alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Cuaca Ekstrem, Waspadai Hujan Es

SIDOARJO – Cuaca ekstrem berpotensi masih akan terjadi di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo. Hal tersebut akibat adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan terjadinya peningkatan intensitas hujan. Sehingga potensi cuaca ekstrem dapat terjadi.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, saat ini Jawa Timur sudah memasuki musim pancaroba. Sehingga potensi cuaca ekstrem seperti hujan es perlu diwaspadai. Termasuk puting beliung hingga angin kencang.

“Itu dari awan Cumulonimbus. Hal itu juga akibat aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja di selatan Indonesia,” katanya.

Aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja itu membentuk palung tekanan rendah memanjang dari barat ke timur. Sehingga menyebebkan terjadinya konvergensi alias zona pertemuan angin di Jatim.

Kepala Stasiun BMKG Juanda I Wayan Mustika menambahkan, aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa massa udara basah ke Indonesia mempengaruhi dinamika atmosfer di Jatim. Bahkan hal itu juga diperkuat adanya gangguan gelombang Rossby.

“Maka masyarakat yang menggunakan transportasi laut kami minta waspada terhadap adanya gelombang tinggi di perairan Jatim,” ujarnya.

Dari data tiga harian BMKG Juanda, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat berpotensi terjadi di Sidoarjo pada siang hingga sore hari. Potensi itu diprediksi terjadi pada Kamis (8/4). Suhu minimum di Sidoarjo bisa mencapai 24 derajat Celcius. (far/nis)

SIDOARJO – Cuaca ekstrem berpotensi masih akan terjadi di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo. Hal tersebut akibat adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan terjadinya peningkatan intensitas hujan. Sehingga potensi cuaca ekstrem dapat terjadi.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, saat ini Jawa Timur sudah memasuki musim pancaroba. Sehingga potensi cuaca ekstrem seperti hujan es perlu diwaspadai. Termasuk puting beliung hingga angin kencang.

“Itu dari awan Cumulonimbus. Hal itu juga akibat aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja di selatan Indonesia,” katanya.

Aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja itu membentuk palung tekanan rendah memanjang dari barat ke timur. Sehingga menyebebkan terjadinya konvergensi alias zona pertemuan angin di Jatim.

Kepala Stasiun BMKG Juanda I Wayan Mustika menambahkan, aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa massa udara basah ke Indonesia mempengaruhi dinamika atmosfer di Jatim. Bahkan hal itu juga diperkuat adanya gangguan gelombang Rossby.

“Maka masyarakat yang menggunakan transportasi laut kami minta waspada terhadap adanya gelombang tinggi di perairan Jatim,” ujarnya.

Dari data tiga harian BMKG Juanda, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat berpotensi terjadi di Sidoarjo pada siang hingga sore hari. Potensi itu diprediksi terjadi pada Kamis (8/4). Suhu minimum di Sidoarjo bisa mencapai 24 derajat Celcius. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/