alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Rp 40 M untuk Normalisasi Sungai, Komisi C Ingatkan Penertiban Sempadan

SIDOARJO – Salah satu upaya penanganan banjir tahun ini dilakukan dengan normalisasi sungai. Terutama di sungai-sungai yang daerah sekitarnya masuk dalam kawasan rawan banjir. Tidak sekedar menormalisasi, legislatif juga mengingatkan pentingnya penertiban sempadan sungai.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, tahun ini anggaran untuk normalisasi sungai mencapai Rp 40 miliar. Ada yang dilelang, ada juga yang dikerjakan sendiri.

Tidak hanya di sungai-sungai pusat kota, normalisasi juga dilakukan secara merata ke beberapa wilayah lainnya.  Di awal tahun, pihaknya mulai menormalisasi sungai. Seperti di Kedungkampil, Desa Tanjekwagir, Kecamatan Krembung.

Selain itu normalisasi juga akan dilakukan di Desa Mojoruntut, Keper, Kedungsumur, Kedungrawan, dan Cangkring.

“Serta ada beberapa usulan lainnya,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko mengingatkan bahwa normalisasi sungai juga harus dibarengi dengan penertiban sempadan. Sebab selama ini banyak proyek normalisasi terhambat.

“Karena adanya bangunan di sempadan sungai, sehingga alat berat tidak bisa masuk,” ujarnya.

Seperti beberapa sungai di Kecamatan Waru. Tepatnya di Tambaksawah dan Tambaksumur. Ada rumah, pabrik, bahkan warung yang berdiri di atas sempadan sungai. Jika tidak segera diatasi, maka endapan yang ada di dasar sungai akan semakin tinggi.

Hal itu yang akan membuat daya tampung sungai menurun. Sehingga ketika hujan deras, air meluber ke jalan bahkan ke rumah warga.

“Normalisasi sungai tidak efektif kalau masih sempadan sungainya belum beres,” imbuhnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Salah satu upaya penanganan banjir tahun ini dilakukan dengan normalisasi sungai. Terutama di sungai-sungai yang daerah sekitarnya masuk dalam kawasan rawan banjir. Tidak sekedar menormalisasi, legislatif juga mengingatkan pentingnya penertiban sempadan sungai.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, tahun ini anggaran untuk normalisasi sungai mencapai Rp 40 miliar. Ada yang dilelang, ada juga yang dikerjakan sendiri.

Tidak hanya di sungai-sungai pusat kota, normalisasi juga dilakukan secara merata ke beberapa wilayah lainnya.  Di awal tahun, pihaknya mulai menormalisasi sungai. Seperti di Kedungkampil, Desa Tanjekwagir, Kecamatan Krembung.

Selain itu normalisasi juga akan dilakukan di Desa Mojoruntut, Keper, Kedungsumur, Kedungrawan, dan Cangkring.

“Serta ada beberapa usulan lainnya,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko mengingatkan bahwa normalisasi sungai juga harus dibarengi dengan penertiban sempadan. Sebab selama ini banyak proyek normalisasi terhambat.

“Karena adanya bangunan di sempadan sungai, sehingga alat berat tidak bisa masuk,” ujarnya.

Seperti beberapa sungai di Kecamatan Waru. Tepatnya di Tambaksawah dan Tambaksumur. Ada rumah, pabrik, bahkan warung yang berdiri di atas sempadan sungai. Jika tidak segera diatasi, maka endapan yang ada di dasar sungai akan semakin tinggi.

Hal itu yang akan membuat daya tampung sungai menurun. Sehingga ketika hujan deras, air meluber ke jalan bahkan ke rumah warga.

“Normalisasi sungai tidak efektif kalau masih sempadan sungainya belum beres,” imbuhnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/