alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Bulan Depan DPUBMSDA Sidoarjo Mulai Kerjakan 3,1 Km Frontage Road

SIDOARJO – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan layang di Krian sudah tuntas. Kini tinggal giliran pembebasan lahan di Gedangan. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun Frontage Road (FR).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, tahun ini targetnya membangun jalan pendamping itu sepanjang 3,1 km. Namun terbagi menjadi dua sisi. Yakni Delta Sari-Aloha sepanjang 500 meter dan perempatan Gedangan-Pertigaan Banjarkemantren sepanjang 2,6 km.

Ada 71 bidang yang perlu dibebaskan agar bisa melanjutkan pembangunan FR. Pihaknya pun sudah menggandeng BPN dalam pembuatan peta bidang untuk proses appraisal.

”Hingga saat ini masih berjalan,” katanya, Selasa (10/5).

Dari jumlah kebutuhan lahan itu, ada 59 bidang yang sudah terbayar dan 12 bidang yang belum terbayar. Sebanyak 5 bidang di antaranya adalah milik perusahaan. Bulan lalu para perusahaan sudah menyerahkan lahannya ke pemkab.

Dia berharap bulan ini proses pembebasan lahan tuntas. Dengan begitu ketika proses lelang pelaksana pengerjaan FR selesai bisa langsung mengerjakan pekerjaan fisiknya.
Namun pihaknya sudah menyiapkan skenario lain. Jika ganti rugi lahan belum selesai dibayar, pembangunan FR tetap bisa dilakukan. Tetapi di lahan yang sudah dibebaskan. ”Agar tidak cuma menunggu, tapi ada yang dikerjakan,” ujarnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan layang di Krian sudah tuntas. Kini tinggal giliran pembebasan lahan di Gedangan. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun Frontage Road (FR).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, tahun ini targetnya membangun jalan pendamping itu sepanjang 3,1 km. Namun terbagi menjadi dua sisi. Yakni Delta Sari-Aloha sepanjang 500 meter dan perempatan Gedangan-Pertigaan Banjarkemantren sepanjang 2,6 km.

Ada 71 bidang yang perlu dibebaskan agar bisa melanjutkan pembangunan FR. Pihaknya pun sudah menggandeng BPN dalam pembuatan peta bidang untuk proses appraisal.

”Hingga saat ini masih berjalan,” katanya, Selasa (10/5).

Dari jumlah kebutuhan lahan itu, ada 59 bidang yang sudah terbayar dan 12 bidang yang belum terbayar. Sebanyak 5 bidang di antaranya adalah milik perusahaan. Bulan lalu para perusahaan sudah menyerahkan lahannya ke pemkab.

Dia berharap bulan ini proses pembebasan lahan tuntas. Dengan begitu ketika proses lelang pelaksana pengerjaan FR selesai bisa langsung mengerjakan pekerjaan fisiknya.
Namun pihaknya sudah menyiapkan skenario lain. Jika ganti rugi lahan belum selesai dibayar, pembangunan FR tetap bisa dilakukan. Tetapi di lahan yang sudah dibebaskan. ”Agar tidak cuma menunggu, tapi ada yang dikerjakan,” ujarnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/