alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Resah, Warga Buncitan Kembali Hadang Truk Pengangkut Sirtu

SEDATI – Puluhan truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) dihadang warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Jumat (9/7) pagi. Tepat di depan balai desa, antrean truk yang mengular itu menyebabkan lalu lintas menuju wilayah pesisir tersendat.

Kepala Desa Buncitan Sedati Mujiono mengatakan, kejadian serupa bukan yang pertama terjadi. Truk pengangkut sirtu untuk kepentingan pembangunan perumahan di kawasan Kecamatan Sedati itu kembali meresahkan warga. Dikarenakan warga Desa Buncitan sangat terdampak adanya aktivitas tersebut.

Kemarin, pemerintah desa langsung melakukan audiensi dengan pihak pengembang. Langkah tersebut dilakukan agar permasalahan itu tidak berlarut-larut. “Karena menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan,” keluhnya.

Dia menjelaskan, ada dua agenda audiensi yang dilakukan. Pertama terkait kejadian kecelakaan. Korban yang merupakan warga Desa Buncitan harus kehilangan kedua tangannya karena kecelakaan pada 2 Juli lalu sekitar pukul 08.00. Kecelakaan itu terjadi di depan SMPN 2 Sedati. Saat itu truk akan menuju salah satu perumahan di Desa Banjarkemuning.

“Korban perempuan usia 24 tahun. Kedua tangan korban teramputasi. Kecelakaan terjadi saat dia berangkat kerja. Sebelumnya tidak ada iktikad baik dari pemilik armada ataupun sopir. Dari polsek dan pemerintah desa memediasi korban dan pelaku. Kedua belah pihak sudah ada kesepakatan,” jabarnya.

Audiensi kedua, terkait batas akhir pengangkutan sirtu di perumahan di Desa Cemandi. “Versi pengembang 15 Juli berakhir. Warga yang terdampak menyoalkan penyiraman yang janjinya dilakukan tiga kali sehari. Jika tidak ada jawaban dari pengembang maka pengangkutan sirtu akan dihentikan sementara,” katanya.

Warga menuntut pengembang harus melakukan penyiraman sepanjang jalan tiga kali sehari untuk mengurangi dampak dari sebaran debu ke rumah warga. “Selama ini pengembangan kurang disiplin. Kadang sehari sekali,” ungkapnya. (rpp/vga)

SEDATI – Puluhan truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) dihadang warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Jumat (9/7) pagi. Tepat di depan balai desa, antrean truk yang mengular itu menyebabkan lalu lintas menuju wilayah pesisir tersendat.

Kepala Desa Buncitan Sedati Mujiono mengatakan, kejadian serupa bukan yang pertama terjadi. Truk pengangkut sirtu untuk kepentingan pembangunan perumahan di kawasan Kecamatan Sedati itu kembali meresahkan warga. Dikarenakan warga Desa Buncitan sangat terdampak adanya aktivitas tersebut.

Kemarin, pemerintah desa langsung melakukan audiensi dengan pihak pengembang. Langkah tersebut dilakukan agar permasalahan itu tidak berlarut-larut. “Karena menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan,” keluhnya.

Dia menjelaskan, ada dua agenda audiensi yang dilakukan. Pertama terkait kejadian kecelakaan. Korban yang merupakan warga Desa Buncitan harus kehilangan kedua tangannya karena kecelakaan pada 2 Juli lalu sekitar pukul 08.00. Kecelakaan itu terjadi di depan SMPN 2 Sedati. Saat itu truk akan menuju salah satu perumahan di Desa Banjarkemuning.

“Korban perempuan usia 24 tahun. Kedua tangan korban teramputasi. Kecelakaan terjadi saat dia berangkat kerja. Sebelumnya tidak ada iktikad baik dari pemilik armada ataupun sopir. Dari polsek dan pemerintah desa memediasi korban dan pelaku. Kedua belah pihak sudah ada kesepakatan,” jabarnya.

Audiensi kedua, terkait batas akhir pengangkutan sirtu di perumahan di Desa Cemandi. “Versi pengembang 15 Juli berakhir. Warga yang terdampak menyoalkan penyiraman yang janjinya dilakukan tiga kali sehari. Jika tidak ada jawaban dari pengembang maka pengangkutan sirtu akan dihentikan sementara,” katanya.

Warga menuntut pengembang harus melakukan penyiraman sepanjang jalan tiga kali sehari untuk mengurangi dampak dari sebaran debu ke rumah warga. “Selama ini pengembangan kurang disiplin. Kadang sehari sekali,” ungkapnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/