alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Cegah Wabah PMK, Wagub Jatim Imbau Masyarakat Kurban secara Online

SIDOARJO – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengimbau masyarakat agar melaksanakan kurban secara online. Hal itu untuk mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Emil menerangkan, saat ini Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan edaran yang lebih detail terkait langkah pencegahan penyebaran wabah PMK di Jatim. Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait wabah PMK khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Prinsipnya mencegah agar tidak meluas, karena kalau caranya salah bisa berdampak ke jutaan hewan ternak,” terangnya di sela kegiatan kunjungan ke RSUD Sidoarjo, Rabu (8/6).

Emil menguraikan, poin pertama pencegahan itu adalah mengontrol lalu lintas hewan ternak. Berdasarkan surat edaran menteri pertanian, hewan kurban harus memiliki Sertifikat Veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan otoritas veteriner setempat.

Emil menambahkan, wilayah asal hewan ternak juga perlu diperhatikan. Jika wilayah berisiko tinggi maka pengiriman hewan ternak juga perlu ditunda dulu.

Saat ini pemprov juga tengah memastikan untuk pembatasan berbasis kabupaten atau desa. “Kadang wabah hanya di desa tertentu, belum tentu satu kabupaten,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Emil juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan kurban secara online. Hal itu lebih efisien dalam mencegah penyebaran wabah PMK.

Data Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo per 6 Juni, total kasus PMK di Sidoarjo yang masih sakit ada 765 ekor sapi. Jumlah hewan yang mati ada 33, potong paksa ada 87, dan yang sembuh ada 558 ekor sapi. (son/vga)

 

SIDOARJO – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengimbau masyarakat agar melaksanakan kurban secara online. Hal itu untuk mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Emil menerangkan, saat ini Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan edaran yang lebih detail terkait langkah pencegahan penyebaran wabah PMK di Jatim. Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait wabah PMK khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Prinsipnya mencegah agar tidak meluas, karena kalau caranya salah bisa berdampak ke jutaan hewan ternak,” terangnya di sela kegiatan kunjungan ke RSUD Sidoarjo, Rabu (8/6).

Emil menguraikan, poin pertama pencegahan itu adalah mengontrol lalu lintas hewan ternak. Berdasarkan surat edaran menteri pertanian, hewan kurban harus memiliki Sertifikat Veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan otoritas veteriner setempat.

Emil menambahkan, wilayah asal hewan ternak juga perlu diperhatikan. Jika wilayah berisiko tinggi maka pengiriman hewan ternak juga perlu ditunda dulu.

Saat ini pemprov juga tengah memastikan untuk pembatasan berbasis kabupaten atau desa. “Kadang wabah hanya di desa tertentu, belum tentu satu kabupaten,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Emil juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan kurban secara online. Hal itu lebih efisien dalam mencegah penyebaran wabah PMK.

Data Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo per 6 Juni, total kasus PMK di Sidoarjo yang masih sakit ada 765 ekor sapi. Jumlah hewan yang mati ada 33, potong paksa ada 87, dan yang sembuh ada 558 ekor sapi. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/