alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Akses Layanan Kesehatan untuk ODGJ, Harus Perbanyak Posyandu Jiwa

SIDOARJO – Pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Sidoarjo mengalami peningkatan. Penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu sudah ditangani berobat ke rumah sakit jiwa dan juga mendapat kiriman obat secara rutin dari puskesmas secara gratis.

ODGJ sebagai penyakit tidak menular sejatinya bisa diobati. Banyak juga gejala yang bisa membaik bahkan ada yang bisa sembuh sempurna.

Jenis penyakit tidak menular ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman, banyak faktor penyebabnya. “Misalnya masalah faktor ekonomi, faktor sosial, faktor asmara dan juga ada genetik sebagian,” katanya, Minggu (10/4).

Di Sidoarjo saat ini jumlah ODGJ sebanyak 3.264 orang jiwa, yang tersebar di 18 Kecamatan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Sidoarjo Didik Sujarwo mengatakan, Kecamatan Waru termasuk yang paling banyak terdapat posyandu jiwa. Yakni lima posyandu jiwa.

“Itu bukan sekedar asal-asalan saja. Namun Itu karena berdasarkan hasil suatu survei kalau di wilayah yang bersangkutan rentan untuk bisa muncul dan terganggunya kesehatan jiwa dari warganya,” jelasnya.

Di wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya tersebut, kondisinya memang sudah merupakan wilayah semi perkotaan, padat penduduk dan mobilitas penduduknya tinggi.

Secara tidak langsung berpengaruh pada tuntutan hidup yang tinggi, gaya hidup yang tinggi dan persaingan hidup yang ketat. Akibatnya, bisa memicu timbulnya penyakit-penyakit yang bisa mempengaruhi kesehatan jiwa.

Selain itu, Didik menyarankan masyarakat Sidoarjo yang merasa mempunyai masalah dengan kesehatan jiwa, bisa datang ke puskesmas.

Di 27 Puskesmas yang ada di Sidoarjo dalam melayani kesehatan jiwa warga Sidoarjo, kata Didik, sudah ada yang membentuk posyandu jiwa. Seperti posyandu lainnya, di posyandu jiwa ini juga ada proses seperti timbang badan, tensi darah kemudian diberikan obat.

Sampai saat ini jumlah posyandu jiwa ini ada sebanyak 17 tempat, yang terdapat di 11 puskesmas. Sebanyak 16 puskemas yang masih belum membentuk posyandu jiwa ini, diharapkan secara bertahap agar mulai membentuk.

Dari data yang ada, 17 posyandu jiwa ini terdapat di Puskesmas Sidoarjo ada 1, Puskesmas Candi ada 1, Puskemas Trosobo ada 2, Puskemas Barengkrajan ada 2, Puskesmas Buduran ada 1, Puskesmas, Tanggulangin ada 1, Puskesmas Kedungsolo ada 1, Puskesmas Jabon ada 1, Puskesmas Waru ada 5, Puskesmas Sukodono ada 1 dan Puskesmas Balongbendo ada 1. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Sidoarjo mengalami peningkatan. Penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu sudah ditangani berobat ke rumah sakit jiwa dan juga mendapat kiriman obat secara rutin dari puskesmas secara gratis.

ODGJ sebagai penyakit tidak menular sejatinya bisa diobati. Banyak juga gejala yang bisa membaik bahkan ada yang bisa sembuh sempurna.

Jenis penyakit tidak menular ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman, banyak faktor penyebabnya. “Misalnya masalah faktor ekonomi, faktor sosial, faktor asmara dan juga ada genetik sebagian,” katanya, Minggu (10/4).

Di Sidoarjo saat ini jumlah ODGJ sebanyak 3.264 orang jiwa, yang tersebar di 18 Kecamatan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Sidoarjo Didik Sujarwo mengatakan, Kecamatan Waru termasuk yang paling banyak terdapat posyandu jiwa. Yakni lima posyandu jiwa.

“Itu bukan sekedar asal-asalan saja. Namun Itu karena berdasarkan hasil suatu survei kalau di wilayah yang bersangkutan rentan untuk bisa muncul dan terganggunya kesehatan jiwa dari warganya,” jelasnya.

Di wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya tersebut, kondisinya memang sudah merupakan wilayah semi perkotaan, padat penduduk dan mobilitas penduduknya tinggi.

Secara tidak langsung berpengaruh pada tuntutan hidup yang tinggi, gaya hidup yang tinggi dan persaingan hidup yang ketat. Akibatnya, bisa memicu timbulnya penyakit-penyakit yang bisa mempengaruhi kesehatan jiwa.

Selain itu, Didik menyarankan masyarakat Sidoarjo yang merasa mempunyai masalah dengan kesehatan jiwa, bisa datang ke puskesmas.

Di 27 Puskesmas yang ada di Sidoarjo dalam melayani kesehatan jiwa warga Sidoarjo, kata Didik, sudah ada yang membentuk posyandu jiwa. Seperti posyandu lainnya, di posyandu jiwa ini juga ada proses seperti timbang badan, tensi darah kemudian diberikan obat.

Sampai saat ini jumlah posyandu jiwa ini ada sebanyak 17 tempat, yang terdapat di 11 puskesmas. Sebanyak 16 puskemas yang masih belum membentuk posyandu jiwa ini, diharapkan secara bertahap agar mulai membentuk.

Dari data yang ada, 17 posyandu jiwa ini terdapat di Puskesmas Sidoarjo ada 1, Puskesmas Candi ada 1, Puskemas Trosobo ada 2, Puskemas Barengkrajan ada 2, Puskesmas Buduran ada 1, Puskesmas, Tanggulangin ada 1, Puskesmas Kedungsolo ada 1, Puskesmas Jabon ada 1, Puskesmas Waru ada 5, Puskesmas Sukodono ada 1 dan Puskesmas Balongbendo ada 1. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/