alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Selesaikan Konflik Pertanahan Kucurkan Rp 2,5 Miliar

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menganggarkan dana Rp 2,5 miliar untuk bantuan pengukuran tanah pada program Pendaftaran Tanah Sertifikasi Lengkap (PTSL) di Badan Pertanahan Negara (BPN). Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat menghadiri pembagian sertifikat tanah warga Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Jumat (9/4).

“Selama ini anggaran PTSL hanya dari pusat. Saya ingin konflik permasalahan tanah dan saya ingin permasalahan obyek tanah di Kabupaten Sidoarjo selesai,” kata Subandi.

Desa Pabean Kecamatan Sedati ini mengawali pembagian sertifikat PTSL di tahun 2021 ini. Permohonan PTSL Desa Pabean ada 1510 bidang tanah. Kemarin dilakukan penyerahan 403 sertifikat bidang tanah. Sedangkan sertifikat yang masih dalam proses 1107.

“Perlu saya sampaikan pada BPN, harapan saya PTSL terus dilanjutkan Pemkab Sidoarjo,” harap Mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini.

Menurutnya dengan anggaran maksimal seluruh bidang tanah yang belum bersertifikat di Kota Delta akan mendapat sertifikat dari PTSL BPN. “Yang belum menerima akan kita kawal. Tidak hanya di Sedati tapi juga seluruh Sidoarjo,” tegasnya.

Wabup Subandi menegaskan pada camat se Sidoarjo untuk terus mensosialisasikan persyaratan mendapatkan sertifikat tanah pada kepala desa dan panitia. Jangan sampai program dari pemerintah terhambat akibat tidak pahamnya para pemangku kepentingan tentang persyaratan menyelesaikan PTSL cepat, akurat dan transparan.

Subandi yang juga mantan Kades Pabean ini menilai apabila PTSL bisa berjalan, peningkatan juga ekonomi akan bangkit. Ia meminta BPN mempermudah kepengurusan sertifikat asalkan status tanah tersebut jelas. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menganggarkan dana Rp 2,5 miliar untuk bantuan pengukuran tanah pada program Pendaftaran Tanah Sertifikasi Lengkap (PTSL) di Badan Pertanahan Negara (BPN). Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat menghadiri pembagian sertifikat tanah warga Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Jumat (9/4).

“Selama ini anggaran PTSL hanya dari pusat. Saya ingin konflik permasalahan tanah dan saya ingin permasalahan obyek tanah di Kabupaten Sidoarjo selesai,” kata Subandi.

Desa Pabean Kecamatan Sedati ini mengawali pembagian sertifikat PTSL di tahun 2021 ini. Permohonan PTSL Desa Pabean ada 1510 bidang tanah. Kemarin dilakukan penyerahan 403 sertifikat bidang tanah. Sedangkan sertifikat yang masih dalam proses 1107.

“Perlu saya sampaikan pada BPN, harapan saya PTSL terus dilanjutkan Pemkab Sidoarjo,” harap Mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini.

Menurutnya dengan anggaran maksimal seluruh bidang tanah yang belum bersertifikat di Kota Delta akan mendapat sertifikat dari PTSL BPN. “Yang belum menerima akan kita kawal. Tidak hanya di Sedati tapi juga seluruh Sidoarjo,” tegasnya.

Wabup Subandi menegaskan pada camat se Sidoarjo untuk terus mensosialisasikan persyaratan mendapatkan sertifikat tanah pada kepala desa dan panitia. Jangan sampai program dari pemerintah terhambat akibat tidak pahamnya para pemangku kepentingan tentang persyaratan menyelesaikan PTSL cepat, akurat dan transparan.

Subandi yang juga mantan Kades Pabean ini menilai apabila PTSL bisa berjalan, peningkatan juga ekonomi akan bangkit. Ia meminta BPN mempermudah kepengurusan sertifikat asalkan status tanah tersebut jelas. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/