alexametrics
27 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Posko PPKM Darurat di Sawotratap

Minta Pembatasan Mobilitas hingga Vaksinasi Dijalankan

SIDOARJO – Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Balai Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan kembali jadi perhatian pemerintah. Setelah Gubernur dan Forkopimda Jatim, kini giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau posko tersebut, Jumat (9/7). Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00.

Di lokasi, kedua jenderal itu mensosialisasikan pentingnya PPKM darurat hingga program vaksinasi masyarakat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, inti dari kebijakan tersebut bertujuan untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga dinilai perlu ada langkah yang besar terkait hal tersebut.

“Salah satunya kami melaksanakan PPKM darurat. Ada tiga hal penting dalam pelaksanaannya, yaitu pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat, penguatan kegiatan PPKM mikro dan vaksinasi,” katanya.

Selain itu, Panglima TNI juga meminta sinergitas tiga pilar diperkuat. Mulai tingkat provinsi hingga tingkat desa. Terutama dalam memperketat pembatasan mobilitas warga selama PPKM darurat. Serta pengawasan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Jadi perhatikan pemberian bantuan logistik bagi warga yang isolasi itu, dan lakukan tracing untuk wilayah yang warganya ada yang terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta agar upaya Testing, Tracing dan Treatment (3T) dapat terus dilakukan. Hal tersebut sebagai upaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.

“Di samping itu juga terus memasifkan operasi yustisi agar masyarakat tidak lengah dalam mematuhi disiplin protokol kesehatan (prokes) 5M,” ujarnya.

Kepala Desa Sawotratap Sanuri mengatakan, di wilayahnya itu terdiri dari 11 RW dan 60 RT. Jumlah penduduknya mencapai 11.500 jiwa. Sementara kasus terkonfirmasi ada sebanyak 81 kasus. Sedangkan tingkat kesembuhan hingga 6 Juli kemarin mencapai 24 kasus.

“Kematiannya 4 kasus dan kasus aktif 53. Kami bertekad dalam seminggu ke depan warga kami yang terpapar harus sembuh semuanya,” jelasnya. (far/vga)

 

Minta Pembatasan Mobilitas hingga Vaksinasi Dijalankan

SIDOARJO – Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Balai Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan kembali jadi perhatian pemerintah. Setelah Gubernur dan Forkopimda Jatim, kini giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau posko tersebut, Jumat (9/7). Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00.

Di lokasi, kedua jenderal itu mensosialisasikan pentingnya PPKM darurat hingga program vaksinasi masyarakat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, inti dari kebijakan tersebut bertujuan untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga dinilai perlu ada langkah yang besar terkait hal tersebut.

“Salah satunya kami melaksanakan PPKM darurat. Ada tiga hal penting dalam pelaksanaannya, yaitu pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat, penguatan kegiatan PPKM mikro dan vaksinasi,” katanya.

Selain itu, Panglima TNI juga meminta sinergitas tiga pilar diperkuat. Mulai tingkat provinsi hingga tingkat desa. Terutama dalam memperketat pembatasan mobilitas warga selama PPKM darurat. Serta pengawasan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Jadi perhatikan pemberian bantuan logistik bagi warga yang isolasi itu, dan lakukan tracing untuk wilayah yang warganya ada yang terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta agar upaya Testing, Tracing dan Treatment (3T) dapat terus dilakukan. Hal tersebut sebagai upaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.

“Di samping itu juga terus memasifkan operasi yustisi agar masyarakat tidak lengah dalam mematuhi disiplin protokol kesehatan (prokes) 5M,” ujarnya.

Kepala Desa Sawotratap Sanuri mengatakan, di wilayahnya itu terdiri dari 11 RW dan 60 RT. Jumlah penduduknya mencapai 11.500 jiwa. Sementara kasus terkonfirmasi ada sebanyak 81 kasus. Sedangkan tingkat kesembuhan hingga 6 Juli kemarin mencapai 24 kasus.

“Kematiannya 4 kasus dan kasus aktif 53. Kami bertekad dalam seminggu ke depan warga kami yang terpapar harus sembuh semuanya,” jelasnya. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/