alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Jelang Ramadan, Ribuan Ulama dan Imam Masjid Divaksin

SIDOARJO – Dinas Kesehatan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 pertama kepada ribuan ulama dan imam masjid se-Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/3). Vaksinasi ini untuk persiapan memasuki bulan suci Ramadan.

Dalam dua bulan kedepan, Dinkes Sidoarjo akan fokus melakukan vaksinasi para ulama dan imam masjid yang targetnya ada 2.000 orang.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Masjid Agung Sidoarjo, menginginkan selama pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan, warga Sidoarjo bisa menjalankan dengan khusyuk dan tenang.

“Kami tidak ingin ulama-ulama yang sudah sepuh tidak terproteksi dengan baik. Tugas kami memastikan bahwasannya seluruh ulama, imam-imam masjid dan mushola saat Ramadan bisa memimpin ibadah secara khidmat dan warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk,” terangnya.

Harapan bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan tidak seperti tahun kemarin yang dalam kekhawatiran. “Kita tahun kemarin ibadah Ramadan dalam kekhawatiran atau ketakutan , salah satu jalan yang kita tempuh hari ini memastikan seluruh imam sudah tervaksin karena titik kumpulnya orang-orang selama Ramadan ada di musala atau masjid,” terangnya.

Muhdlor menyampaikan vaksinasi untuk guru juga sudah dilakukan, setelahnya Dinkes diminta melihat proyeksi dalam dua bulan kedepan untuk menentukan sasaran vaksinasi.

“Saya sampaikan ke Dinkes kita harus bisa melihat proyeksi satu hingga dua bulan kedepan, titik kumpulnya sudah beda, ini yang harus kita siapkan. Dua bulan kedepan saya yakin sekolah tatap muka belum berjalan, karena aturan dari pusat belum turun,” urainya.

Bupati berharap dari vaksinasi kali ini ada proteksi terhadap ulama-ulama Kota Delta. Menurut pria 30 tahun itu, ulama adalah aset terbesar yang dimiliki Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan, vaksinasi yang digelar di Masjid Agung Sidoarjo ini merupakan awal vaksinasi untuk seluruh ulama Sidoarjo.

“Jadi nanti puskesmas yang akan menghubungi setiap masjid menginformasikan untuk dilakukan vaksinasi di puskesmas wilayahnya, targetnya dua bulan selesai ada 2.000 orang,” tegas Syaf.

Syaf juga menambahkan bahwa pelaksanaan Ibadah salat tarawih nanti melihat kondisi daerahnya, apakah sudah divaksin dan juga dilihat zonanya. “Nanti juga melihat perkembangan keputusan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Hingga kemarin Sidoarjo sudah menerima 60 ribu vaksin Sinovac. Dengan sasaran vaksinasi yang telah dijangkau 31 ribu orang. “Tersisa 700 vial. Segera akan datang lagi vaksin dari Astrazeneca. Jumlahnya masih menunggu kepastian,” ungkapnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Dinas Kesehatan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 pertama kepada ribuan ulama dan imam masjid se-Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/3). Vaksinasi ini untuk persiapan memasuki bulan suci Ramadan.

Dalam dua bulan kedepan, Dinkes Sidoarjo akan fokus melakukan vaksinasi para ulama dan imam masjid yang targetnya ada 2.000 orang.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Masjid Agung Sidoarjo, menginginkan selama pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan, warga Sidoarjo bisa menjalankan dengan khusyuk dan tenang.

“Kami tidak ingin ulama-ulama yang sudah sepuh tidak terproteksi dengan baik. Tugas kami memastikan bahwasannya seluruh ulama, imam-imam masjid dan mushola saat Ramadan bisa memimpin ibadah secara khidmat dan warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk,” terangnya.

Harapan bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan tidak seperti tahun kemarin yang dalam kekhawatiran. “Kita tahun kemarin ibadah Ramadan dalam kekhawatiran atau ketakutan , salah satu jalan yang kita tempuh hari ini memastikan seluruh imam sudah tervaksin karena titik kumpulnya orang-orang selama Ramadan ada di musala atau masjid,” terangnya.

Muhdlor menyampaikan vaksinasi untuk guru juga sudah dilakukan, setelahnya Dinkes diminta melihat proyeksi dalam dua bulan kedepan untuk menentukan sasaran vaksinasi.

“Saya sampaikan ke Dinkes kita harus bisa melihat proyeksi satu hingga dua bulan kedepan, titik kumpulnya sudah beda, ini yang harus kita siapkan. Dua bulan kedepan saya yakin sekolah tatap muka belum berjalan, karena aturan dari pusat belum turun,” urainya.

Bupati berharap dari vaksinasi kali ini ada proteksi terhadap ulama-ulama Kota Delta. Menurut pria 30 tahun itu, ulama adalah aset terbesar yang dimiliki Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan, vaksinasi yang digelar di Masjid Agung Sidoarjo ini merupakan awal vaksinasi untuk seluruh ulama Sidoarjo.

“Jadi nanti puskesmas yang akan menghubungi setiap masjid menginformasikan untuk dilakukan vaksinasi di puskesmas wilayahnya, targetnya dua bulan selesai ada 2.000 orang,” tegas Syaf.

Syaf juga menambahkan bahwa pelaksanaan Ibadah salat tarawih nanti melihat kondisi daerahnya, apakah sudah divaksin dan juga dilihat zonanya. “Nanti juga melihat perkembangan keputusan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Hingga kemarin Sidoarjo sudah menerima 60 ribu vaksin Sinovac. Dengan sasaran vaksinasi yang telah dijangkau 31 ribu orang. “Tersisa 700 vial. Segera akan datang lagi vaksin dari Astrazeneca. Jumlahnya masih menunggu kepastian,” ungkapnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/