alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Rawan Laka, Dewan Minta Pemkab Sidoarjo Perhatikan Perlintasan Sebidang

SIDOARJO – Kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi di Kecamatan Taman. Pemerintah kabupaten (pemkab) Sidoarjo diminta dapat memperhatikan perlintasan sebidang Kereta Api (KA). Lokasi masih menjadi salah satu daerah rawan terjadi kecelakaan, terutama yang tidak dijaga.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sudjalil mengatakan, saat ini masih banyak kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang. Kampanye keselamatan lalu lintas di jalan raya harus kembali digencarkan. Selain itu juga perlu adanya pembangunan palang perlintasan otomatis di sejumlah titik.

Diakuinya, anggaran yang disediakan terbatas. Sehingga pembangunan palang perlintasan KA tersebut masih sulit terealisasi.

Berdasarkan data PT KAI, 60 persen kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang. Kegiatan penutupan perlintasan sebidang kereta api sebagai amanat peraturan perundang–undangan dalam rangka mengurangi kecelakaan serta mengurangi jumlah perlintasan sebidang KA harus dilakukan.

Menurut dia, sampai saat ini pemkab mengantisipasi kecelakaan di perlintasan sebidang dengan mengoptimalisasi fungsi Early Warning System (EWS). Namun, dia mengingatkan bahwa EWS sebagai alat bantu keselamatan. Seperti halnya fungsi rambu. ”Bukan sebagai tumpuan utama keselamatan jalan di perlintasan,” katanya.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo diminta untuk menginventaris perlintasan sebidang yang belum memiliki palang pintu. Jika menjadi kewenangan kabupaten, maka bisa diajukan anggaran untuk pembangunannya. ”Mungkin tidak bisa banyak, satu per satu saja,” imbuhnya. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi di Kecamatan Taman. Pemerintah kabupaten (pemkab) Sidoarjo diminta dapat memperhatikan perlintasan sebidang Kereta Api (KA). Lokasi masih menjadi salah satu daerah rawan terjadi kecelakaan, terutama yang tidak dijaga.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sudjalil mengatakan, saat ini masih banyak kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang. Kampanye keselamatan lalu lintas di jalan raya harus kembali digencarkan. Selain itu juga perlu adanya pembangunan palang perlintasan otomatis di sejumlah titik.

Diakuinya, anggaran yang disediakan terbatas. Sehingga pembangunan palang perlintasan KA tersebut masih sulit terealisasi.

Berdasarkan data PT KAI, 60 persen kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang. Kegiatan penutupan perlintasan sebidang kereta api sebagai amanat peraturan perundang–undangan dalam rangka mengurangi kecelakaan serta mengurangi jumlah perlintasan sebidang KA harus dilakukan.

Menurut dia, sampai saat ini pemkab mengantisipasi kecelakaan di perlintasan sebidang dengan mengoptimalisasi fungsi Early Warning System (EWS). Namun, dia mengingatkan bahwa EWS sebagai alat bantu keselamatan. Seperti halnya fungsi rambu. ”Bukan sebagai tumpuan utama keselamatan jalan di perlintasan,” katanya.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo diminta untuk menginventaris perlintasan sebidang yang belum memiliki palang pintu. Jika menjadi kewenangan kabupaten, maka bisa diajukan anggaran untuk pembangunannya. ”Mungkin tidak bisa banyak, satu per satu saja,” imbuhnya. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/