alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Terus Melandai, Pasien Covid-19 di RSUD Sidoarjo Hanya 3 Orang

SIDOARJO – Penyebaran Covid-19 di Sidoarjo terus melandai. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo per 11 November kasus aktif Covid-19 tersisa 12 pasien saja. Dampaknya ruang isolasi di rumah sakit rujukan mulai lengang. Di RSUD Sidoarjo bahkan kemarin hanya merawat tiga orang pasien.

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan menjelaskan, sejak Maret 2020 hingga pertengahan November 2021 ini telah merawat total 10.509 pasien positif Covid-19 dan probable (bergejala dan kontak erat) Covid-19 (selengkapnya baca grafis).

Dokter spesialis paru itu mengatakan, dalam tata kelola manajemen menangani pasien Covid-19, dari pasien yang datang dengan pneumonia dinyatakan sebagai probable Covid-19 dan tetap dirawat di ruang isolasi.

“Selama ini tidak sampai semua positif Covid-19. Dari empat yang masuk ruang isolasi hanya satu yang positif,” katanya.

Dia menambahkan, sekarang tidak ada tren kenaikan kasus Covid-19. Bahkan Selasa (2/11) dan Rabu (3/11) pekan lalu selama dua hari, nol kasus.

“Kemudian naik satu, dua. Hingga hari ini (kemarin, Red) tiga pasien saja,” terangnya.

Ketiga pasien itu menjalani perawatan di ruang isolasi lantai dua gedung mawar merah putih. Dimana ruang tersebut selama ini menjadi saksi perjuangan para tenaga kesehatan merawat para pasien virus corona.

Sejak awal pandemi, gedung itu jadi pusat perawatan penderita Covid-19. Ketika kasus sedang tinggi, RSUD bahkan sampai menambah ruang isolasi di paviliun, maternal neonatal, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kini suasana ruang isolasi tersebut kini berbanding terbalik. Gedung mawar merah putih sudah mulai merawat pasien rawat inap kelas tiga.

“Kita kembalikan lagi fungsi di ruang mawar merah putih,” jelasnya.

Menurutnya, turunnya kasus Covid-19 di Sidoarjo ini tidak lepas dari masifnya vaksinasi dan sejumlah upaya pengetatan mencegah adanya varian baru. Yakni, varian delta plus AY.4.2.

“Pemprov, Pemkab semakin bagus menscreening. Gelombang itu jangan sampai terjadi lagi seperti saat Juni kemarin. Pulang dari luar negeri harus dikarantina, betul-betul diperiksa. Tidak hanya PCR biasa tapi PCR Genome Sekuensing untuk virus mutan baru,” jabarnya.

Kondisi seperti ini, imbuhnya, jangan membuat lengah. Waspada. Semua harus disiapkan. SDM, tata kelola penyiapan APD, obat dan logistik semua.

“Kita sudah terbiasa. Ketika kasus naik, seluruh tim langsung komunikasi,” ujarnya.

Selain itu, Atok menyarankan koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo diperkuat. Anggaran disiapkan. Early Warning System tetap dijalankan. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Penyebaran Covid-19 di Sidoarjo terus melandai. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo per 11 November kasus aktif Covid-19 tersisa 12 pasien saja. Dampaknya ruang isolasi di rumah sakit rujukan mulai lengang. Di RSUD Sidoarjo bahkan kemarin hanya merawat tiga orang pasien.

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan menjelaskan, sejak Maret 2020 hingga pertengahan November 2021 ini telah merawat total 10.509 pasien positif Covid-19 dan probable (bergejala dan kontak erat) Covid-19 (selengkapnya baca grafis).

Dokter spesialis paru itu mengatakan, dalam tata kelola manajemen menangani pasien Covid-19, dari pasien yang datang dengan pneumonia dinyatakan sebagai probable Covid-19 dan tetap dirawat di ruang isolasi.

“Selama ini tidak sampai semua positif Covid-19. Dari empat yang masuk ruang isolasi hanya satu yang positif,” katanya.

Dia menambahkan, sekarang tidak ada tren kenaikan kasus Covid-19. Bahkan Selasa (2/11) dan Rabu (3/11) pekan lalu selama dua hari, nol kasus.

“Kemudian naik satu, dua. Hingga hari ini (kemarin, Red) tiga pasien saja,” terangnya.

Ketiga pasien itu menjalani perawatan di ruang isolasi lantai dua gedung mawar merah putih. Dimana ruang tersebut selama ini menjadi saksi perjuangan para tenaga kesehatan merawat para pasien virus corona.

Sejak awal pandemi, gedung itu jadi pusat perawatan penderita Covid-19. Ketika kasus sedang tinggi, RSUD bahkan sampai menambah ruang isolasi di paviliun, maternal neonatal, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kini suasana ruang isolasi tersebut kini berbanding terbalik. Gedung mawar merah putih sudah mulai merawat pasien rawat inap kelas tiga.

“Kita kembalikan lagi fungsi di ruang mawar merah putih,” jelasnya.

Menurutnya, turunnya kasus Covid-19 di Sidoarjo ini tidak lepas dari masifnya vaksinasi dan sejumlah upaya pengetatan mencegah adanya varian baru. Yakni, varian delta plus AY.4.2.

“Pemprov, Pemkab semakin bagus menscreening. Gelombang itu jangan sampai terjadi lagi seperti saat Juni kemarin. Pulang dari luar negeri harus dikarantina, betul-betul diperiksa. Tidak hanya PCR biasa tapi PCR Genome Sekuensing untuk virus mutan baru,” jabarnya.

Kondisi seperti ini, imbuhnya, jangan membuat lengah. Waspada. Semua harus disiapkan. SDM, tata kelola penyiapan APD, obat dan logistik semua.

“Kita sudah terbiasa. Ketika kasus naik, seluruh tim langsung komunikasi,” ujarnya.

Selain itu, Atok menyarankan koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo diperkuat. Anggaran disiapkan. Early Warning System tetap dijalankan. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/