alexametrics
24 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Rawan Meluber Akibat Intensitas Hujan Tinggi, Petani Tinggikan Tanggul Tambak

SIDOARJO –  Musim hujan yang masih mengguyur Sidoarjo membuat petani tambak khawatir. Curah hujan yang tinggi membuat tambak mereka penuh air. Dikhawatirkan air meluap dan membuat ikan yang ada di dalamnya kabur.

Sebagai solusi sementara, sejumlah petani tambak menguruk tanggulnya. Sehingga lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dilakukan agar air di dalam tambak tidak meluap.

Salah satu petani tambak di Desa Buncitan, Sedati Khumaidi mengaku awalnya jarak antara bibir tambak dan permukaan air hanya 60 cm. Namun kini tanggulnya ditinggikan. Sehingga jaraknya naik menjadi 80 cm.

“Upaya antisipasi dari kami, sebab curah hujan masih tinggi,” katanya.

Menurut dia, jika tanggul tersebut tidak ditinggikan maka air di dalam tambak bisa meluap. Akibatnya ikan milik petani tambak akan ikut terbawa luapan air. Hal tersebut menyebabkan kerugian nantinya.

Diakuinya, upaya meninggikan tanggul cukup berhasil. Selain meninggikan tanggul dirinya juga sekalian melakukan penggantian kayu penahan tanggul yang digunakan sebagai jalur air.

“Harus menyesuaikan dengan tinggi tanggul tambak supaya tidak ambles saat terkikis air,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto menganggap langkah antisipasi yang dilakukan petani tambak tersebut adalah langkah solutif. Namun hanya bersifat sementara. “Tentu mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah juga,” katanya.

Salah satunya bisa berupa bantuan pompa. Agar digunakan saat musim hujan untuk membantu mengalirkan air ke laut lebih cepat. Hal itu karena sejumlah sungai yang digunakan untuk mengairi tambak banyak yang mengalami pendangkalan. (nis/vga)

SIDOARJO –  Musim hujan yang masih mengguyur Sidoarjo membuat petani tambak khawatir. Curah hujan yang tinggi membuat tambak mereka penuh air. Dikhawatirkan air meluap dan membuat ikan yang ada di dalamnya kabur.

Sebagai solusi sementara, sejumlah petani tambak menguruk tanggulnya. Sehingga lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dilakukan agar air di dalam tambak tidak meluap.

Salah satu petani tambak di Desa Buncitan, Sedati Khumaidi mengaku awalnya jarak antara bibir tambak dan permukaan air hanya 60 cm. Namun kini tanggulnya ditinggikan. Sehingga jaraknya naik menjadi 80 cm.

“Upaya antisipasi dari kami, sebab curah hujan masih tinggi,” katanya.

Menurut dia, jika tanggul tersebut tidak ditinggikan maka air di dalam tambak bisa meluap. Akibatnya ikan milik petani tambak akan ikut terbawa luapan air. Hal tersebut menyebabkan kerugian nantinya.

Diakuinya, upaya meninggikan tanggul cukup berhasil. Selain meninggikan tanggul dirinya juga sekalian melakukan penggantian kayu penahan tanggul yang digunakan sebagai jalur air.

“Harus menyesuaikan dengan tinggi tanggul tambak supaya tidak ambles saat terkikis air,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto menganggap langkah antisipasi yang dilakukan petani tambak tersebut adalah langkah solutif. Namun hanya bersifat sementara. “Tentu mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah juga,” katanya.

Salah satunya bisa berupa bantuan pompa. Agar digunakan saat musim hujan untuk membantu mengalirkan air ke laut lebih cepat. Hal itu karena sejumlah sungai yang digunakan untuk mengairi tambak banyak yang mengalami pendangkalan. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/