alexametrics
27 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Tinggal 4 Persen Guru di Sidoarjo yang Belum Divaksin

SIDOARJO – Syarat mutlak sekolah yang akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM), selain menyediakan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, para guru juga wajib tuntas menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap. Yakni dua kali suntikan.

Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyebut, dari ribuan guru yang ada di Sidoarjo, ada sebagian yang menolak vaksinasi. Alasannya pun bermacam-macam.

“Vaksinasi terhadap guru atau tenaga pengajar sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Tapi ada sebagian guru yang menolak divaksin,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman, belum lama ini.

Data di Dinkes menyebut, vaksinasi terhadap guru sudah mencapai 96 persen. “Vaksin itu juga sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di berbagai wilayah Kota Delta. Para guru bisa langsung ke puskemas untuk vaksinasi. Ayo segera,” ajak Syaf.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi menyatakan guru dan tenaga pendidikan mulai PAUD, TK, SLB, SD, SMP sudah masuk daftar vaksinasi Covid-19 sebanyak lebih dari 20 ribu orang. “12 ribu guru di antaranya dari sekolah negeri,” imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa sejumlah guru di Sidoarjo tersebut tidak mau atau divaksin. “Ada beberapa alasan, mereka tidak mau divaksin. Seperti ada yang sedang hamil, ada yang program hamil,” jabarnya.

Pihaknya berharap, dinas dan kepala sekolah bisa berkoordinasi serta bekerjasama lebih lanjut terkait program vaksinasi kepada para guru. Karena upaya itu menjadi salah satu langkah penting agar pembelajaran tatap muka bisa secepatnya digelar kembali.

Ketika semua guru sudah divaksin, kemudian penerapan protokol kesehatan di sekolahan berjalan bagus, tentu siswa bisa lebih aman. Potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan pun bisa semakin rendah.

Rencana sementara, pembelajaran tatap muka di Sidoarjo akan dimulai awal Juli 2021 mendatang. “Guru yang belum vaksin diharapkan segera ikut vaksinasi, supaya semua rencana bisa berjalan baik,” himbau Asrofi. (rpp/opi)

SIDOARJO – Syarat mutlak sekolah yang akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM), selain menyediakan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, para guru juga wajib tuntas menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap. Yakni dua kali suntikan.

Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyebut, dari ribuan guru yang ada di Sidoarjo, ada sebagian yang menolak vaksinasi. Alasannya pun bermacam-macam.

“Vaksinasi terhadap guru atau tenaga pengajar sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Tapi ada sebagian guru yang menolak divaksin,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman, belum lama ini.

Data di Dinkes menyebut, vaksinasi terhadap guru sudah mencapai 96 persen. “Vaksin itu juga sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di berbagai wilayah Kota Delta. Para guru bisa langsung ke puskemas untuk vaksinasi. Ayo segera,” ajak Syaf.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi menyatakan guru dan tenaga pendidikan mulai PAUD, TK, SLB, SD, SMP sudah masuk daftar vaksinasi Covid-19 sebanyak lebih dari 20 ribu orang. “12 ribu guru di antaranya dari sekolah negeri,” imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa sejumlah guru di Sidoarjo tersebut tidak mau atau divaksin. “Ada beberapa alasan, mereka tidak mau divaksin. Seperti ada yang sedang hamil, ada yang program hamil,” jabarnya.

Pihaknya berharap, dinas dan kepala sekolah bisa berkoordinasi serta bekerjasama lebih lanjut terkait program vaksinasi kepada para guru. Karena upaya itu menjadi salah satu langkah penting agar pembelajaran tatap muka bisa secepatnya digelar kembali.

Ketika semua guru sudah divaksin, kemudian penerapan protokol kesehatan di sekolahan berjalan bagus, tentu siswa bisa lebih aman. Potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan pun bisa semakin rendah.

Rencana sementara, pembelajaran tatap muka di Sidoarjo akan dimulai awal Juli 2021 mendatang. “Guru yang belum vaksin diharapkan segera ikut vaksinasi, supaya semua rencana bisa berjalan baik,” himbau Asrofi. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/