alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Gandeng ITS Selesaikan Masalah Banjir di Tanggulangin

SIDOARJO – Desa Kedungbanteng, Banjarsari dan Banjarpanji di Kecamatan Tanggulangin tiap tahun langganan banjir. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan jika titik tersebut menjadi perhatian pemkab. Pihaknya terus berkoordinasi agar penanganan banjir bisa maksimal.

“Solusi penanganan banjir di desa tersebut masih terus dicari,” katanya dalam pertemuan di Desa Kedungbanteng, Minggu (7/11).

Muhdlor memaparkan rencana Pemkab Sidoarjo menggandeng Institut Teknologi Sepuluh (ITS) 10 Nopember Surabaya untuk menyelesaikan permasalahan banjir di sana. Sebelumnya ITS telah digandeng melakukan kajian penyebab banjir di tiga desa itu. Berdasar kajian setiap tahun, wilayah tersebut mengalami penurunan tanah. Kondisi tanah yang cekung menjadikannya tujuan aliran air hujan.

“Posisi tiga desa ini seperti mangkuk, setiap tahun selalu terjadi penurunan di sana, air pasti mencari tempat yang lebih rendah,” ujar Muhdlor.

Ia menyebut penanganan banjir yang terjadi di tiga desa itu berkaitan dengan cara memanajemen air. Hal pertama yang akan dilakukan adalah menentukan titik terendah tanah.

Jika memungkinkan, air hujan nantinya akan dibuang ke afvoer Penatarsewu sebagai afvoer terdekat. Namun, sebelumnya perlu ada tinjauan serta perhitungan yang matang. Bila diperlukan akan dilakukan normalisasi dulu.

“Secepatnya kita lakukan mapping serta pengerjaan langsung penarikan air terutama Desa Kedungbanteng dan Banjarasri untuk secepatnya bisa dilarikan ke Penatarsewu,” ucapnya.

Muhdlor juga mengatakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan disiagakan. BTT tersebut akan segera dikucurkan bila melihat tanda-tanda banjir. Pasalnya anggaran dapat diberikan bila ada kejadian. Desa dapat menggunakan anggaran tersebut untuk pembelian pompa air yang tidak dianggarkan sebelumnya.

“Kalau ada tanda-tanda banjir, BTT itu akan kita kucurkan agar desa secepatnya mengadakan pompa-pompa itu,” ucapnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Desa Kedungbanteng, Banjarsari dan Banjarpanji di Kecamatan Tanggulangin tiap tahun langganan banjir. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan jika titik tersebut menjadi perhatian pemkab. Pihaknya terus berkoordinasi agar penanganan banjir bisa maksimal.

“Solusi penanganan banjir di desa tersebut masih terus dicari,” katanya dalam pertemuan di Desa Kedungbanteng, Minggu (7/11).

Muhdlor memaparkan rencana Pemkab Sidoarjo menggandeng Institut Teknologi Sepuluh (ITS) 10 Nopember Surabaya untuk menyelesaikan permasalahan banjir di sana. Sebelumnya ITS telah digandeng melakukan kajian penyebab banjir di tiga desa itu. Berdasar kajian setiap tahun, wilayah tersebut mengalami penurunan tanah. Kondisi tanah yang cekung menjadikannya tujuan aliran air hujan.

“Posisi tiga desa ini seperti mangkuk, setiap tahun selalu terjadi penurunan di sana, air pasti mencari tempat yang lebih rendah,” ujar Muhdlor.

Ia menyebut penanganan banjir yang terjadi di tiga desa itu berkaitan dengan cara memanajemen air. Hal pertama yang akan dilakukan adalah menentukan titik terendah tanah.

Jika memungkinkan, air hujan nantinya akan dibuang ke afvoer Penatarsewu sebagai afvoer terdekat. Namun, sebelumnya perlu ada tinjauan serta perhitungan yang matang. Bila diperlukan akan dilakukan normalisasi dulu.

“Secepatnya kita lakukan mapping serta pengerjaan langsung penarikan air terutama Desa Kedungbanteng dan Banjarasri untuk secepatnya bisa dilarikan ke Penatarsewu,” ucapnya.

Muhdlor juga mengatakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan disiagakan. BTT tersebut akan segera dikucurkan bila melihat tanda-tanda banjir. Pasalnya anggaran dapat diberikan bila ada kejadian. Desa dapat menggunakan anggaran tersebut untuk pembelian pompa air yang tidak dianggarkan sebelumnya.

“Kalau ada tanda-tanda banjir, BTT itu akan kita kucurkan agar desa secepatnya mengadakan pompa-pompa itu,” ucapnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/