alexametrics
23 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

PKL Taman Pinang Ditertibkan, Siapkan Konsep Penataan Baru

SIDOARJO – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Taman Pinang Indah (TPI) dipindah. Rabu (9/2) Satpol PP Sidoarjo mulai menertibkan 25 PKL di sana. Selama ini, mereka berjualan di trotoar, ruas depan perumahan, ruang terbuka hijau dan pinggiran jalan tersebut. Padahal bukan peruntukannya.

Selain mengganggu pengguna jalan, aduan dari warga setempat juga sering muncul. Belum lagi, harusnya lokasi tersebut dijadikan ruang terbuka hijau.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Widyantoro Basuki menyebut mereka sudah bertahun-tahun jualan di sepanjang area tersebut. Baik membuka stan langsung atau menggunakan mobil. Pihaknya pun sudah berulang kali meminta pedagang untuk pindah, namun tetap ngeyel.

Bahkan beberapa pedagang sudah diberikan teguran dan menjalani sidang. Namun, tetap saja sering kucing-kucingan. Ketika ada petugas jaga, mereka tidak berjualan.

“Kali ini penertiban kita pertegas. Karena PKL tersebut akan ditata ulang,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M Bahrul Amig menyebut pascapenertiban, pihaknya langsung menggelar penanaman massal di lokasi tersebut.

“Tanam pohon nanti juga melibatkan warga sekitar,” kata Amig.

Lokasinya di sepanjang trotoar dan fasum bagian depan perumahan tersebut.

“Jadi fungsi jalan kembali normal, karena kondisi di sana sejak lama butuh solusi permanen,” tegasnya.

Pascapenertiban di jalan TPI, penertiban bakal berlanjut ke jalan sisi selatannya yang juga banyak PKL. Yakni di jalan perumahan Gading Fajar. “Di TPI dulu, setelah TPI nanti berlanjut ke Gading Fajar,” katanya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menegaskan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan konsep penataan bagi para pedagang di sana.

“Ada kemungkinan nanti dibikin seperti Alor Street kuliner di Malaysia memanfaatkan fasum tersebut,” jelasnya kemarin.

Muhdlor menyebut selama ini para pedagang  berjualan di trotoar, di median jalan, dan pinggiran jalan tersebut. Padahal bukan peruntukannya. Akibatnya, kerap kali membuat macet lalu lintas. “Bahkan kadang di tengah jalan, di median, ada satu mobil berhenti sudah membuat macet,” katanya.

Karena itu, pihaknya menertibkan. “Diatur dengan baik lah, yang pasti tidak menggunakan jalan, tidak mengganggu jalan. Karena yang dikeluhkan warga sekitar selama ini mengganggu jalan,” katanya.

Dirinya menyiapkan win-win solution. Pengguna jalan tidak terganggu, keindahan kota terjaga, warga sekitar senang, dan PKL tetap bisa berjualan di tempat yang nanti diatur.

“Fasum setelah trotoar itu cukup luas lho, lebarnya bisa sampai 15 meter, kita akan menata di sana,” katanya. Pembeli nyaman, penjual nyaman dan warga perumahan juga nyaman. Ia menyampaikan, konsep penataan TPI ini sudah disepakati para pedagang. (rpp/vga)

SIDOARJO – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Taman Pinang Indah (TPI) dipindah. Rabu (9/2) Satpol PP Sidoarjo mulai menertibkan 25 PKL di sana. Selama ini, mereka berjualan di trotoar, ruas depan perumahan, ruang terbuka hijau dan pinggiran jalan tersebut. Padahal bukan peruntukannya.

Selain mengganggu pengguna jalan, aduan dari warga setempat juga sering muncul. Belum lagi, harusnya lokasi tersebut dijadikan ruang terbuka hijau.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Widyantoro Basuki menyebut mereka sudah bertahun-tahun jualan di sepanjang area tersebut. Baik membuka stan langsung atau menggunakan mobil. Pihaknya pun sudah berulang kali meminta pedagang untuk pindah, namun tetap ngeyel.

Bahkan beberapa pedagang sudah diberikan teguran dan menjalani sidang. Namun, tetap saja sering kucing-kucingan. Ketika ada petugas jaga, mereka tidak berjualan.

“Kali ini penertiban kita pertegas. Karena PKL tersebut akan ditata ulang,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M Bahrul Amig menyebut pascapenertiban, pihaknya langsung menggelar penanaman massal di lokasi tersebut.

“Tanam pohon nanti juga melibatkan warga sekitar,” kata Amig.

Lokasinya di sepanjang trotoar dan fasum bagian depan perumahan tersebut.

“Jadi fungsi jalan kembali normal, karena kondisi di sana sejak lama butuh solusi permanen,” tegasnya.

Pascapenertiban di jalan TPI, penertiban bakal berlanjut ke jalan sisi selatannya yang juga banyak PKL. Yakni di jalan perumahan Gading Fajar. “Di TPI dulu, setelah TPI nanti berlanjut ke Gading Fajar,” katanya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menegaskan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan konsep penataan bagi para pedagang di sana.

“Ada kemungkinan nanti dibikin seperti Alor Street kuliner di Malaysia memanfaatkan fasum tersebut,” jelasnya kemarin.

Muhdlor menyebut selama ini para pedagang  berjualan di trotoar, di median jalan, dan pinggiran jalan tersebut. Padahal bukan peruntukannya. Akibatnya, kerap kali membuat macet lalu lintas. “Bahkan kadang di tengah jalan, di median, ada satu mobil berhenti sudah membuat macet,” katanya.

Karena itu, pihaknya menertibkan. “Diatur dengan baik lah, yang pasti tidak menggunakan jalan, tidak mengganggu jalan. Karena yang dikeluhkan warga sekitar selama ini mengganggu jalan,” katanya.

Dirinya menyiapkan win-win solution. Pengguna jalan tidak terganggu, keindahan kota terjaga, warga sekitar senang, dan PKL tetap bisa berjualan di tempat yang nanti diatur.

“Fasum setelah trotoar itu cukup luas lho, lebarnya bisa sampai 15 meter, kita akan menata di sana,” katanya. Pembeli nyaman, penjual nyaman dan warga perumahan juga nyaman. Ia menyampaikan, konsep penataan TPI ini sudah disepakati para pedagang. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/