alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Kematian Meningkat, Operasikan Ekskavator untuk Gali Makam

SIDOARJO – Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo kini mengoperasikan alat berat ekskavator untuk menggali makam pasien Covid-19. Hal itu, dikarenakan kasus kematian Covid-19 meningkat.

Dari pantauan Radar Sidoarjo kemarin (11/7), satu unit ekskavator sudah dioperasikan menggali makam di TMU itu. Lubang kubur juga cepat dihasilkan daripada menggunakan cara manual.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim CKTR Sulaiman mengungkapkan, pengoperasian ekskavator tersebut mulai dilakukan sejak Sabtu (10/7). Tujuannya agar penggalian makam bisa lebih cepat dan efisien. Karena dalam sehari bisa sampai 6-10 pasien Covid-19 dimakamkan di TMU. “Untuk mengefisienkan anggaran juga,” katanya.

Sulaiman menambahkan, untuk saat ini honor tukang gali makam yang sempat tertunda juga telah dibayarkan. “Untuk tukang gali makamnya tetap lima orang. Tentunya dengan penyesuaian honor. Karena sudah ada ekskavator,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, honor tukang gali makam di TMU Delta Praloyo Asri sempat belum dibayarkan selama tujuh bulan. Totalnya mencapai Rp 1,2 miliar. Karena satu tukang gali makam dapat honor tambahan Rp 1 juta untuk satu lubang kubur. Di tempat itu ada 5 penggali makam.

Selain mendapat honor tambahan, sebenarnya para tukang gali makam juga sudah mendapat gaji rutin tiap bulan sebesar Rp 2,2 juta.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso merespon positif penggunaan ekskavatir tersebut. Menurutnya, itu perlu dikombinasikan dengan penggali makam yang ada. “Kalau manual kewalahan, tapi ada juga tahapan pemakaman yang tidak bisa menggunakan alat berat. Soal penurunan honor bisa disepakati bersama,” terangnya. (son/vga)

SIDOARJO – Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo kini mengoperasikan alat berat ekskavator untuk menggali makam pasien Covid-19. Hal itu, dikarenakan kasus kematian Covid-19 meningkat.

Dari pantauan Radar Sidoarjo kemarin (11/7), satu unit ekskavator sudah dioperasikan menggali makam di TMU itu. Lubang kubur juga cepat dihasilkan daripada menggunakan cara manual.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim CKTR Sulaiman mengungkapkan, pengoperasian ekskavator tersebut mulai dilakukan sejak Sabtu (10/7). Tujuannya agar penggalian makam bisa lebih cepat dan efisien. Karena dalam sehari bisa sampai 6-10 pasien Covid-19 dimakamkan di TMU. “Untuk mengefisienkan anggaran juga,” katanya.

Sulaiman menambahkan, untuk saat ini honor tukang gali makam yang sempat tertunda juga telah dibayarkan. “Untuk tukang gali makamnya tetap lima orang. Tentunya dengan penyesuaian honor. Karena sudah ada ekskavator,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, honor tukang gali makam di TMU Delta Praloyo Asri sempat belum dibayarkan selama tujuh bulan. Totalnya mencapai Rp 1,2 miliar. Karena satu tukang gali makam dapat honor tambahan Rp 1 juta untuk satu lubang kubur. Di tempat itu ada 5 penggali makam.

Selain mendapat honor tambahan, sebenarnya para tukang gali makam juga sudah mendapat gaji rutin tiap bulan sebesar Rp 2,2 juta.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso merespon positif penggunaan ekskavatir tersebut. Menurutnya, itu perlu dikombinasikan dengan penggali makam yang ada. “Kalau manual kewalahan, tapi ada juga tahapan pemakaman yang tidak bisa menggunakan alat berat. Soal penurunan honor bisa disepakati bersama,” terangnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/