alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Belum Ada Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Sidoarjo

SIDOARJO – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi masyarakat umum di Sidoarjo hingga kini belum ada petunjuk teknis. Dinas Kesehatan Sidoarjo pun juga belum menerima arahan terkait kegiatan vaksinasi lanjutan tersebut.

“Banyak masyarakat yang tanya. Kita belum bisa menjelaskan. Petunjuknya belum ada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah, Senin (10/1).

Kemudian, kata Atho’, yang saat ini ditunggu daerah yakni petunjuk terkait prioritas sasaran. Selain itu pembagian stok dan juga teknis penyelenggaraan. Apakah menggunakan skema prioritas seperti di awal vaksinasi pertama ataukah berbeda.

“Siapa saja yang mendapat booster. Jenis vaksin apa yang dipakai. Karena ada juga wacana itu berbayar. Nah yang bagaimana belum tahu,” urainya.

Atho’ menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mengejar capaian vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun. Hingga kemarin, vaksinasi pada anak sudah mencapai target 44,07 persen. Dari 182 ribu target, 80.252 anak telah tervaksinasi Covid-19 dosis satu. Per hari, Dinkes menargetkan ada 3 ribu anak mendapat suntikan vaksin.

Untuk mempercepat target, vaksinator dalam kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari puskesmas atau rumah sakit. TNI dan Polri juga dilibatkan. Termasuk organisasi yang ada seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Sementara itu Atho’ menjamin ketersediaan stok vaksin Sinovac yang dipakai, dalam keadaan yang cukup. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi masyarakat umum di Sidoarjo hingga kini belum ada petunjuk teknis. Dinas Kesehatan Sidoarjo pun juga belum menerima arahan terkait kegiatan vaksinasi lanjutan tersebut.

“Banyak masyarakat yang tanya. Kita belum bisa menjelaskan. Petunjuknya belum ada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah, Senin (10/1).

Kemudian, kata Atho’, yang saat ini ditunggu daerah yakni petunjuk terkait prioritas sasaran. Selain itu pembagian stok dan juga teknis penyelenggaraan. Apakah menggunakan skema prioritas seperti di awal vaksinasi pertama ataukah berbeda.

“Siapa saja yang mendapat booster. Jenis vaksin apa yang dipakai. Karena ada juga wacana itu berbayar. Nah yang bagaimana belum tahu,” urainya.

Atho’ menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mengejar capaian vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun. Hingga kemarin, vaksinasi pada anak sudah mencapai target 44,07 persen. Dari 182 ribu target, 80.252 anak telah tervaksinasi Covid-19 dosis satu. Per hari, Dinkes menargetkan ada 3 ribu anak mendapat suntikan vaksin.

Untuk mempercepat target, vaksinator dalam kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari puskesmas atau rumah sakit. TNI dan Polri juga dilibatkan. Termasuk organisasi yang ada seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Sementara itu Atho’ menjamin ketersediaan stok vaksin Sinovac yang dipakai, dalam keadaan yang cukup. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/