alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Waspada Air Laut Pasang, Pompa Air Masih Menyala di Tanggulangin

SIDOARJO – Memasuki musim kemarau, bukan berarti ancaman banjir sudah hilang. Masih ada potensi air laut pasang. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo masih mengoperasikan pompa air.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, saat ini intensitas hujan memang sudah berkurang. Namun, pihaknya tetap waspada. Sebab terkadang wilayah Sidoarjo diguyur hujan pada siang atau sore hari.

Meski curah hujannya tidak terlalu tinggi, pengawasan terhadap debit air di sungai juga terus diperhatikan. Pihaknya juga tetap mengoperasikan pompa air. Salah satunya di sungai Desa Kedungbanteng pada, Selasa (12/4).

Menurut Rizal, selain masih ada potensi hujan, air laut berpotensi mengalami pasang. “Dikhawatirkan pasangnya air laut meluber hingga menyebabkan genangan di permukiman warga,” katanya.

Pengoperasian pompa air tetap dilakukan setiap hari. Namun waktunya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika curah hujan sedang tinggi, maka dioperasikan 24 jam. Tapi kalau cuaca sedang cerah, pompa hanya beroperasi 12 jam.

Rizal menjelaskan, pengoperasian pompa air tersebut akan terus dilakukan. Diperkirakan hingga akhir bulan ini. “Jika nanti sudah masuk musim kemarau, baru pengoperasiannya dihentikan,” pungkasnya.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan, antisipasi banjir tetap harus dilakukan. Apalagi saat ini kondisi cuaca masih pancaroba. Yakni, belum sepenuhnya terjadi musim kemarau. Sehingga, persiapan datangnya hujan deras tetap harus dilakukan. “Lebih baik melakukan persiapan sejak dini,” jelasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Memasuki musim kemarau, bukan berarti ancaman banjir sudah hilang. Masih ada potensi air laut pasang. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo masih mengoperasikan pompa air.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, saat ini intensitas hujan memang sudah berkurang. Namun, pihaknya tetap waspada. Sebab terkadang wilayah Sidoarjo diguyur hujan pada siang atau sore hari.

Meski curah hujannya tidak terlalu tinggi, pengawasan terhadap debit air di sungai juga terus diperhatikan. Pihaknya juga tetap mengoperasikan pompa air. Salah satunya di sungai Desa Kedungbanteng pada, Selasa (12/4).

Menurut Rizal, selain masih ada potensi hujan, air laut berpotensi mengalami pasang. “Dikhawatirkan pasangnya air laut meluber hingga menyebabkan genangan di permukiman warga,” katanya.

Pengoperasian pompa air tetap dilakukan setiap hari. Namun waktunya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika curah hujan sedang tinggi, maka dioperasikan 24 jam. Tapi kalau cuaca sedang cerah, pompa hanya beroperasi 12 jam.

Rizal menjelaskan, pengoperasian pompa air tersebut akan terus dilakukan. Diperkirakan hingga akhir bulan ini. “Jika nanti sudah masuk musim kemarau, baru pengoperasiannya dihentikan,” pungkasnya.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan, antisipasi banjir tetap harus dilakukan. Apalagi saat ini kondisi cuaca masih pancaroba. Yakni, belum sepenuhnya terjadi musim kemarau. Sehingga, persiapan datangnya hujan deras tetap harus dilakukan. “Lebih baik melakukan persiapan sejak dini,” jelasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/