alexametrics
28 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Dinas Siap Penuhi Infrastruktur Ramah Disabilitas

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) bakal melengkapi guiding block di trotoar-trotoar Sidoarjo secara berkala. Tujuannya memudahkan para penyandang disabilitas, khususnya para tuna netra saat melintasi trotoar.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sigit Setyawan, kemarin (8/6). Upaya itu juga dilakukan sebagai respons keluhan para perwakilan disabilitas yang mengeluhkan belum maksimalnya infrastruktur ramah disabilitas di Kota Delta.

Sigit menerangkan, pemenuhan guiding block dilakukan secara berkala karena perlu penyesuaian dengan material yang ada di trotoar. Material trotoar di Sidoarjo beragam. Ada yang dari paving hingga beton. “Bahan guiding block harus sesuai dengan material trotoar. Agar awet,” kata pria yang baru saja mengemban tambahan amanah sebagai Plt Kepala Dinas PUBMSDA itu.

Sigit menambahkan, sebenarnya pemasangan guiding block sudah dilakukan di beberapa ruas trotoar di Sidoarjo. Di antaranya trotoar di Jalan Yos Sudarso, Jalan Jenggolo, ataupun Jalan Dr Cipto Mangun Kusumo. “Secara bertahap akan dipenuhi, karena itu harus,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencana Daerah (Bappeda) Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan, pemenuhan fasilitas ramah disabilitas itu perlu dilakukan. Tidak hanya di trotoar, melainkan juga di semua bangunan publik. “OPD teknis juga harus bersinergi. Kalau peran Bappeda sesuai tupoksi hanya di perencanaan kebijakan umum anggaran,” terangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, keluhan soal minimnya infrastruktur ramah disabilitas sempat disampaikan perwakilan kaum disabilitas ketika mendatangi gedung DPRD Sidoarjo, Senin (7/6). Tidak hanya soal infrastruktur, mereka mengharapkan ada perhatian di dalam aspek pendidikan hingga pemenuhan lapangan pekerjaan.

Karena mereka yang mengalami disabilitas itu masih sering mendapatkan diskriminasi. Contohnya adalah penerimaan lapangan pekerjaan yang cenderung akan difokuskan ke bagian produksi. Belum lagi soal pendidikan yang tidak semua sekolah negeri siap menerima pelajar dengan disabilitas. (son/opi)

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) bakal melengkapi guiding block di trotoar-trotoar Sidoarjo secara berkala. Tujuannya memudahkan para penyandang disabilitas, khususnya para tuna netra saat melintasi trotoar.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sigit Setyawan, kemarin (8/6). Upaya itu juga dilakukan sebagai respons keluhan para perwakilan disabilitas yang mengeluhkan belum maksimalnya infrastruktur ramah disabilitas di Kota Delta.

Sigit menerangkan, pemenuhan guiding block dilakukan secara berkala karena perlu penyesuaian dengan material yang ada di trotoar. Material trotoar di Sidoarjo beragam. Ada yang dari paving hingga beton. “Bahan guiding block harus sesuai dengan material trotoar. Agar awet,” kata pria yang baru saja mengemban tambahan amanah sebagai Plt Kepala Dinas PUBMSDA itu.

Sigit menambahkan, sebenarnya pemasangan guiding block sudah dilakukan di beberapa ruas trotoar di Sidoarjo. Di antaranya trotoar di Jalan Yos Sudarso, Jalan Jenggolo, ataupun Jalan Dr Cipto Mangun Kusumo. “Secara bertahap akan dipenuhi, karena itu harus,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencana Daerah (Bappeda) Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan, pemenuhan fasilitas ramah disabilitas itu perlu dilakukan. Tidak hanya di trotoar, melainkan juga di semua bangunan publik. “OPD teknis juga harus bersinergi. Kalau peran Bappeda sesuai tupoksi hanya di perencanaan kebijakan umum anggaran,” terangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, keluhan soal minimnya infrastruktur ramah disabilitas sempat disampaikan perwakilan kaum disabilitas ketika mendatangi gedung DPRD Sidoarjo, Senin (7/6). Tidak hanya soal infrastruktur, mereka mengharapkan ada perhatian di dalam aspek pendidikan hingga pemenuhan lapangan pekerjaan.

Karena mereka yang mengalami disabilitas itu masih sering mendapatkan diskriminasi. Contohnya adalah penerimaan lapangan pekerjaan yang cenderung akan difokuskan ke bagian produksi. Belum lagi soal pendidikan yang tidak semua sekolah negeri siap menerima pelajar dengan disabilitas. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/