alexametrics
28 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Simulasi Lapas Terbakar, WBP Berhamburan Keluar

SIDOARJO – Suasana Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong nampak mencekam, Kamis (9/9) malam. Kepulan asap hitam terlihat keluar dari salah satu kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Teriakan meminta tolong juga terdengar saling bersahutan. “Pak tolong, pak. Ada kebakaran, pak. Panas pak,” kata salah satu WBP dengan berteriak. Tidak lama, api muncul dari stop kontak listrik salah satu kamar hunian WBP.

Sejumlah Petugas regu pengamanan Lapas langsung berlari menuju lokasi teriakan itu. Para petugas dengan sigap membuka satu persatu kunci terali. Tak ayal, warga binaan yang panik itu lalu berhamburan keluar blok mengamankan diri.

Suasana darurat itu sengaja diciptakan pihak Lapas yang dihuni sekitar 1.900 WBP itu. Ya, itu merupakan simulasi penanganan situasi darurat bencana dan kebakaran. Simulasi itu berlangsung selama satu jam dan diikuti WBP di blok B dengan sangat antusias.

“Jadi ini hanya simulasi penanganan kejadian luar biasa di dalam Lapas,” kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Surabaya Gatot Harisaputro, Kamis (9/9) malam.

Simulasi itu sengaja dibuat semirip mungkin dengan kejadian aslinya. Bahkan properti seperti pembuat asap itu terlihat menambah suasana semakin mencekam. Beberapa WBP bahkan ada yang sampai lupa memakai baju saat meninggalkan kamar menuju titik kumpul.

Gatot mengatakan, edukasi keadaan darurat seperti itu sangat penting dilakukan. Sebab dengan bagitu, WBP diharapakan memiliki pemahaman yang baik jika nantinya situasi genting tiba-tiba terjadi. Penerapannya pun dilakukan sesuai standar.

“Kami mencoba satu wings untuk simulasi tanggap darurat bencana, ini bagian dari latihan agar jika terjadi sesuatu tidak kaget atau bingung,” ujar Gatot.

Selain itu, simulasi juga melibatkan petugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mulai Karupam, Wakarupam, petugas blok hingga WBP di blok B. Petugas blok akan melapor ke Ka Rupam untuk mengambil kunci.

“Lalu menggumumkan ke seluruh WBP untuk tetap tenang dan berlari keluar mengikuti arahan dan petunjuk jalur evakuasi menuju titik kumpul yang berada di lapangan,” imbuh Gatot. (far/nis)

SIDOARJO – Suasana Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong nampak mencekam, Kamis (9/9) malam. Kepulan asap hitam terlihat keluar dari salah satu kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Teriakan meminta tolong juga terdengar saling bersahutan. “Pak tolong, pak. Ada kebakaran, pak. Panas pak,” kata salah satu WBP dengan berteriak. Tidak lama, api muncul dari stop kontak listrik salah satu kamar hunian WBP.

Sejumlah Petugas regu pengamanan Lapas langsung berlari menuju lokasi teriakan itu. Para petugas dengan sigap membuka satu persatu kunci terali. Tak ayal, warga binaan yang panik itu lalu berhamburan keluar blok mengamankan diri.

Suasana darurat itu sengaja diciptakan pihak Lapas yang dihuni sekitar 1.900 WBP itu. Ya, itu merupakan simulasi penanganan situasi darurat bencana dan kebakaran. Simulasi itu berlangsung selama satu jam dan diikuti WBP di blok B dengan sangat antusias.

“Jadi ini hanya simulasi penanganan kejadian luar biasa di dalam Lapas,” kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Surabaya Gatot Harisaputro, Kamis (9/9) malam.

Simulasi itu sengaja dibuat semirip mungkin dengan kejadian aslinya. Bahkan properti seperti pembuat asap itu terlihat menambah suasana semakin mencekam. Beberapa WBP bahkan ada yang sampai lupa memakai baju saat meninggalkan kamar menuju titik kumpul.

Gatot mengatakan, edukasi keadaan darurat seperti itu sangat penting dilakukan. Sebab dengan bagitu, WBP diharapakan memiliki pemahaman yang baik jika nantinya situasi genting tiba-tiba terjadi. Penerapannya pun dilakukan sesuai standar.

“Kami mencoba satu wings untuk simulasi tanggap darurat bencana, ini bagian dari latihan agar jika terjadi sesuatu tidak kaget atau bingung,” ujar Gatot.

Selain itu, simulasi juga melibatkan petugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mulai Karupam, Wakarupam, petugas blok hingga WBP di blok B. Petugas blok akan melapor ke Ka Rupam untuk mengambil kunci.

“Lalu menggumumkan ke seluruh WBP untuk tetap tenang dan berlari keluar mengikuti arahan dan petunjuk jalur evakuasi menuju titik kumpul yang berada di lapangan,” imbuh Gatot. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/