alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Dikebut, Pemkab Penlok 7 Desa untuk Frontage Road

SIDOARJO – Proyek frontage road (FR) sepanjang 9,2 kilometer yang melewati tiga Kecamatan, yakni Waru, Gedangan dan Buduran terus dikebut. Sabtu (7/8) Pemkab Sidoarjo mengeluarkan surat pemberitahuan rencana pembangunan FR dengan tujuan akan melakukan penentuan lokasi (penlok) pada tujuh desa yang dilalui jalur FR itu.

Yakni, Desa Kedungrejo, Waru di Kecamatan Waru. Desa Sawotratap, Desa Gedangan, Sruni dan Desa Tebel di Kecamatan Gedangan. Serta Desa Banjar Kemantren di Kecamatan Buduran.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sidoarjo selaku ketua Tim Persiapan, Benny Airlangga Yogaswara mengatakan, surat tersebut untuk menyiapkan rencana dan pembangunan jalan pendamping FR Waru-Buduran.  Yaitu penunjang jalan nasional Waru-Porong serta aksesilitas ke kawasan perumahan.

“Dan zona industri yang berada di sepanjang jalan pendamping,” imbuhnya, Senin (9/8).

Letak dan luasan tanah yang dibutuhkan yaitu sepanjang sisi timur jalan kereta api atau jalan nasional Waru-Buduran. Dengan luasan sekitar 34.259 meter persegi.

“Perkiraan jangka waktu pelaksanaan pengadaan tanah yaitu sekitar dua bulan,” katanya,

Benny menambahkan, pemkab sebenarnya sudah appraisal kebutuhan lahan tersebut. Hanya karena ada peraturan baru seperti cipta kerja, PP 19/2021, lalu ada Peraturan Menteri ATR BPN harus dilakukan ulang.

“Kami harus melakukan appraisal ulang sesuai tahapan-tahapannya,” imbuhnya.

Menurut Benny, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan KPK dan Kanwil BPN guna bisa segera merealisasikan tahapan tersebut. Dan saat ini, beberapa tahapan itu sudah berjalan. Pihaknya berharap, akhir bulan nanti selesai sehingga awal September bisa dilakukan appraisal ulang.

“Sebenarnya tahun sebelumnya sudah, karena penlok habis, maka kita buat tahapan lagi. Berdasar data sebelumnya ada 137 bidang yang belum dibebaskan. Tahap pertama, pengumuman. Selanjutnya pendataan dan konsultasi publik. Bupati minta satu bulan ini tuntas,” terangnya.

Sementara itu, di bulan ini telah mulai berlangsung pembangunan infrastruktur FR di depan Brigif 1 Juanda hingga ujung Desa Gedangan sepanjang 1,6 km. Tuntas akhir 2021. (rpp/vga)

SIDOARJO – Proyek frontage road (FR) sepanjang 9,2 kilometer yang melewati tiga Kecamatan, yakni Waru, Gedangan dan Buduran terus dikebut. Sabtu (7/8) Pemkab Sidoarjo mengeluarkan surat pemberitahuan rencana pembangunan FR dengan tujuan akan melakukan penentuan lokasi (penlok) pada tujuh desa yang dilalui jalur FR itu.

Yakni, Desa Kedungrejo, Waru di Kecamatan Waru. Desa Sawotratap, Desa Gedangan, Sruni dan Desa Tebel di Kecamatan Gedangan. Serta Desa Banjar Kemantren di Kecamatan Buduran.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sidoarjo selaku ketua Tim Persiapan, Benny Airlangga Yogaswara mengatakan, surat tersebut untuk menyiapkan rencana dan pembangunan jalan pendamping FR Waru-Buduran.  Yaitu penunjang jalan nasional Waru-Porong serta aksesilitas ke kawasan perumahan.

“Dan zona industri yang berada di sepanjang jalan pendamping,” imbuhnya, Senin (9/8).

Letak dan luasan tanah yang dibutuhkan yaitu sepanjang sisi timur jalan kereta api atau jalan nasional Waru-Buduran. Dengan luasan sekitar 34.259 meter persegi.

“Perkiraan jangka waktu pelaksanaan pengadaan tanah yaitu sekitar dua bulan,” katanya,

Benny menambahkan, pemkab sebenarnya sudah appraisal kebutuhan lahan tersebut. Hanya karena ada peraturan baru seperti cipta kerja, PP 19/2021, lalu ada Peraturan Menteri ATR BPN harus dilakukan ulang.

“Kami harus melakukan appraisal ulang sesuai tahapan-tahapannya,” imbuhnya.

Menurut Benny, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan KPK dan Kanwil BPN guna bisa segera merealisasikan tahapan tersebut. Dan saat ini, beberapa tahapan itu sudah berjalan. Pihaknya berharap, akhir bulan nanti selesai sehingga awal September bisa dilakukan appraisal ulang.

“Sebenarnya tahun sebelumnya sudah, karena penlok habis, maka kita buat tahapan lagi. Berdasar data sebelumnya ada 137 bidang yang belum dibebaskan. Tahap pertama, pengumuman. Selanjutnya pendataan dan konsultasi publik. Bupati minta satu bulan ini tuntas,” terangnya.

Sementara itu, di bulan ini telah mulai berlangsung pembangunan infrastruktur FR di depan Brigif 1 Juanda hingga ujung Desa Gedangan sepanjang 1,6 km. Tuntas akhir 2021. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/