alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tiadakan Salat Idul Adha Berjamaah di Masjid

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mengeluarkan petunjuk pelaksanaan malam takbiran, salat Idul Adha, dan petunjuk teknis pelaksanaan kurban tahun ini. Salah satu poinnya meniadakan salat Idul Adha berjamaah di masjid.

“Salat Idul Adha 20 Juli dapat dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai rukun sahnya,” ungkap Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, Minggu (11/7).

Adapun landasan surat edaran (SE) itu yakni Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2021, SE Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021, SE Gubernur Jatim Nomor 451/14901/012.1/2021.

“Pelaksanaan ibadah mengacu SE Gubernur Jawa Timur yang dimaksud,” imbuhnya.

Selain itu pelaksanaan malam takbiran di masjid atau musala dapat dilakukan dengan audio visual dan tidak mengundang jamaah. Takbir keliling arak-arakan dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan juga ditiadakan.

Selanjutnya, penyembelian hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih.

Penyembelian hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari. Yakni pada 11, 12, 13 Dzulhijjah, agar waktu yang dibutuhkan tiap hari tidak terlalu lama yaitu 4-5 jam. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan Ruminasia (RPH-R).

“Pemotongan hewan kurban juga dapat dilakukan di luar RPH-R dengan mematuhi beberapa ketentuan, yaitu penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas serta pihak yang berkurban,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mengeluarkan petunjuk pelaksanaan malam takbiran, salat Idul Adha, dan petunjuk teknis pelaksanaan kurban tahun ini. Salah satu poinnya meniadakan salat Idul Adha berjamaah di masjid.

“Salat Idul Adha 20 Juli dapat dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai rukun sahnya,” ungkap Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, Minggu (11/7).

Adapun landasan surat edaran (SE) itu yakni Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2021, SE Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021, SE Gubernur Jatim Nomor 451/14901/012.1/2021.

“Pelaksanaan ibadah mengacu SE Gubernur Jawa Timur yang dimaksud,” imbuhnya.

Selain itu pelaksanaan malam takbiran di masjid atau musala dapat dilakukan dengan audio visual dan tidak mengundang jamaah. Takbir keliling arak-arakan dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan juga ditiadakan.

Selanjutnya, penyembelian hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih.

Penyembelian hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari. Yakni pada 11, 12, 13 Dzulhijjah, agar waktu yang dibutuhkan tiap hari tidak terlalu lama yaitu 4-5 jam. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan Ruminasia (RPH-R).

“Pemotongan hewan kurban juga dapat dilakukan di luar RPH-R dengan mematuhi beberapa ketentuan, yaitu penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas serta pihak yang berkurban,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/