alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

TPA Jabon Penuh, Sampah Mangkrak di TPST

SIDOARJO – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jabon overload. Hal itu berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sidoarjo.

Salah satunya TPST yang berada di Jalan Lingkar Timur. Dari pantauan Radar Sidoarjo, Kamis (9/9), gerobak sampah menumpuk di lokasi itu. Sampah-sampah belum dipindahkan. Dan masih berada di dalam gerobak. Biasanya sampah di gerobak akan dipilah dan langsung diangkut ke TPA Jabon.

Ketua Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sekaligus Pendamping TPST Lingkar Timur, Budi Santoso mengakui penumpukan itu sudah terjadi tiga hari terakhir. “Efek TPA Jabon penuh,” katanya.

Budi mengungkapkan, TPST di samping Mal Pelayanan Publik itu mengcover sekitar 6.000 kepala keluarga (KK). Sampah rumah tangga dari beberapa perumahan akan diangkut ke lokasi itu. Kemudian dipilah dan diangkut ke TPA Jabon.

“Untuk cover wilayah Kecamatan Sidoarjo dan sebagian Candi,” imbuhnya.

Biasanya, lanjut Budi, dalam sehari ada sekitar lima kendaraan yang keluar masuk mengangkut sampah dari TPST Lingkar Timur. Karena penuh, proses pengangkutan jadi tertunda.

Angga Setiawan, Kepala Seksi Angkutan Sampah DLHK Sidoarjo menambahkan, penumpukan sampah itu semestinya bisa terurai jika fungsi TPST berjalan dengan baik. TPST jangan hanya tempat kumpul angkut sampah. Harus mampu optimal untuk pemilahan sampah.

“Sehingga volume yang diangkut ke TPA bisa berkurang,” katanya.

Menurutnya, ada sekitar 100 lebih TPST di Sidoarjo. Itu ada yang aktif dan tidak. Jika pemilahan maksimal maka volume sampah di TPA Jabon juga menurun.

“Jadi fungsi TPST perlu dimaksimalkan lagi,” imbuhnya.

Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, sanitary landfill sampai saat ini juga belum maksimal beroperasi. Hal itu juga menjadi salah satu sebab overloadnya sampah di TPA Jabon.

Sigit meminta peran TPST juga bisa dimaksimalkan. “Agar sampah yang diangkut ke TPA Jabon hanya sisa residu,” tuturnya.

Sementara di TPA Jabon setiap hari ada sekira 500 ton sampah masuk. Setidaknya ada sekitar 120 truk pengangkut sampah yang setiap hari keluar masuk. Muatannya bermacam-macam. Dump truk, bisa memuat 9-10 ton. Sedangkan jenis truk yang lebih kecil bisa memuat 4-7 ton. Sampai saat ini, TPA Jabon masih menggunakan sistem open dumping.

Sampah dari truk, diangkat dengan alat berat, ditumpuk dan kemudian diratakan. Memang ada alat komposting dan pencacah sampah. Namun belum sepenuhnya beroperasi. (son/vga)

 

SIDOARJO – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jabon overload. Hal itu berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sidoarjo.

Salah satunya TPST yang berada di Jalan Lingkar Timur. Dari pantauan Radar Sidoarjo, Kamis (9/9), gerobak sampah menumpuk di lokasi itu. Sampah-sampah belum dipindahkan. Dan masih berada di dalam gerobak. Biasanya sampah di gerobak akan dipilah dan langsung diangkut ke TPA Jabon.

Ketua Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sekaligus Pendamping TPST Lingkar Timur, Budi Santoso mengakui penumpukan itu sudah terjadi tiga hari terakhir. “Efek TPA Jabon penuh,” katanya.

Budi mengungkapkan, TPST di samping Mal Pelayanan Publik itu mengcover sekitar 6.000 kepala keluarga (KK). Sampah rumah tangga dari beberapa perumahan akan diangkut ke lokasi itu. Kemudian dipilah dan diangkut ke TPA Jabon.

“Untuk cover wilayah Kecamatan Sidoarjo dan sebagian Candi,” imbuhnya.

Biasanya, lanjut Budi, dalam sehari ada sekitar lima kendaraan yang keluar masuk mengangkut sampah dari TPST Lingkar Timur. Karena penuh, proses pengangkutan jadi tertunda.

Angga Setiawan, Kepala Seksi Angkutan Sampah DLHK Sidoarjo menambahkan, penumpukan sampah itu semestinya bisa terurai jika fungsi TPST berjalan dengan baik. TPST jangan hanya tempat kumpul angkut sampah. Harus mampu optimal untuk pemilahan sampah.

“Sehingga volume yang diangkut ke TPA bisa berkurang,” katanya.

Menurutnya, ada sekitar 100 lebih TPST di Sidoarjo. Itu ada yang aktif dan tidak. Jika pemilahan maksimal maka volume sampah di TPA Jabon juga menurun.

“Jadi fungsi TPST perlu dimaksimalkan lagi,” imbuhnya.

Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, sanitary landfill sampai saat ini juga belum maksimal beroperasi. Hal itu juga menjadi salah satu sebab overloadnya sampah di TPA Jabon.

Sigit meminta peran TPST juga bisa dimaksimalkan. “Agar sampah yang diangkut ke TPA Jabon hanya sisa residu,” tuturnya.

Sementara di TPA Jabon setiap hari ada sekira 500 ton sampah masuk. Setidaknya ada sekitar 120 truk pengangkut sampah yang setiap hari keluar masuk. Muatannya bermacam-macam. Dump truk, bisa memuat 9-10 ton. Sedangkan jenis truk yang lebih kecil bisa memuat 4-7 ton. Sampai saat ini, TPA Jabon masih menggunakan sistem open dumping.

Sampah dari truk, diangkat dengan alat berat, ditumpuk dan kemudian diratakan. Memang ada alat komposting dan pencacah sampah. Namun belum sepenuhnya beroperasi. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/