alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Tahun Ini, Pemkab Sidoarjo Tak Anggarkan Revitalisasi untuk Pasar

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo terus berupaya memberikan kenyamanan dalam proses transaksi jual beli di pasar tradisional. Salah satunya melalui pemeliharaan pasar secara rutin.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda mengatakan, anggaran telah disiapkan dalam pemeliharaan di tahun 2022 ini sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan target pemeliharaan, di antaranya Pasar Watutulis Kecamatan Prambon, Pasar Taman dan Pasar Sukodono.

Dia menegaskan, dalam waktu dekat dijadwalkan akan dilakukan proses pelelangan dan perencanaan. Sehingga dengan adanya pemeliharaan pasar secara rutin ini bisa memberikan kenyamanan bagi para pembeli maupun pedagang saat bertransaksi jual beli.

Tjarda menegaskan, tahun ini di bidang pasar hanya mendapatkan anggaran pemeliharaan rutin saja. “Revitalisasi pasar belum ada. Anggaran tidak ada,” tegasnya, Senin (10/1).

Padahal, ia berharap pasar-pasar di Sidoarjo bisa mendapat perhatian lebih. Seperti di Pasar Wadungasri Kecamatan Waru yang sering kebanjiran saat musim hujan. “Sudah saatnya pasar itu di revitalisasi,” ungkapnya.

Usulan rumah pompa untuk Pasar Wadungasri sempat diajukan. Harus ada rumah pompa penyedot mengatasi genangan di pasar. Namun tidak terealisasi. “Keadaan pasar lebih rendah dari kondisi sungai yang ada di dekat pasar. Air tidak bisa dibuang kesana,” jelasnya.

Selain itu, Pasar Kepuhkiriman yang berhadapan dengan Pasar Wadungasri juga belum mendapatkan kejelasan tahun ini. Padahal pasar ini sudah mangkrak pembangunannya sejak 2016.

Kemudian selama 2021 Pemkab Sidoarjo hanya merenovasi dua pasar. Pasar Taman hanya direhab di bagian barat. Yakni, kawasan pedagang ayam yang selama ini kumuh. Rehab dilakukan untuk memperbaiki pondasi, lantai, dan stan. Perbaikan di Pasar Krian hampir sama. Yakni, lantai, bedak atau stan, dan atap di lantai tiga. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo terus berupaya memberikan kenyamanan dalam proses transaksi jual beli di pasar tradisional. Salah satunya melalui pemeliharaan pasar secara rutin.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda mengatakan, anggaran telah disiapkan dalam pemeliharaan di tahun 2022 ini sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan target pemeliharaan, di antaranya Pasar Watutulis Kecamatan Prambon, Pasar Taman dan Pasar Sukodono.

Dia menegaskan, dalam waktu dekat dijadwalkan akan dilakukan proses pelelangan dan perencanaan. Sehingga dengan adanya pemeliharaan pasar secara rutin ini bisa memberikan kenyamanan bagi para pembeli maupun pedagang saat bertransaksi jual beli.

Tjarda menegaskan, tahun ini di bidang pasar hanya mendapatkan anggaran pemeliharaan rutin saja. “Revitalisasi pasar belum ada. Anggaran tidak ada,” tegasnya, Senin (10/1).

Padahal, ia berharap pasar-pasar di Sidoarjo bisa mendapat perhatian lebih. Seperti di Pasar Wadungasri Kecamatan Waru yang sering kebanjiran saat musim hujan. “Sudah saatnya pasar itu di revitalisasi,” ungkapnya.

Usulan rumah pompa untuk Pasar Wadungasri sempat diajukan. Harus ada rumah pompa penyedot mengatasi genangan di pasar. Namun tidak terealisasi. “Keadaan pasar lebih rendah dari kondisi sungai yang ada di dekat pasar. Air tidak bisa dibuang kesana,” jelasnya.

Selain itu, Pasar Kepuhkiriman yang berhadapan dengan Pasar Wadungasri juga belum mendapatkan kejelasan tahun ini. Padahal pasar ini sudah mangkrak pembangunannya sejak 2016.

Kemudian selama 2021 Pemkab Sidoarjo hanya merenovasi dua pasar. Pasar Taman hanya direhab di bagian barat. Yakni, kawasan pedagang ayam yang selama ini kumuh. Rehab dilakukan untuk memperbaiki pondasi, lantai, dan stan. Perbaikan di Pasar Krian hampir sama. Yakni, lantai, bedak atau stan, dan atap di lantai tiga. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/