alexametrics
24 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Cegah PKM Menular, Polisi Larang Sapi dari Sidoarjo Dikirim ke Luar Kota

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo bertindak tegas untuk ikut mencegah penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PKM) yang menyerang hewan ternak. Salah satunya dengan mencegah perdagangan sapi ke luar daerah Sidoarjo. Sebab Kota Delta menjadi daerah yang terjangkit PMK.

Penyekatan keluarnya sapi dilakukan di kawasan Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Krian. Rabu (11/5), polisi langsung mencegah keluarnya sapi dari Sidoarjo yang hendak dikirim ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) daerah Mojokerto.

“Kami bersama TNI, dan Dinas Pangan dan Pertanian melakukan penyekatan di batas kota. Ini untuk kendaraan yang membawa hewan yang akan dilakukan pemotongan di luar kota,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Di samping itu, pihaknya bersama instansi terkait sedang berupaya untuk melakukan upenyembuhan hewan yang terjangkit. Walau kondisi hewan sehat, untuk sementara waktu tak diizinkan untuk dikirim ke luar Sidoarjo.

Sementara untuk sapi yang datang dari luar Sidoarjo, harus melalui RPH. Selain itu juga wajib membawa rekomendasi surat keterangan sehat yang dikeluarkan dari Dinas Pangan dan Pertanian setempat. Hal ini juga sebagai upaya pencegahan.

“Ada upaya lain. Misalnya penutupan sementara RPH ilegal dan pembatasan lalu lintas pengiriman hewan ternak, seperti sapi dari Sidoarjo ke luar kota, sampai wabah PMK teratasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Emi Rustianingsih mengatakan, langkah bersama tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus PMK pada sapi. Sehingga dalam prosesnya pihaknya dibantu kepolisian dan TNI hingga ke tingkat kecamatan.

“Mereka akan menutup sementara pasar sapi maupun rumah potong hewan ilegal di wilayah Sidoarjo,” kata Emi.

Pihaknya mengimbau agar pengelola dapat menjaga kebersihan kandang. Bahkan jika perlu, juga dapat dilakukan penyemprotan disinfektan hingga pada hewannya. Selain itu, jika ditemukan sapi yang sakit, dapat segera dilaporkan.

“Segera kordinasikan ke pihak terkait, bahkan juga dibentuk posko-posko penanggulangan PMK di beberapa wilayah,” jelasnya.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Tony Hartono mengatakan, wabah tersebut tak menular pada manusia juga tak membuat daging sapi membahayakan masyarakat. Sehingga masyarakat diminta tenang.

“Jadi aman, asal direbus dulu. Minimal 15 menit pada suhu 70 derajat. Begitu juga produk-produk turunannya, kalau sudah dimasak virusnya ikut mati,” paparnya. (far/vga)

 

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo bertindak tegas untuk ikut mencegah penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PKM) yang menyerang hewan ternak. Salah satunya dengan mencegah perdagangan sapi ke luar daerah Sidoarjo. Sebab Kota Delta menjadi daerah yang terjangkit PMK.

Penyekatan keluarnya sapi dilakukan di kawasan Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Krian. Rabu (11/5), polisi langsung mencegah keluarnya sapi dari Sidoarjo yang hendak dikirim ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) daerah Mojokerto.

“Kami bersama TNI, dan Dinas Pangan dan Pertanian melakukan penyekatan di batas kota. Ini untuk kendaraan yang membawa hewan yang akan dilakukan pemotongan di luar kota,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Di samping itu, pihaknya bersama instansi terkait sedang berupaya untuk melakukan upenyembuhan hewan yang terjangkit. Walau kondisi hewan sehat, untuk sementara waktu tak diizinkan untuk dikirim ke luar Sidoarjo.

Sementara untuk sapi yang datang dari luar Sidoarjo, harus melalui RPH. Selain itu juga wajib membawa rekomendasi surat keterangan sehat yang dikeluarkan dari Dinas Pangan dan Pertanian setempat. Hal ini juga sebagai upaya pencegahan.

“Ada upaya lain. Misalnya penutupan sementara RPH ilegal dan pembatasan lalu lintas pengiriman hewan ternak, seperti sapi dari Sidoarjo ke luar kota, sampai wabah PMK teratasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Emi Rustianingsih mengatakan, langkah bersama tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus PMK pada sapi. Sehingga dalam prosesnya pihaknya dibantu kepolisian dan TNI hingga ke tingkat kecamatan.

“Mereka akan menutup sementara pasar sapi maupun rumah potong hewan ilegal di wilayah Sidoarjo,” kata Emi.

Pihaknya mengimbau agar pengelola dapat menjaga kebersihan kandang. Bahkan jika perlu, juga dapat dilakukan penyemprotan disinfektan hingga pada hewannya. Selain itu, jika ditemukan sapi yang sakit, dapat segera dilaporkan.

“Segera kordinasikan ke pihak terkait, bahkan juga dibentuk posko-posko penanggulangan PMK di beberapa wilayah,” jelasnya.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Tony Hartono mengatakan, wabah tersebut tak menular pada manusia juga tak membuat daging sapi membahayakan masyarakat. Sehingga masyarakat diminta tenang.

“Jadi aman, asal direbus dulu. Minimal 15 menit pada suhu 70 derajat. Begitu juga produk-produk turunannya, kalau sudah dimasak virusnya ikut mati,” paparnya. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/