alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Robohkan Pagar Gedung DPRD

SIDOARJO – Aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law berlangsung ricuh di depan kantor DPRD Sidoarjo, Kamis (8/10). Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen itu bahkan sempat merobohkan pagar pintu masuk utama sisi timur gedung wakil rakyat itu.

Mulanya, ratusan mahasiswa berkumpul di depan gedung DPRD sekitar pukul 10.30. Tuntutan yang diajukan ialah penolakan atas pengesahan UU Cipta Kerja yang beberapa lalu disahkan oleh DPR RI. “Ketua DPR tidak mendengarkan interupsi dari anggotanya. Seketika mematikan mic dari anggotanya yang belum selesai berbicara. Itu menunjukkan bahwa hak demokrasi kita telah dikebiri,” ucap orator aksi.

Selang beberapa menit, para pengunjuk rasa mulai mendekati pintu gerbang. Aksi dorong-mendorong membuat situasi tak kondusif. Anggota polisi dan Satpol PP yang berjaga tak berdaya menghalau para mahasiswa itu. Hingga akhirnya, pagar pintu masuk itu ambruk.

Massa kemudian semburat saat polisi mencoba menenangkan aksinya. Dalam kesempatan itu, massa juga meminta para anggota DPRD Sidoarjo mau keluar dan duduk bersama untuk berdiskusi. Anggota Komisi D Mimik Idayana dan Zahlul Yussar juga sempat menemui para pengunjuk rasa. Keduanya bahkan naik ke atas mobil untuk ikut menenangkan massa.

Zahlul Yussar mengungkapkan, aspirasi dari kalangan mahasiswa tersebut telah diterima anggota DPRD Sidoarjo. “Kami akan memperjuangkan aspirasi penolakan UU Cipta kerja itu,” terangnya.

Rencananya, DPRD Sidoarjo pada 13 Oktober akan ke Jakarta untuk menyampaikan segala jenis tuntutan dari kalangan buruh dan juga mahasiswa. “Kami akan memperjuangkan aspirasi penolakan ini hingga ke Jakarta,” tegasnya. (son/nis)

SIDOARJO – Aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law berlangsung ricuh di depan kantor DPRD Sidoarjo, Kamis (8/10). Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen itu bahkan sempat merobohkan pagar pintu masuk utama sisi timur gedung wakil rakyat itu.

Mulanya, ratusan mahasiswa berkumpul di depan gedung DPRD sekitar pukul 10.30. Tuntutan yang diajukan ialah penolakan atas pengesahan UU Cipta Kerja yang beberapa lalu disahkan oleh DPR RI. “Ketua DPR tidak mendengarkan interupsi dari anggotanya. Seketika mematikan mic dari anggotanya yang belum selesai berbicara. Itu menunjukkan bahwa hak demokrasi kita telah dikebiri,” ucap orator aksi.

Selang beberapa menit, para pengunjuk rasa mulai mendekati pintu gerbang. Aksi dorong-mendorong membuat situasi tak kondusif. Anggota polisi dan Satpol PP yang berjaga tak berdaya menghalau para mahasiswa itu. Hingga akhirnya, pagar pintu masuk itu ambruk.

Massa kemudian semburat saat polisi mencoba menenangkan aksinya. Dalam kesempatan itu, massa juga meminta para anggota DPRD Sidoarjo mau keluar dan duduk bersama untuk berdiskusi. Anggota Komisi D Mimik Idayana dan Zahlul Yussar juga sempat menemui para pengunjuk rasa. Keduanya bahkan naik ke atas mobil untuk ikut menenangkan massa.

Zahlul Yussar mengungkapkan, aspirasi dari kalangan mahasiswa tersebut telah diterima anggota DPRD Sidoarjo. “Kami akan memperjuangkan aspirasi penolakan UU Cipta kerja itu,” terangnya.

Rencananya, DPRD Sidoarjo pada 13 Oktober akan ke Jakarta untuk menyampaikan segala jenis tuntutan dari kalangan buruh dan juga mahasiswa. “Kami akan memperjuangkan aspirasi penolakan ini hingga ke Jakarta,” tegasnya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/