alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Infrastruktur Pendidikan Bakal Dilengkapi Bertahap

SIDOARJO – Pemeratan sarana dan prasarana pendidikan di Sidoarjo akan dilakukan secara bertahap. Hal itu juga menindaklanjuti masukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Belum meratanya sarana pendidikan itu, salah satunya karena keterbatasan SMP Negeri hingga SMA/K Negeri di tiap kecamatan. Alhasil pelajar di kecamatan juga perlu menempuh jarak jauh untuk bisa duduk di bangku sekolah negeri.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan, pemenuhan sarana pendidikan itu hanya masalah waktu. “Yang penting kan Sidoarjo secara indeks pembangunan manusia (IPM)-nya ini rankingnya bagus,” katanya, Jumat (11/6).

Saat ini, Pemkab juga telah mengupayakan penambahan dua SMP Negeri. Yakni di Tulangan dan Prambon. Itu juga untuk menampung para pelajar lulusan SD sederajat yang hendak melanjutkan sekolah. Khususnya di dua kecamatan tersebut.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menambahkan, meski IPM Sidoarjo tinggi tetapi permasalahan pengangguran dan angkatan kerja juga masih perlu jadi perhatian. Muhdlor juga mengakui bahwa masih banyak jumlah usia produktif belajar yang sudah lulus SMA, tapi enggan untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan.

Karena itu, juga berdasar masukan dari gubernur, dari pada diusulkan pembangunan SMA sederajat, lebih baik dibangun SMK saja. “Karena angka untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah usai tamat SMA ini tadi yang masih rendah,” imbuhnya.

Politikus PKB itu menambahkan, menurutnya tidak etis untuk membandingkan IPM dan pemerataan sarana pendidikan tersebut. Sebab, penggolongan ranking IPM ini di dominasi oleh Kota Surabaya dan beberapa kota lainnya. Yang tentu kondisi luasan wilayah dan penduduknya berbeda dengan Sidoarjo. (son/opi)

SIDOARJO – Pemeratan sarana dan prasarana pendidikan di Sidoarjo akan dilakukan secara bertahap. Hal itu juga menindaklanjuti masukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Belum meratanya sarana pendidikan itu, salah satunya karena keterbatasan SMP Negeri hingga SMA/K Negeri di tiap kecamatan. Alhasil pelajar di kecamatan juga perlu menempuh jarak jauh untuk bisa duduk di bangku sekolah negeri.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan, pemenuhan sarana pendidikan itu hanya masalah waktu. “Yang penting kan Sidoarjo secara indeks pembangunan manusia (IPM)-nya ini rankingnya bagus,” katanya, Jumat (11/6).

Saat ini, Pemkab juga telah mengupayakan penambahan dua SMP Negeri. Yakni di Tulangan dan Prambon. Itu juga untuk menampung para pelajar lulusan SD sederajat yang hendak melanjutkan sekolah. Khususnya di dua kecamatan tersebut.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menambahkan, meski IPM Sidoarjo tinggi tetapi permasalahan pengangguran dan angkatan kerja juga masih perlu jadi perhatian. Muhdlor juga mengakui bahwa masih banyak jumlah usia produktif belajar yang sudah lulus SMA, tapi enggan untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan.

Karena itu, juga berdasar masukan dari gubernur, dari pada diusulkan pembangunan SMA sederajat, lebih baik dibangun SMK saja. “Karena angka untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah usai tamat SMA ini tadi yang masih rendah,” imbuhnya.

Politikus PKB itu menambahkan, menurutnya tidak etis untuk membandingkan IPM dan pemerataan sarana pendidikan tersebut. Sebab, penggolongan ranking IPM ini di dominasi oleh Kota Surabaya dan beberapa kota lainnya. Yang tentu kondisi luasan wilayah dan penduduknya berbeda dengan Sidoarjo. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/