alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Bupati Muhdlor Pimpin Langsung Pembongkaran Eks Kantor Desa Suko

SIDOARJO – Komitmen Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama Forkopimda salah satunya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga. Hal itu dilakukan dengan mewujudkan kondisi yang bebas macet. Nah, untuk merealisasikannya, Pemkab Sidoarjo bakal melakukan pelebaran jalan di Jalan Raya Suko Kecamatan Sidoarjo.

Sebanyak 65 pedagang pasar Desa Suko tersebut harus direlokasi ke pasar sayur yang lokasinya tidak jauh dari sana. Sementara itu bangunan yang dipakai berjualan selama ini merupakan eks balai desa harus dirobohkan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memimpin langsung pembongkaran bangunan tersebut, Jumat (12/11). Menurutnya, Jalan Raya Suko yang jalurnya menyempit di pertigaan menuju arah Wonoayu dan Candi itu sering mengakibatkan macet hampir di sepanjang waktu. Karena itu, di tahap pertama ini dilakukan penertiban eks kantor Desa Suko.

“Tahun 1997 sudah ada SK dan ada bentuk kerjasama di sana. Ada perbedaan pemanfaatan di tahun itu dan tahun sekarang. Maka kita ambil keputusan perobohan ini untuk kemudian bisa mengurai kemacetan,” katanya.

Bupati yang akrab disapa gus Muhdlor ini mengawali pembongkaran dengan berdialog intens dengan sejumlah pedagang yang menempati bangunan tersebut. Dirinya menjelaskan tujuan pembongkaran ini adalah untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi. Pedagang pun dengan sukarela mengikuti arahan bupati muda itu.

“Pelebaran jalan seperti ini untuk kepentingan umum yang lebih besar, karenanya pemindahan pedagang pasar yang terdampak dengan berat hati harus dilakukan,” katanya.

Pemindahan pedagang ini, imbuh Muhdlor, hanya sementara. Tahun depan Pemkab Sidoarjo akan membuat Pasar Suko yang lebih representatif. Pasar tersebut nantinya akan dikelola pemerintah Desa Suko melalui BUMDes.

Diharapkan berdirinya pasar yang lebih baik tersebut nantinya menjadi pasar percontohan BUMDes di Sidoarjo.

“Akan kita bantu anggarkan pembangunan pasar desa yang modern. Lebih besar, representatif dan bukan jadi sumber kemacetan,” jelasnya.

Selain menertibkan pedagang, sejumlah utilitas seperti tiang listrik dan kabel-kabel jaringan internet yang terlihat tidak beraturan akan dirapikan. Maka bersamaan dengan pembongkaran eks kantor Desa Suko kemarin, Muhldor turut menghadirkan perwakilan dari Telkom dan PLN.

Kepala Desa Suko Sabari menjelaskan, proses relokasi 65 pedagang sudah berlangsung selama satu pekan. Terkait dengan rencana pembangunan pasar desa yang baru, pasar tersebut bakal dibangun di sekitar lapangan desa.

“Suko punya dua lapangan. Yang satu sudah tidak terpakai. Ini akan kita bangun sebagai lahan pasar. Seluruh pedagang semuanya pindah ke sana,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Komitmen Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama Forkopimda salah satunya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga. Hal itu dilakukan dengan mewujudkan kondisi yang bebas macet. Nah, untuk merealisasikannya, Pemkab Sidoarjo bakal melakukan pelebaran jalan di Jalan Raya Suko Kecamatan Sidoarjo.

Sebanyak 65 pedagang pasar Desa Suko tersebut harus direlokasi ke pasar sayur yang lokasinya tidak jauh dari sana. Sementara itu bangunan yang dipakai berjualan selama ini merupakan eks balai desa harus dirobohkan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memimpin langsung pembongkaran bangunan tersebut, Jumat (12/11). Menurutnya, Jalan Raya Suko yang jalurnya menyempit di pertigaan menuju arah Wonoayu dan Candi itu sering mengakibatkan macet hampir di sepanjang waktu. Karena itu, di tahap pertama ini dilakukan penertiban eks kantor Desa Suko.

“Tahun 1997 sudah ada SK dan ada bentuk kerjasama di sana. Ada perbedaan pemanfaatan di tahun itu dan tahun sekarang. Maka kita ambil keputusan perobohan ini untuk kemudian bisa mengurai kemacetan,” katanya.

Bupati yang akrab disapa gus Muhdlor ini mengawali pembongkaran dengan berdialog intens dengan sejumlah pedagang yang menempati bangunan tersebut. Dirinya menjelaskan tujuan pembongkaran ini adalah untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi. Pedagang pun dengan sukarela mengikuti arahan bupati muda itu.

“Pelebaran jalan seperti ini untuk kepentingan umum yang lebih besar, karenanya pemindahan pedagang pasar yang terdampak dengan berat hati harus dilakukan,” katanya.

Pemindahan pedagang ini, imbuh Muhdlor, hanya sementara. Tahun depan Pemkab Sidoarjo akan membuat Pasar Suko yang lebih representatif. Pasar tersebut nantinya akan dikelola pemerintah Desa Suko melalui BUMDes.

Diharapkan berdirinya pasar yang lebih baik tersebut nantinya menjadi pasar percontohan BUMDes di Sidoarjo.

“Akan kita bantu anggarkan pembangunan pasar desa yang modern. Lebih besar, representatif dan bukan jadi sumber kemacetan,” jelasnya.

Selain menertibkan pedagang, sejumlah utilitas seperti tiang listrik dan kabel-kabel jaringan internet yang terlihat tidak beraturan akan dirapikan. Maka bersamaan dengan pembongkaran eks kantor Desa Suko kemarin, Muhldor turut menghadirkan perwakilan dari Telkom dan PLN.

Kepala Desa Suko Sabari menjelaskan, proses relokasi 65 pedagang sudah berlangsung selama satu pekan. Terkait dengan rencana pembangunan pasar desa yang baru, pasar tersebut bakal dibangun di sekitar lapangan desa.

“Suko punya dua lapangan. Yang satu sudah tidak terpakai. Ini akan kita bangun sebagai lahan pasar. Seluruh pedagang semuanya pindah ke sana,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/