alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Bangun Spam Umbulan di 11 Titik, Ribuan Warga Mendapatkan Layanan Air Bersih

SIDOARJO – Untuk menurunkan kasus stunting yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo berupaya menyediakan layanan air bersih untuk warga.

Tahun ini, Pemkab Sidoarjo membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan dan DC (Distribution Center) 11 titik di 7 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Porong, Jabon, Candi, Gedangan, Buduran, Taman dan Waru.

Peningkatan layanan air bersih tersebut akan membuka ribuan jalur Saluran Rumah (SR). Untuk 3 spam Umbulan yakni Kecamatan Jabon, Porong dan Candi dibangun dari anggaran DAK (dana alokasi khusus) dari pemerintah pusat yang akan membuka 5.600 sambungan rumah (SR) baru di ketiga wilayah itu. Pembangunan tiga spam termasuk proyek strategi nasional.

Sisanya, 8 titik spam/DC yang dibangun di kecamatan Waru, Taman, Gedangan dan Buduran memakai anggaran APBD Sidoarjo. Pembangunan 8 Spam baru akan membuka 6.370 SR baru. Bila diasumsikan tiap rumah dihuni minimal 4 orang dikalikan 11.970 SR maka terdapat 47.880 jiwa yang mendapatkan layanan air bersih. Di luar itu, PDAM Delta Tirta juga menarget akan membuka 12.750 SR baru di tahun 2022 ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mendorong PDAM dan Dinas PU Perkim dan Cipta Karya untuk memperbanyak spam Umbulan atau DC. Pembangunan sarana air bersih mutlak dilakukan, karena Sidoarjo sudah menjadi daerah industri. Dimana perkembangan sektor industri itu harus diikuti peningkatan sarana dan prasaran penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Muhdlor mencontohkan, dari 18 kecamatan yang ada, semuanya sudah dimasuki industri. Bahkan Kecamatan Waru, Taman, Gedangan, Sidoarjo, Krian, dan Jabon sudah menjadi Kawasan Industri Sidoarjo (KIS).

“Pembangunan sarana dan prasarana pelayanan air bersih wajib dikebut, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah dan perluasan area industri yang berimbas pada derasnya investasi yang masuk di kota Delta ini. Pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di kawasan industri harus diutamakan,” kata Muhdlor di Pendapa Delta Wibawa, Jumat (11/3).

Dia juga terus memantau kinerja PDAM. Terutama urusan kelancaran saluran air yang selama ini masih terdapat pengaduan dari pelanggan. Rata-rata, mereka mengeluhkan kualitas air dan kelancaran air.

Penyediaan layanan air bersih bukan saja masuk dalam program MDGs atau Millenium Development Goal’s. Lebih dari itu, peningkatan layanan air bersih di Sidoarjo sudah menjadi kebutuhan.

Jika ini berjalan lambat, maka akan ada problem baru di sektor kesehatan. Ancaman terbesarnya adalah kualitas SDM akan menurun karena masyarakat lebih memilih mengkonsumsi air tanah (air sumur) ketimbang air bersih.

“Ini juga perlu edukasi yang masif ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman PU Cipta Karya Slamet Budiarto menyampaikan, rencana pembangunan 3 spam Umbulan yang menggunakan anggaran DAK yang bersumber dari pemerintah pusat dan 8 spam atau DC dari anggaran APBD itu mulai dikerjakan pada triwulan kedua.

“Tahap perencanaan sudah dilakukan, tinggal nanti proses lelang dan pembangunan akan dimulai pada  triwulan kedua tahun ini,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Direktur Pelayanan Perumda Delta Tirta Fatihul Faizun mengungkapkan, pembangunan spam Umbulan di wilayah Jabon, Porong dan Candi masuk prioritas. Ketiga spam Umbulan itu akan membantu menangani kasus stunting dengan membuka SR baru ditiga kecamatan itu. (rpp/vga)

SIDOARJO – Untuk menurunkan kasus stunting yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo berupaya menyediakan layanan air bersih untuk warga.

Tahun ini, Pemkab Sidoarjo membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan dan DC (Distribution Center) 11 titik di 7 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Porong, Jabon, Candi, Gedangan, Buduran, Taman dan Waru.

Peningkatan layanan air bersih tersebut akan membuka ribuan jalur Saluran Rumah (SR). Untuk 3 spam Umbulan yakni Kecamatan Jabon, Porong dan Candi dibangun dari anggaran DAK (dana alokasi khusus) dari pemerintah pusat yang akan membuka 5.600 sambungan rumah (SR) baru di ketiga wilayah itu. Pembangunan tiga spam termasuk proyek strategi nasional.

Sisanya, 8 titik spam/DC yang dibangun di kecamatan Waru, Taman, Gedangan dan Buduran memakai anggaran APBD Sidoarjo. Pembangunan 8 Spam baru akan membuka 6.370 SR baru. Bila diasumsikan tiap rumah dihuni minimal 4 orang dikalikan 11.970 SR maka terdapat 47.880 jiwa yang mendapatkan layanan air bersih. Di luar itu, PDAM Delta Tirta juga menarget akan membuka 12.750 SR baru di tahun 2022 ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mendorong PDAM dan Dinas PU Perkim dan Cipta Karya untuk memperbanyak spam Umbulan atau DC. Pembangunan sarana air bersih mutlak dilakukan, karena Sidoarjo sudah menjadi daerah industri. Dimana perkembangan sektor industri itu harus diikuti peningkatan sarana dan prasaran penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Muhdlor mencontohkan, dari 18 kecamatan yang ada, semuanya sudah dimasuki industri. Bahkan Kecamatan Waru, Taman, Gedangan, Sidoarjo, Krian, dan Jabon sudah menjadi Kawasan Industri Sidoarjo (KIS).

“Pembangunan sarana dan prasarana pelayanan air bersih wajib dikebut, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah dan perluasan area industri yang berimbas pada derasnya investasi yang masuk di kota Delta ini. Pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di kawasan industri harus diutamakan,” kata Muhdlor di Pendapa Delta Wibawa, Jumat (11/3).

Dia juga terus memantau kinerja PDAM. Terutama urusan kelancaran saluran air yang selama ini masih terdapat pengaduan dari pelanggan. Rata-rata, mereka mengeluhkan kualitas air dan kelancaran air.

Penyediaan layanan air bersih bukan saja masuk dalam program MDGs atau Millenium Development Goal’s. Lebih dari itu, peningkatan layanan air bersih di Sidoarjo sudah menjadi kebutuhan.

Jika ini berjalan lambat, maka akan ada problem baru di sektor kesehatan. Ancaman terbesarnya adalah kualitas SDM akan menurun karena masyarakat lebih memilih mengkonsumsi air tanah (air sumur) ketimbang air bersih.

“Ini juga perlu edukasi yang masif ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman PU Cipta Karya Slamet Budiarto menyampaikan, rencana pembangunan 3 spam Umbulan yang menggunakan anggaran DAK yang bersumber dari pemerintah pusat dan 8 spam atau DC dari anggaran APBD itu mulai dikerjakan pada triwulan kedua.

“Tahap perencanaan sudah dilakukan, tinggal nanti proses lelang dan pembangunan akan dimulai pada  triwulan kedua tahun ini,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Direktur Pelayanan Perumda Delta Tirta Fatihul Faizun mengungkapkan, pembangunan spam Umbulan di wilayah Jabon, Porong dan Candi masuk prioritas. Ketiga spam Umbulan itu akan membantu menangani kasus stunting dengan membuka SR baru ditiga kecamatan itu. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/