alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tiga Bulan, Ada 45 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sidoarjo

SIDOARJO – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi. Tahun lalu ada 163 kasus yang dilaporkan ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sedangkan tahun ini sudah ada 45 kasus yang dilaporkan pada Januari hingga Maret.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, saat ini semakin banyak yang sadar untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Dulu baik korban maupun keluarganya tidak berani melapor.

”Apalagi kalau pelakunya adalah orang terdekat korban,” katanya.

Padahal menurut dia, dengan melapor, korban akan mendapatkan perlindungan. Selain itu juga diberikan pendampingan jika ingin meneruskan kasusnya ke ranah hukum.

Untuk itu, Ketua DPRD Sidoarjo Usman menegaskan pihaknya bakal mendukung program perlindungan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak. Kalangan legislatif siap mencukupi anggaran untuk kebutuhan perlindungan dan pendampingan korban.

Dia pun meminta masyarakat Sidoarjo yang menjadi korban kekerasan harus berani melapor. ”Karena ada mediasi yang diberikan, sehingga masalahnya bisa terselesaikan,” ujarnya.
Dengan begitu, harapannya pelaku tidak mengulangi lagi perbuatannya. Tentunya hal itu akan menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. (nis/vga)

SIDOARJO – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi. Tahun lalu ada 163 kasus yang dilaporkan ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sedangkan tahun ini sudah ada 45 kasus yang dilaporkan pada Januari hingga Maret.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, saat ini semakin banyak yang sadar untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Dulu baik korban maupun keluarganya tidak berani melapor.

”Apalagi kalau pelakunya adalah orang terdekat korban,” katanya.

Padahal menurut dia, dengan melapor, korban akan mendapatkan perlindungan. Selain itu juga diberikan pendampingan jika ingin meneruskan kasusnya ke ranah hukum.

Untuk itu, Ketua DPRD Sidoarjo Usman menegaskan pihaknya bakal mendukung program perlindungan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak. Kalangan legislatif siap mencukupi anggaran untuk kebutuhan perlindungan dan pendampingan korban.

Dia pun meminta masyarakat Sidoarjo yang menjadi korban kekerasan harus berani melapor. ”Karena ada mediasi yang diberikan, sehingga masalahnya bisa terselesaikan,” ujarnya.
Dengan begitu, harapannya pelaku tidak mengulangi lagi perbuatannya. Tentunya hal itu akan menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/