alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Syarat Penumpang di Bandara Dipermudah, Dorong Percepatan Vaksin Booster

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mendukung penuh kebijakan pemerintah yang tidak mewajibkan syarat rapid tes maupun PCR untuk bepergian domestik lewat bandara. Namun, syarat vaksinasi lengkap atau dosis dua harus tetap ditegakkan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, seseorang yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap, sudah memiliki imunitas yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Dinkes Sidoarjo mengimbau kepada masyarakat yang belum vaksinasi Covid-19 atau masih dosis pertama untuk segera melengkapi.

Syaf juga mengimbau kepada pelaku perjalanan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Pasalnya, prokes juga menjadi kunci seseorang bisa terhindar dari paparan Covid-19.

Selain itu, pelaku perjalanan domestik yang belum vaksin lengkap masih tetap membutuhkan PCR.

“Sebenarnya dengan diberlakukan hal ini, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi dosis pertama dan kedua dan kalau bisa hingga booster,” bebernya.

Disamping itu dirinya menyebut saat ini masyarakat yang sudah 3 bulan pascavaksinasi dosis kedua maka sudah bisa melakukan dosis ketiga atau booster. Hal tersebut merupakan salah satu upaya percepatan vaksinasi di Kota Delta.

Tidak hanya itu, setiap pelaku perjalanan juga tetap didata guna melakukan tracing kontak erat. Sehingga memudahkan petugas jika dalam perjalanan ditemukan kasus aktif.

Sementara itu, untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dengan peniadaan karantina per 1 April juga diharapkan dipantau. PPLN harus sudah divaksinasi lengkap dan booster. Selain itu, PPLN juga wajib melakukan entry test Covid-19 dan menunggu di hotel sampai hasil tes negatif keluar, selanjutnya bisa bebas beraktivitas dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Relation Manager Bandara Internasional Juanda Yuristo Ardhi mengungkapkan, kebijakan yang berlaku mulai Selasa (8/3) itu diharapkan makin meningkatkan kepercayaan masyarakat. Khususnya yang hendak bepergian dengan transportasi udara.

“Kami menyambut baik,” katanya.

Yuristo menambahkan, meski aturan antigen dicabut pihak bandara juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap tertib protokol kesehatan. Petugas juga akan tetap berkeliling secara berkala di lingkungan bandara.

Lalu, fasilitas pemeriksaan antigen dan PCR yang ada di Bandara Internasional Juanda tetap akan beroperasi. Terbuka untuk pelayanan bagi penumpang yang baru 1 kali vaksin dan penumpang dengan komorbid.

Nantinya petugas di bandara juga akan tetap mengecek persyaratan perjalanan para penumpang. Kelengkapan vaksin dapat dilihat memanfaatkan aplikasi Pedulilindungi.

Meningkatnya antusias perjalanan via penerbangan juga diharapakan dapat mendongkrak perekonomian daerah. (rpp/son/vga)

SIDOARJO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mendukung penuh kebijakan pemerintah yang tidak mewajibkan syarat rapid tes maupun PCR untuk bepergian domestik lewat bandara. Namun, syarat vaksinasi lengkap atau dosis dua harus tetap ditegakkan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, seseorang yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap, sudah memiliki imunitas yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Dinkes Sidoarjo mengimbau kepada masyarakat yang belum vaksinasi Covid-19 atau masih dosis pertama untuk segera melengkapi.

Syaf juga mengimbau kepada pelaku perjalanan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Pasalnya, prokes juga menjadi kunci seseorang bisa terhindar dari paparan Covid-19.

Selain itu, pelaku perjalanan domestik yang belum vaksin lengkap masih tetap membutuhkan PCR.

“Sebenarnya dengan diberlakukan hal ini, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi dosis pertama dan kedua dan kalau bisa hingga booster,” bebernya.

Disamping itu dirinya menyebut saat ini masyarakat yang sudah 3 bulan pascavaksinasi dosis kedua maka sudah bisa melakukan dosis ketiga atau booster. Hal tersebut merupakan salah satu upaya percepatan vaksinasi di Kota Delta.

Tidak hanya itu, setiap pelaku perjalanan juga tetap didata guna melakukan tracing kontak erat. Sehingga memudahkan petugas jika dalam perjalanan ditemukan kasus aktif.

Sementara itu, untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dengan peniadaan karantina per 1 April juga diharapkan dipantau. PPLN harus sudah divaksinasi lengkap dan booster. Selain itu, PPLN juga wajib melakukan entry test Covid-19 dan menunggu di hotel sampai hasil tes negatif keluar, selanjutnya bisa bebas beraktivitas dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Relation Manager Bandara Internasional Juanda Yuristo Ardhi mengungkapkan, kebijakan yang berlaku mulai Selasa (8/3) itu diharapkan makin meningkatkan kepercayaan masyarakat. Khususnya yang hendak bepergian dengan transportasi udara.

“Kami menyambut baik,” katanya.

Yuristo menambahkan, meski aturan antigen dicabut pihak bandara juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap tertib protokol kesehatan. Petugas juga akan tetap berkeliling secara berkala di lingkungan bandara.

Lalu, fasilitas pemeriksaan antigen dan PCR yang ada di Bandara Internasional Juanda tetap akan beroperasi. Terbuka untuk pelayanan bagi penumpang yang baru 1 kali vaksin dan penumpang dengan komorbid.

Nantinya petugas di bandara juga akan tetap mengecek persyaratan perjalanan para penumpang. Kelengkapan vaksin dapat dilihat memanfaatkan aplikasi Pedulilindungi.

Meningkatnya antusias perjalanan via penerbangan juga diharapakan dapat mendongkrak perekonomian daerah. (rpp/son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/