alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Pelamar CASN dan PPPK Wajib Swab dan Vaksin

SIDOARJO – Tahap pelaksanaan tes bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sidoarjo segera digelar. Pemkab Sidoarjo menyiapkan 10 ribu alat tes cepat antigen bagi pelamar.

“Kuota enam ribu untuk CASN. Dilakukan mulai 13 September hingga 6 Oktober dan empat ribu rapid  antigen bagi pelamar PPPK 12 hingga 16 September di Gedung Serbaguna GOR,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad, Kamis (9/9).

Pasalnya, ketika pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CASN peserta wajib menyertakan bukti hasil swab negatif dari Covid-19. Bisa dengan melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu

maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi CASN 2021.

Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Achmad Rizal menjelaskan peserta harus memenuhi syarat jika ingin mendapat layanan rapid antigen. Seperti memperlihatkan jadwal serta penetapan peserta yang diinformasikan BKD, membawa KTP dan kartu peserta ujian. “Apabila peserta ingin tes swab PCR atau antigen secara mandiri, diperbolehkan,” kata Rizal.

Selain hasil swab, peserta wajib menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian luar. Menerapkan protokol kesehatan. Khusus bagi peserta seleksi CASN 2021 wajib menunjukkan bukti telah mengikuti vaksinasi. Minimal dosis pertama.

 

“Ada sedikit kelonggaran bagi pelamar. Misalnya pelamar yang berasal dari luar Sidoarjo, kemungkinan stok vaksin di daerahnya habis. Ibu hamil, peserta dengan penyakit komorbid, pelamar berstatus penyintas Covid-19 harus menyertakan surat keterangan dari dokter pemerintah,” jelasnya.

Peserta seleksi yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dapat mengikuti seleksi yang akan dijadwalkan oleh panitia. Bagi yang sedang menjalani isolasi diwajibkan melaporkan kepada panitia, disertai bukti surat rekomendasi dokter atau hasil swab PCR dan keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang.

Rizal menegaskan peserta yang melaporkan pada saat hari pelaksanaan SKD atau setelah jadwal yang telah ditetapkan maka dianggap tidak bisa mengikuti tes. (rpp/nis)

SIDOARJO – Tahap pelaksanaan tes bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sidoarjo segera digelar. Pemkab Sidoarjo menyiapkan 10 ribu alat tes cepat antigen bagi pelamar.

“Kuota enam ribu untuk CASN. Dilakukan mulai 13 September hingga 6 Oktober dan empat ribu rapid  antigen bagi pelamar PPPK 12 hingga 16 September di Gedung Serbaguna GOR,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad, Kamis (9/9).

Pasalnya, ketika pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CASN peserta wajib menyertakan bukti hasil swab negatif dari Covid-19. Bisa dengan melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu

maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi CASN 2021.

Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Achmad Rizal menjelaskan peserta harus memenuhi syarat jika ingin mendapat layanan rapid antigen. Seperti memperlihatkan jadwal serta penetapan peserta yang diinformasikan BKD, membawa KTP dan kartu peserta ujian. “Apabila peserta ingin tes swab PCR atau antigen secara mandiri, diperbolehkan,” kata Rizal.

Selain hasil swab, peserta wajib menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian luar. Menerapkan protokol kesehatan. Khusus bagi peserta seleksi CASN 2021 wajib menunjukkan bukti telah mengikuti vaksinasi. Minimal dosis pertama.

 

“Ada sedikit kelonggaran bagi pelamar. Misalnya pelamar yang berasal dari luar Sidoarjo, kemungkinan stok vaksin di daerahnya habis. Ibu hamil, peserta dengan penyakit komorbid, pelamar berstatus penyintas Covid-19 harus menyertakan surat keterangan dari dokter pemerintah,” jelasnya.

Peserta seleksi yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dapat mengikuti seleksi yang akan dijadwalkan oleh panitia. Bagi yang sedang menjalani isolasi diwajibkan melaporkan kepada panitia, disertai bukti surat rekomendasi dokter atau hasil swab PCR dan keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang.

Rizal menegaskan peserta yang melaporkan pada saat hari pelaksanaan SKD atau setelah jadwal yang telah ditetapkan maka dianggap tidak bisa mengikuti tes. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/