alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Cak Dulah Cup 2 Rekatkan Seduluran Kicau Mania

SIDOARJO – Kicau mania dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti Cak Dulah Cup 2, Minggu (11/10). Meski ramai, event pecinta burung yang digelar di gantangan Abdulah Single Fighter (ASF) Desa Sawocangkring, Wonoayu itu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sejak pagi, para peserta sudah datang bergantian ke arena gantangan itu. Masing-masing juga membawa koleksi burung andalanya. Mulai dari jenis love bird, cucak ijo, hingga murai.

Sebelum masuk, peserta lomba juga diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan. “Sudah saya tekankan ke panitia, kalau peserta tidak pakai masker harus pulang,” kata Abdulah, founder Cak Dulah Cup 2 itu.

Dia mengungkapkan, Cak Dulah Cup mempertandingkan beberapa jenis perlombaan. Mulai dari burung terbaik, kekek atau kicau terbaik, hingga fighter kicauan.

BERKICAU: Panitia lomba sedang menilai burung para kontestan. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Cak Dulah Cup memang sudah digelar sejak satu tahun yang lalu. Selain karena hobi, alasannya juga untuk merekatkan persaudaraan atau seduluran sesama kicau mania. “Untuk menjalin kerjasama yang baik, di Sidoarjo itu ada sekitar 38 lebih usaha gantangan,” imbuhnya.

Peminat burung di Sidoarjo diakui cukup banyak. Terbukti banyak komunitas burung yang tersebar di Sidoarjo. Karena itulah, perlu suatu event untuk merekatkan sesama pecinta burung. “Dalam waktu dekat juga ada event lagi, untuk anniversary ASF,” tutur Abdulah.

Meski digelar di Sidoarjo, lomba burung itu juga terbuka untuk umum. Artinya, warga dari luar Kota Delta juga dipersilahkan untuk bergabung.

Tak heran jika ada beragam komunitas burung luar Sidoarjo juga ikut dalam lomba burung di Kecamatan Wonoayu itu. “Karena hobi dan senang karena bisa kenal pecinta burung luar daerah,” terang Andi, warga Surabaya yang ikut bergabung di lomba itu. (son/vga)

SIDOARJO – Kicau mania dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti Cak Dulah Cup 2, Minggu (11/10). Meski ramai, event pecinta burung yang digelar di gantangan Abdulah Single Fighter (ASF) Desa Sawocangkring, Wonoayu itu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sejak pagi, para peserta sudah datang bergantian ke arena gantangan itu. Masing-masing juga membawa koleksi burung andalanya. Mulai dari jenis love bird, cucak ijo, hingga murai.

Sebelum masuk, peserta lomba juga diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan. “Sudah saya tekankan ke panitia, kalau peserta tidak pakai masker harus pulang,” kata Abdulah, founder Cak Dulah Cup 2 itu.

Dia mengungkapkan, Cak Dulah Cup mempertandingkan beberapa jenis perlombaan. Mulai dari burung terbaik, kekek atau kicau terbaik, hingga fighter kicauan.

BERKICAU: Panitia lomba sedang menilai burung para kontestan. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Cak Dulah Cup memang sudah digelar sejak satu tahun yang lalu. Selain karena hobi, alasannya juga untuk merekatkan persaudaraan atau seduluran sesama kicau mania. “Untuk menjalin kerjasama yang baik, di Sidoarjo itu ada sekitar 38 lebih usaha gantangan,” imbuhnya.

Peminat burung di Sidoarjo diakui cukup banyak. Terbukti banyak komunitas burung yang tersebar di Sidoarjo. Karena itulah, perlu suatu event untuk merekatkan sesama pecinta burung. “Dalam waktu dekat juga ada event lagi, untuk anniversary ASF,” tutur Abdulah.

Meski digelar di Sidoarjo, lomba burung itu juga terbuka untuk umum. Artinya, warga dari luar Kota Delta juga dipersilahkan untuk bergabung.

Tak heran jika ada beragam komunitas burung luar Sidoarjo juga ikut dalam lomba burung di Kecamatan Wonoayu itu. “Karena hobi dan senang karena bisa kenal pecinta burung luar daerah,” terang Andi, warga Surabaya yang ikut bergabung di lomba itu. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/