alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pengawasan PKL di Taman Pinang Perlu Dilanjutkan

SIDOARJO – Setelah penertiban pedagang di sepanjang ruas jalan perumahan Taman Pinang Indah (TPI), ternyata masih banyak yang kembali. Untuk itu dewan menilai pengawasan perlu diperketat. Agar tidak merusak apa yang sudah diperbaiki.

Menurut pantauan di lapangan, Minggu (13/3) pagi ruas jalan perumahan TPI kembali penuh. Tampak antrean kendaraan dan di sisi kanan kirinya dipenuhi pedagang

Selain itu, tidak hanya penertiban, pemkab juga membenahi sejumlah fasilitas yang rusak. Seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di tepi jalan. Kemudian juga dipasang pagar pembatas. Bahkan Sabtu (12/3) lalu juga dilakukan pembersihan saluran.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, pengawasan memang perlu dilakukan secara ketat. Paling tidak selama beberapa bulan setelah penertiban. “Agar pedagang tahu, bahwa penertiban ini serius, tidak hanya sesaat saja,” katanya.

Jika memang ada toleransi untuk berjualan saat Minggu pagi, tetap harus ada petugas yang berjaga. Tujuannya untuk memastikan pedagang berjualan dengan tertib. “Jangan sampai merusak apa yang sudah diperbaiki,” imbuhnya.

Menurut dia, langkah pemkab untuk menertibkan lokasi tersebut sudah sangat bagus. Ditambah lagi dengan adanya perawatan. Setelah penertiban pedagang, pemkab banyak menuai tanggapan positif. Baik dari pengguna jalan maupun penduduk perumahan.

Kondisi tersebut, menurut Suyarno, harus dipertahankan. Jangan sampai lengah. Sebab dikhawatirkan, jika dibiarkan nantinya akan muncul lagi. “Awalnya satu dua pedagang, karena dibiarkan, lama-lama bisa penuh lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sidoarjo M Bahrul Amig mengatakan, untuk sementara pada Minggu para pedagang diberi kelonggaran berjualan hingga pukul 12.00. Syaratnya, kondisi lingkungan harus dibersihkan kembali. (nis/vga)

SIDOARJO – Setelah penertiban pedagang di sepanjang ruas jalan perumahan Taman Pinang Indah (TPI), ternyata masih banyak yang kembali. Untuk itu dewan menilai pengawasan perlu diperketat. Agar tidak merusak apa yang sudah diperbaiki.

Menurut pantauan di lapangan, Minggu (13/3) pagi ruas jalan perumahan TPI kembali penuh. Tampak antrean kendaraan dan di sisi kanan kirinya dipenuhi pedagang

Selain itu, tidak hanya penertiban, pemkab juga membenahi sejumlah fasilitas yang rusak. Seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di tepi jalan. Kemudian juga dipasang pagar pembatas. Bahkan Sabtu (12/3) lalu juga dilakukan pembersihan saluran.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, pengawasan memang perlu dilakukan secara ketat. Paling tidak selama beberapa bulan setelah penertiban. “Agar pedagang tahu, bahwa penertiban ini serius, tidak hanya sesaat saja,” katanya.

Jika memang ada toleransi untuk berjualan saat Minggu pagi, tetap harus ada petugas yang berjaga. Tujuannya untuk memastikan pedagang berjualan dengan tertib. “Jangan sampai merusak apa yang sudah diperbaiki,” imbuhnya.

Menurut dia, langkah pemkab untuk menertibkan lokasi tersebut sudah sangat bagus. Ditambah lagi dengan adanya perawatan. Setelah penertiban pedagang, pemkab banyak menuai tanggapan positif. Baik dari pengguna jalan maupun penduduk perumahan.

Kondisi tersebut, menurut Suyarno, harus dipertahankan. Jangan sampai lengah. Sebab dikhawatirkan, jika dibiarkan nantinya akan muncul lagi. “Awalnya satu dua pedagang, karena dibiarkan, lama-lama bisa penuh lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sidoarjo M Bahrul Amig mengatakan, untuk sementara pada Minggu para pedagang diberi kelonggaran berjualan hingga pukul 12.00. Syaratnya, kondisi lingkungan harus dibersihkan kembali. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/