alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Angka Stunting di Sidoarjo Turun Jadi 7,9 Persen

SIDOARJO – Upaya yang dilakukan lintas sektor di Kabupaten Sidoarjo untuk menurunkan angka stunting atau kasus anak bertubuh kerdil mencapai titik terang. Dari data pemeriksaan di Februari 2021 yang dilakukan Dinas Kesehatan pada 66.353 anak, terdapat 7,9 persen di antaranya atau 5.232 anak stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo Sri Andari mengungkapkan tahun ini jumlah anak stunting mengalami penurunan. “Pada Agustus 2020 angkanya masih 8,34 persen atau 6.207 anak mengidap stunting,” katanya dijumpai usai sosialisasi penanganan stunting bagi kader kesehatan Kecamatan Krembung Selasa (7/9).

Dia mengatakan banyak hal yang harus dilakukan agar kasus stunting semakin berkurang setiap tahun. Di antaranya perbaikan gizi untuk anak di 1.000 hari pertama kehidupan, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan sarana kesehatan serta sarana sanitasi.

“Masyarakat Sidoarjo dari segi pemenuhan gizi sudah baik. Yang perlu diberikan pemahaman lebih yakni meninggalkan kebiasaan buang air besar di sungai terutama bagi warga desa,” jelasnya.

‌Sebab air yang tercemar bakteri e-coli dan timbal akan memengaruhi kehidupan, dampaknya bisa stunting. Di Sidoarjo, desa yang bebas BAB sembarangan masih 40 persen.

Camat Krembung Dana Riawati mengungkapkan di wilayahnya masih ada 174 balita yang tersebar di 19 desa mengidap stunting. “Krembung masih berada di bawah rata-rata angka stunting kabupaten,” katanya.

Meskipun demikian, mantan Sekretaris Disperindag itu meminta kader terus memberikan wawasan mencegah stunting khususnya pada ibu-ibu yang mempunyai balita.

Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono menegaskan pihaknya mendorong Dinas Perkim CKTR untuk terus menyediakan fasilitas jamban umum bagi warga. Selain itu kata Warih pencegahan stunting dimulai dari desa.

“Salah satunya kesadaran dari pemerintah desa mengalokasikan dua persen anggaran desa untuk kesehatan,” pungkasnya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Upaya yang dilakukan lintas sektor di Kabupaten Sidoarjo untuk menurunkan angka stunting atau kasus anak bertubuh kerdil mencapai titik terang. Dari data pemeriksaan di Februari 2021 yang dilakukan Dinas Kesehatan pada 66.353 anak, terdapat 7,9 persen di antaranya atau 5.232 anak stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo Sri Andari mengungkapkan tahun ini jumlah anak stunting mengalami penurunan. “Pada Agustus 2020 angkanya masih 8,34 persen atau 6.207 anak mengidap stunting,” katanya dijumpai usai sosialisasi penanganan stunting bagi kader kesehatan Kecamatan Krembung Selasa (7/9).

Dia mengatakan banyak hal yang harus dilakukan agar kasus stunting semakin berkurang setiap tahun. Di antaranya perbaikan gizi untuk anak di 1.000 hari pertama kehidupan, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan sarana kesehatan serta sarana sanitasi.

“Masyarakat Sidoarjo dari segi pemenuhan gizi sudah baik. Yang perlu diberikan pemahaman lebih yakni meninggalkan kebiasaan buang air besar di sungai terutama bagi warga desa,” jelasnya.

‌Sebab air yang tercemar bakteri e-coli dan timbal akan memengaruhi kehidupan, dampaknya bisa stunting. Di Sidoarjo, desa yang bebas BAB sembarangan masih 40 persen.

Camat Krembung Dana Riawati mengungkapkan di wilayahnya masih ada 174 balita yang tersebar di 19 desa mengidap stunting. “Krembung masih berada di bawah rata-rata angka stunting kabupaten,” katanya.

Meskipun demikian, mantan Sekretaris Disperindag itu meminta kader terus memberikan wawasan mencegah stunting khususnya pada ibu-ibu yang mempunyai balita.

Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono menegaskan pihaknya mendorong Dinas Perkim CKTR untuk terus menyediakan fasilitas jamban umum bagi warga. Selain itu kata Warih pencegahan stunting dimulai dari desa.

“Salah satunya kesadaran dari pemerintah desa mengalokasikan dua persen anggaran desa untuk kesehatan,” pungkasnya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/