alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Potensi Retribusi Parkir Capai Rp 68,8 Miliar di Sidoarjo

SIDOARJO – Pelaksanaan lelang pihak ketiga untuk perparkiran masih berlangsung. Saat ini sedang dalam tahap pengumuman pra kualifikasi. Nantinya, pihak ketiga ditarget untuk bisa memenuhi pendapatan parkir selama kontrak berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga mengatakan, potensi retribusi parkir tahun depan adalah sebesar Rp 68,8 miliar. Angka tersebut berdasarkan penghitungan di 359 titik parkir dalam masa pandemi. Sedangkan jika tidak dalam masa pandemi, potensinya bisa mencapai Rp 98 miliar.

Dia menjelaskan, penghitungan potensi parkir ini sudah dilakukan oleh tim kajian. Penghitungannya sesuai dengan tarif parkir di 2 macam lokasi parkir. “Ada parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir,” katanya.

Tarif parkir di dua lokasi tersebut berbeda. Untuk tepi jalan umum, R2 tarifnya Rp 2 ribu, R4 Rp 4 ribu, serta bus dan truk Rp 5 ribu. Sedangkan untuk tempat parkir khusus tarifnya sedikit lebih mahal. Yakni Rp 3 ribu untuk R2, Rp 5 ribu untuk R4, dan Rp 6 ribu untuk bus dan truk.

Benny menyebutkan, parkir tepi jalan umum adalah pelayanan parkir yang diselenggarakan oleh pemerintah di tepi jalan. Sedangkan tempat khusus parkir adalah pelayanan parkir yang diselenggarakan oleh pemerintah di luar ruang milik jalan. Misalnya di pelataran, taman parkir, gedung parkir yang secara
khusus disediakan oleh pemerintah.

Contoh titik parkir tempat khusus adalah di Puskesmas Buduran, Pasar Krian, Masjid Agung, kantor DPRD, dan lain sebagainya. Ada juga satu titik parkir yang termasuk dalam 2 kategori tersebut. Seperti kantor Pengadilan Negeri, Pasar Krembung, dan Pasar Larangan.

Ke depan, potensi retribusi parkir tersebut diharapkan bisa diperhatikan oleh pihak ketiga. Sebab harus ada juru parkir yang ditempatkan serta karcis yang diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir.

“Sebagai bukti bahwa sudah membayar, karcis pun juga tidak boleh digunakan 2 kali,” imbuhnya.

Hingga saat ini proses lelang pelaksanaan perpakiran masih berlangsung. Dishub sedang menunggu pengiriman dokumen kualifikasi hingga 12 Desember mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kualifikasi pada 13 hingga 17 Desember. (nis/vga)

SIDOARJO – Pelaksanaan lelang pihak ketiga untuk perparkiran masih berlangsung. Saat ini sedang dalam tahap pengumuman pra kualifikasi. Nantinya, pihak ketiga ditarget untuk bisa memenuhi pendapatan parkir selama kontrak berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga mengatakan, potensi retribusi parkir tahun depan adalah sebesar Rp 68,8 miliar. Angka tersebut berdasarkan penghitungan di 359 titik parkir dalam masa pandemi. Sedangkan jika tidak dalam masa pandemi, potensinya bisa mencapai Rp 98 miliar.

Dia menjelaskan, penghitungan potensi parkir ini sudah dilakukan oleh tim kajian. Penghitungannya sesuai dengan tarif parkir di 2 macam lokasi parkir. “Ada parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir,” katanya.

Tarif parkir di dua lokasi tersebut berbeda. Untuk tepi jalan umum, R2 tarifnya Rp 2 ribu, R4 Rp 4 ribu, serta bus dan truk Rp 5 ribu. Sedangkan untuk tempat parkir khusus tarifnya sedikit lebih mahal. Yakni Rp 3 ribu untuk R2, Rp 5 ribu untuk R4, dan Rp 6 ribu untuk bus dan truk.

Benny menyebutkan, parkir tepi jalan umum adalah pelayanan parkir yang diselenggarakan oleh pemerintah di tepi jalan. Sedangkan tempat khusus parkir adalah pelayanan parkir yang diselenggarakan oleh pemerintah di luar ruang milik jalan. Misalnya di pelataran, taman parkir, gedung parkir yang secara
khusus disediakan oleh pemerintah.

Contoh titik parkir tempat khusus adalah di Puskesmas Buduran, Pasar Krian, Masjid Agung, kantor DPRD, dan lain sebagainya. Ada juga satu titik parkir yang termasuk dalam 2 kategori tersebut. Seperti kantor Pengadilan Negeri, Pasar Krembung, dan Pasar Larangan.

Ke depan, potensi retribusi parkir tersebut diharapkan bisa diperhatikan oleh pihak ketiga. Sebab harus ada juru parkir yang ditempatkan serta karcis yang diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir.

“Sebagai bukti bahwa sudah membayar, karcis pun juga tidak boleh digunakan 2 kali,” imbuhnya.

Hingga saat ini proses lelang pelaksanaan perpakiran masih berlangsung. Dishub sedang menunggu pengiriman dokumen kualifikasi hingga 12 Desember mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kualifikasi pada 13 hingga 17 Desember. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/