alexametrics
25 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Perkuat Sistem di Surabaya-Sidoarjo, PLN Kucurkan Investasi Rp 11,7 Miliar

SIDOARJO – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melakukan penambahan dua penghantar pada Gardu Induk (GI) Sidoarjo. Nilai investasinya sebesar Rp 11,7 miliar. Tujuannya untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan di Surabaya dan Sidoarjo.

GI Sidoarjo yang mensuplai listrik untuk daerah Sidoarjo, Porong dan Surabaya ini dapat menyalurkan daya sebesar 83 MW melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

Pekerjaan yang berlangsung mulai Selasa (7/6) tersebut, rencananya beroperasi (energize) pada akhir Juni nanti. Penambahan penghantar ini ditujukan untuk mengurangi beban yang terdapat di GI Waru. Dikarenakan GI Waru nantinya akan dilakukan pembangunan menjadi Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV.

“Pembangunan penghantar ini nantinya untuk  back up apabila adanya gangguan di Porong atau Sidoarjo. Hadirnya penghantar baru ini, sangat berdampak pada keandalan sistem pastinya. Sehingga PLN dapat meminimalisir pemadaman ke pelanggan dari jaringan SUTT”, ujar General Manager PLN UIT JBM Didik F. Dakhlan.

Lebih lanjut, Didik menuturkan dengan pembangunan penghantar di GI Sidoarjo nantinya akan menyatukan penyaluran dari pembangkit di Gresik dan pembangkit di Grati.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur dan sekitarnya. Penambahan IBT di Krian pun akan selesai pada bulan ini”, tambah Didik.

Hadirnya penghantar baru di GI Sidoarjo ini kedepannya akan berdampak pada keandalan suplai listrik ke Kawasan Industri Sidoarjo (KIS). Saat ini suplai PLN ke KIS kurang lebih sebesar 10 MW, dengan adanya penambahan ini nantinya diharapkan dapat menjaga keandalan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan. (rin/vga)

 

SIDOARJO – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melakukan penambahan dua penghantar pada Gardu Induk (GI) Sidoarjo. Nilai investasinya sebesar Rp 11,7 miliar. Tujuannya untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan di Surabaya dan Sidoarjo.

GI Sidoarjo yang mensuplai listrik untuk daerah Sidoarjo, Porong dan Surabaya ini dapat menyalurkan daya sebesar 83 MW melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

Pekerjaan yang berlangsung mulai Selasa (7/6) tersebut, rencananya beroperasi (energize) pada akhir Juni nanti. Penambahan penghantar ini ditujukan untuk mengurangi beban yang terdapat di GI Waru. Dikarenakan GI Waru nantinya akan dilakukan pembangunan menjadi Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV.

“Pembangunan penghantar ini nantinya untuk  back up apabila adanya gangguan di Porong atau Sidoarjo. Hadirnya penghantar baru ini, sangat berdampak pada keandalan sistem pastinya. Sehingga PLN dapat meminimalisir pemadaman ke pelanggan dari jaringan SUTT”, ujar General Manager PLN UIT JBM Didik F. Dakhlan.

Lebih lanjut, Didik menuturkan dengan pembangunan penghantar di GI Sidoarjo nantinya akan menyatukan penyaluran dari pembangkit di Gresik dan pembangkit di Grati.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur dan sekitarnya. Penambahan IBT di Krian pun akan selesai pada bulan ini”, tambah Didik.

Hadirnya penghantar baru di GI Sidoarjo ini kedepannya akan berdampak pada keandalan suplai listrik ke Kawasan Industri Sidoarjo (KIS). Saat ini suplai PLN ke KIS kurang lebih sebesar 10 MW, dengan adanya penambahan ini nantinya diharapkan dapat menjaga keandalan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan. (rin/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/