alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Masih Bertahan di Zona Oranye, Sepekan 70 Kasus Baru

SIDOARJO – Target dua pekan untuk bisa menuju zona kuning Covid-19 belum terwujud. Sidoarjo hingga kini masih berada di zona oranye Covid-19. Hingga kemarin pertambahan kasus konfirmasi positif rata-rata 10-15 orang. Setiap pekan masih 70 kasus baru ditemukan.

Untuk menjadi zona kuning, pertambahannya tidak boleh lebih dari 70 kasus anyar dalam sepekan. Artinya, dalam kurun sehari, kasus baru maksimal hanya 10 orang.

“Kami masih gencar testing dan tracing. Semakin banyak ditracing maka kasus baru selalu ditemukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman kepada Radar Sidoarjo.

Syaf mengakui ada beberapa faktor yang menjadikan zona Sidoarjo belum berubah. Mulai angka pertambahan kasus positif hingga yang dirawat di rumah sakit belum memenuhi batas minimal yang ditentukan. Faktor lainnya, angka kematian.

Menurutnya, angka yang meninggal sudah menurun. Bahkan, pernah sehari tidak ada warga yang meninggal. ’’Angka kesembuhan juga lebih tinggi dibandingkan pertambahan,’’ lanjut Syaf.

Sementara itu, dari data update Covid-19 yang dikeluarkan Dinkes Sidoarjo, hanya tersisa dua kecamatan yang masih berisiko sedang atau berada di kategori zona oranye penularan Covid-19. Yakni Kecamatan Tarik dan Balongbendo.

Sedangkan 16 kecamatan lainnya sudah masuk zona kuning. Syaf menegaskan warga Kota Delta tidak boleh kendor menerapkan, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Target dua pekan untuk bisa menuju zona kuning Covid-19 belum terwujud. Sidoarjo hingga kini masih berada di zona oranye Covid-19. Hingga kemarin pertambahan kasus konfirmasi positif rata-rata 10-15 orang. Setiap pekan masih 70 kasus baru ditemukan.

Untuk menjadi zona kuning, pertambahannya tidak boleh lebih dari 70 kasus anyar dalam sepekan. Artinya, dalam kurun sehari, kasus baru maksimal hanya 10 orang.

“Kami masih gencar testing dan tracing. Semakin banyak ditracing maka kasus baru selalu ditemukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman kepada Radar Sidoarjo.

Syaf mengakui ada beberapa faktor yang menjadikan zona Sidoarjo belum berubah. Mulai angka pertambahan kasus positif hingga yang dirawat di rumah sakit belum memenuhi batas minimal yang ditentukan. Faktor lainnya, angka kematian.

Menurutnya, angka yang meninggal sudah menurun. Bahkan, pernah sehari tidak ada warga yang meninggal. ’’Angka kesembuhan juga lebih tinggi dibandingkan pertambahan,’’ lanjut Syaf.

Sementara itu, dari data update Covid-19 yang dikeluarkan Dinkes Sidoarjo, hanya tersisa dua kecamatan yang masih berisiko sedang atau berada di kategori zona oranye penularan Covid-19. Yakni Kecamatan Tarik dan Balongbendo.

Sedangkan 16 kecamatan lainnya sudah masuk zona kuning. Syaf menegaskan warga Kota Delta tidak boleh kendor menerapkan, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/