendatang. Sejumlah wilayah pun berpotensi terjadi banjir rob. Termasuk Sidoarjo.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi. Sebab jika air laut pasang dan masuk ke daratan hingga sejauh 18 km, maka air akan menggenangi permukiman warga.

Pihaknya juga sudah menyiagakan rumah pompa dan pompa air portable di beberapa titik yang berpotensi tergenang air. Seperti di Kecamatan Tanggulangin. Selain itu juga akan membuat kolam retensi untuk penanganan jangka panjangnya.

Ditambah lagi musim hujan yang ternyata belum selesai. Senin (13/6) pagi hujan masih mengguyur beberapa lokasi. Seperti di Kecamatan Waru. ”Tepatnya di Tropodo dan Pondok Tjandra,” katanya.

Genangan air pun sempat terlihat di beberapa ruas jalan. ”Kami langsung operasikan pompa air untuk menyedot genangan,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat ikut berperan serta megantisipasi genangan. Caranya dengan tidak membuang sampah ke sungai. Sebab 75 persen sampah yang dibuang ke sungai adalah sampah yang sulit terurai. Sampah-sampah ini akhirnya turun ke dasar sungai dan menyebabkan sedimentasi.

Aliran sungai pun terhambat dan sungai tidak mampu menampung lebih banyak air hujan. Hal tersebut yang menyebabkan genangan baik di jalan raya maupun di permukiman warga. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/